Dear sadayana,

Masalah ini pernah saya posting ke milis 'layarkata' sekitar 2 tahun lalu.
Waktu itu para tokoh milis tsb. menyatakan setuju dengan pemikiran saya dan
menganggap yang saya usulkan itu memang perlu.  Tapi menurut mereka, untuk
merealisasikannya perlu ada pembicaraan dulu (dalam forum/diskusi) sehingga
output-nya bisa baik.

            Sekarang, setelah 2 tahun lebih, realisasinya tetap nggak
kelihatan. Buat saya itu sih udah pertanda *hopeless,* nggak niat.  Masalahnya
simpel koq.  Nggak pake forum-foruman juga bisa.  Karena itu saya coba
tuliskan di sini deh.

            Ceritanya gini.  Kalo kita simak keadaan di barat, suksesnya
sebuah naskah sebagai buku ataupun karya audio-visual nggak bisa dilepasin
dari peran agen.  Lihat saja di acara penyerahan macem-macem *award,* semua
penulis (setelah berterima kasih pada 'yang di atas' dan keluarganya) juga
berterima kasih pada agen mereka.

            Jelas saja mereka kudu berterima kasih.  Gara-gara peran (dan
inisiatif) agenlah naskah mereka bisa terbit, buku mereka bisa laris atau
karya tulis mereka dibeli oleh produser/PH.

            Lantaran ada yang namanya agen pula jadinya Michael Chrichton,
John Grisham dan Ephron bersaudara bisa kondang karena tulisannya.  Mereka
pasti juga tajir (dan pasti agennya juga nggak kalah tajir).
*Feeling*saya, orang macem
J.R.R Tolkien, J.K Rawling sama Dan Brown juga sukses gara-gara dibantu
agen.

            Terus, kenapa yang ramai di Indonesia cuma agen bintang
film/sinetron (seperti banyak terlihat di iklan kolom berbagai surat kabar).
Koq nggak ada agen naskah sih (ini pertanyaan yang saya ajukan 2 tahun
lampau)?

            Saya pikir sebenarnya yang dibutuhin seseorang buat jadi seorang
agen naskah sederhana aja.  Dia harus punya kemampuan menilai naskah, dia
kudu punya marketing skill dan dia musti punya koneksi yang baek dengan para
penerbit/PH.

            Saya yakin buanget, di sekitar kita banyak sekuale orang yang
memenuhi kriteria tsb., malah lebih.  Terus kenapa nggak ada satu pun yang
terjun menjadi agen naskah ini?

            Percaya deh, jadi agen naskah pasti duitnya lebih dari lumayan
(apalagi kalo jadi *pioneer*-nya).  Bayangin aja, ada berapa ribu penulis di
sekeliling kita sekarang ini dan berapa naskah yang menunggu
dimuat/diterbitin/dijual ke PH atau diproduksi?

            Percaya juga deh teman, agen naskah adalah bisnis yang legal dan
halal.    Biarpun kalo dilihat kerjanya agen naskah ini adalah calo, tapi
tentu beda dengan calo yang ada di kantor polisi, imigrasi, kelurahan,
bahkan MA dan DPR.  Buruan dong tampil sebagai agen dan bantulah kami semua
yang ingin memasarkan naskah kami.



Sekian dan wassalam,

toni


[Non-text portions of this message have been removed]



     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebanget 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke