--- Begin Message ---
ini emang tentang lomba novel, bukan skenario. tapi sama2 bersangkutan ama
tulis-menulis.
jadi just FYI aja...
selamat hari Kamis,
sas ;)
----- Original Message -----
From: "Jonru" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 16, 2006 11:15 AM
Subject: [FLP] Ikutilah! Lomba penulisan novel yang aneh!
Ikutilah! Lomba penulisan novel yang aneh!
http://www.penulislepas.net/jonru/?p=41
Kata Bang Napi, waspadalah! Waspadalah!
Di dunia penulisan, banyak penerbit atau perusahaan tak jelas yang suka
mengirim publikasi ke milis-milis, menginformasikan bahwa mereka butuh
naskah, dan menerima naskah dari siapa saja.
Lucunya, mereka hanya mencantumkan alamat email, tanpa adanya identitas yang
jelas (alamat, nama perusahaan, nomor telepon, dan sebagainya).
Kita bukannya curiga, tapi berhati-hati tentu penting, bukan?
Bagaimana jika naskah anda jatuh ke tangan orang yang tak jelas? Apakah dia
orang baik? Apakah dia orang jahat yang hobi membajak karya orang lain? Tak
ada yang bisa memastikan, bukan?
Beberapa minggu lalu, sebuah email seperti ini masuk ke milis PenulisLepas.
Si pengirim mengaku dari perusahaan tertentu. Ketika ada anggota milis yang
bertanya, "Ini dari perusahaan mana, adakah nomor telepon anda?" Dengan amat
enteng dia menjawab, "Maaf, karena alasan tertentu kami tidak bisa
memberitahukan identitas kami."
Wah! Gile bener ini orang!
Dan kemarin, orang dengan jenis yang sama mengirimi saya email, meminta
tolong untuk mempublikasikan lomba penulisan novel di situs PenulisLepas.com
.
Karena dia juga tak mencantumkan identitas yang jelas, saya pun memintanya.
Tapi apa jawaban dia? Beginilah:
"Maaf saya tidak bisa memberikan nomor telephone kantor kami jika untuk
ditampilkan. Kami mempunyai alasan sendiri untuk tidak memberikan alamat
serta nomor telephone kantor kami. Selain itu kami juga takut jika peserta
mengirimkan surat ataupun menelephone kantor kami. Namun jika untuk urusan
pendataan di penulislepas.com kami bisa memberikan nomor telephone kantor
kami. Mohon di mengerti Pak.
Sekali lagi maaf.
Regards"
======
Waduh, please deh! Kenapa harus takut ditelepon oleh peserta lomba? Alasan
yang sangat aneh!
Dan jika dipikir-pikir, isi publikasi lomba mereka tak kalah aneh
sebenarnya:
Lomba penulisan novel (jakarta)
==> ingat ya.. ada kata "jakarta" di situ
Z***** publishing mengadakan lomba penulisan novel. Perlombaan ini dapat di
ikuti oleh semua kalangan. Adapun syarat2nya sbb :
1. Tema bebas
>> ya, oke kalau temanya bebas. Tapi apa tidak ditentukan novel ini untuk
remaja atau anak-anak atau dewasa? jenis drama atau misteri atau komedi atau
apa gitu? masa untuk lomba tak ada persyaratan seperti ini? Aneh banget!
2. Tidak mengandung SARA, pornografi, pornoaksi.
3. Panjang halaman minimal 150 halaman
===> ok deh, yang beginian sudah biasa! tak ada yang aneh.
4. Di ketik rapi 1,5 spasi, menggunakan font times new roman, 12 pt.
Kirimkan karya anda + Sinopsis + biodata lengkap via email z***** @
yahoo.com paling lambat 31 Januari 2007 (diperpanjang dari 31 November
2006).
===>> oh, kenapa harus dikirim via email? Apa mereka gak bakal mabok, jika
harus membaca ratusan novel via layar komputer? Mikir dong ah! Ini adalah
persyaratan lomba yang aneh bin ajaib!
Biasanya, untuk lomba novel, panitia hanya bersedia menerima naskah via pos,
karena mereka sadar bahwa membaca novel via layar komputer tentu amat
melelahkan. Satu novel aja bisa bikin teler. Apalagi jika mereka misalnya
menerima kiriman 500 novel dari 500 peserta lomba.
busyet dah!
Pengumuman pemenang via telephone tanggal 20 Maret 2007.
===> o, berarti publik tak akan tahu tentang pengumuman ini kan? Soalkankan
cuma via telepon.
Adapun hadiah2nya sebagai berikut :
===> eits. tunggu dulu..
sabar dong.
Gimana dengan nasib naskah para peserta? Akan diterbitkan di mana? bagaimana
dengan royaltinya? Bagaimana dengan ini dan itunya? Kok tidak dijelaskan
sama sekali?
