On Thu, 8 Sep 2005 16:28:22 +0700 (WIT)
 "JPN. Sumarno" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pak tole, dalam negara modernpun, apabila landasan juridisnya masih belum ada masih mmerlukan masa tenggang waktu. Dulu Jepang dalam usaha mendirikan pabrik mobilnya juga menjual mobil kecil dulu ke sini, sebagai output sebuah industri percobaannya. Untungnya orang Indonesia saat itu tidak cepat komplain meminta mobil mazda keluaran th 2005, saat itu masih tahun 1966 :-).

ic, pengelolaan domain .id kan tidak sedang dalam percobaan seperti industri mobil Jepang yg bapak tuliskan.

saya kira setiap orang menyadari hal ini, bagaimana mungkin orang tidak sabar menyebrangi sungai yang hanya memiliki sebuah jembatan selebar 1 meter dan yang akan menyebrang ada 1 juta orang. Berapa lama kesabaran harus dimiliki tiap orang ? itu relatif. Bagi orang yang antri pada posisi ke sejuta akan memiliki waktu sabar kurang lebih 5 juta menit, apa bila diasumsikan seorang penyebrang berhasil sampai ke seberang setelah 5 menit. Tentunya pengantri itu dianjurkan membawa tenda dan bekal secukupnya agar tidak kelaparan dalam antrian.

aku dapat memahami penjelasan pak marno, tetapi analoginya dg user domain .id rasanya berbeda pak. Lembaga yg mau punya domain .id untuk e commerce sudah dipastikan akan menunda transaksinya sampai layanan domain .id aktif kembali. Kebayang tidak oleh pak marno kalau harus menunda 3 bulan, investor pasti sudah angkat kaki dan bikin basecamp baru di My atau Sg.

nah disinilah orang awam perlu memiliki kepercayaan diri yang baik ketika berhadapan dg birokrat atau sebaliknya. agar misunderstanding yg ada tidak diberitakan secara negatid oleh media.

kalau protokolernya mengharuskan orang awam berjalan membungkuk ketika masuk kantor birokrat gimana pak. kebayang wartawan yg masukpun akan membungkuk juga :-).

itu kan baru rumor pak

diancuk, kirain sudah fix.

ya jelas beda, coba tanyakan ke grosir gula pasir, pasti dia nggak akan mengerti apa itu domain :-).

artinya juga pak internet belum memasyarakat ya

hus itu bukan aturan baru, tetapi itu wacana baru ups :-).

kalau masih wacana, apa tidak sebaiknya diberi tanda apostroph didepan katanya pak.

masih murah dong pak dibandingkan Compaq notebook yang > US$ 1000,-

wah pak marno banyak duit ya

ya iya dong sebagai orang biasa, perlu memonitor berita di media masa, pernah mencoba membanding sebuah berita dari berbagai koran ? coba deh pusingnya hehehehehehe

wah pak itu sih pemborosan dong namanya....

mt
========================================================================================
Semarakkan Ulang Tahun Kemerdekaan RI dengan mengikuti TelkomNet Netkuis 17-an
Dari 17-08-2005 s.d 17-09-2005. Dan dapatkan hadiahnya..!! hanya di 
http://netkuis.telkom.net
========================================================================================

Kirim email ke