Ini adalah informasi lomba yang aneh, sebab info yang ditampilkan sangat
minim. Sangat tidak memadai. Makin mencurigakan saja!
1. Juara I mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 20.000.000, sertifikat dan
mendapatkan voucher belanja 2.500.000
2. Juara II mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 15.000.000, sertifikat dan
mendapatkan voucher belanja sebesar Rp 1.500.000
3. Juara III mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 10.000.000, sertifikat dan
mendapatkan voucher belanja sebesar Rp 750.000
4. 3 juara harapan mendapatkan hadiah uang sebesar @ Rp 5.000.000,
sertifikat. dan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp 500.000.
===> wow! hadiahnya gede banget! Ini adalah lomba penulisan novel dengan
hadiah terbesar yang perrnah saya dengar.
Seharusnya, hadiah sebesar ini hanya mampu diberikan oleh sebuah lembaga
atau perusahaan besar, dengan sponsor yang besar pula.
Dan kalau mereka memang besar, seharusnya mereka dengan bangga menunjukkan
jati diri mererka. Tapi ini? Mereka malah sengaja bersembunyi.
benar-benar aneh!
Keanehan berikutnya:
mereka menyebutkan bahwa pemenang akan mendapat voucher belanja. Belanja di
toko mana nih? kok tidak disebutkan?
TUnggu apa lagi!!! Kirimkan karya anda sekarang juga.
===> saya menunggu kejelasan dari anda, tahu!
PS : Tidak diadakan surat-menyurat ataupun menanyakan telephone panitia
lomba, sebab Panitia lah yang akan menghubungi anda.
===> hiks. sok misterius amat sih loe!
Regard,
D*** M
===> ya, saya tahu. Itu adalah namamu. Tapi apa jabatanmu? Kenapa tidak
disebutkan?
Maka saya pun membalas emailnya tersebut dengan tegas:
Jika Pak D*** tidak bersedia mencantumkan alamat dan nomor telepon, mohon
maaf kami juga tidak bisa memuat publikasi dari anda.
Dan tahukah anda, apa jawaban dia? Ini dia:
Owh saya bisa mengerti. Nomor telephone perusahaan saya 031-5936***. Alamat
: Jalan Perum Menur Pumpungan No ** Surabaya Timur. Namun untuk mengirimkan
karya-karya cukup via email saja ya, Pak.
===> oke, untuk sementara saya lega.
Tapi eits.. tunggu dulu!!!
Di atas dia menyebutkan
Lomba penulisan novel (jakarta)
tapi kenapa dia kok memberikan alamat Surabaya? Apa maksudnya? Bisakah anda
memecahkan teka-teki ini? Hihihi..
Karena penasaran, saya pun menghubungi seorang teman di surabaya (maaf, demi
alasan keamanan, saya tidak bisa memberitahu nama teman tersebut. Kalau pun
anda tahu, mohon untuk tidak ditulis di sini ya. SImpan di hati saja) untuk
menelepon ke nomor di atas. Dia sudah menyanggupi.
Tapi karena tidak sabaran, maka barusan saya menelepon sendiri ke sana.
Interlokal gitu lho. Dari warnet, habis sekitar Rp 9.200. Tapi tak apalah,
demi memuaskan rasa penasaran saya.
Dan tahukah anda, apa yang saya dapatkan?
1. rumah tersebut adalah kediaman om agus dan mbak lili
2. itu adalah rumah tinggal biasa, tak ada perusahaan apapun di sana.
3. Si penerima telepon sempat menyebutkan bahwa rumah tersebut berada di
kompleks mana gitu (saya lupa). Tapi yang jelas, nama kompleksnya tidak sama
dengan alamat yang diberikan oleh si D***M itu.
Barusan, saya juga sudah men-trace IP address yang tercatat di email orang
tersebut. Dan hasilnya adalah:
descr: PT. Broadband Multimedia, Tbk
descr: Internet Service Provider
descr: Broadband and Multimedia Services
descr: Citra Graha Building 4th Floor
descr: Jl. Gatot Subroto Kav 35-36
descr: Jakarta - Indonesia
Oh, ternyata dia pake kabelvision Jakarta.
Artinya: dia ada di jakarta, bukan surabaya!!!
Nah, sekarang, silahkan anda menyimpulkan sendiri.
Saran saya cuma satu, mirip seperti saran Bang Napi:
Kejahatan bukan hanya terjadi karena ada pelakunya, tapi bisa juga karena
kita terlalu mudah percaya dan terpedaya pada ucapan atau trik jahat para
penjahat tersebut.
jadi, waspadalah! Waspadalah!
Jakarta, 16 November 2006
Jonru
http://www.jonru.net/
--- End Message ---