Bukan karena menumpang KM Senopati maka Zamara harus terapung-apung 
pada sebatang kayu di laut lepas. Tapi lebih disebabkan oleh ego 
pribadinya...

Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan semesta alam raya,
Kerlip Istana Bintang cetakan kedua diluncurkan ke laut perbukuan
Indonesia......Tok...Tok... Pyaar...!!
Semoga semua makhluk berlayar dalam samudra kebahagiaan.... (^_^)


jabat erat,
Mei Rose
www.mei-rose.blogspot.com


===================================================

Kilas balik (kaleidoskop):


APA YANG AKAN KAU LAKUKAN:
Bila Warna-Warni, kedua adik kembarmu membutuhkan biaya kuliah
sementara ibumu sakit-sakitan?
Bila Tessa, sahabatmu dikhianati dan diperalat oleh suaminya?
Bila Helga, sahabatmu yang lain selalu tertarik pada pria beristri?
Bila Tessa dan Helga, tak sadar tengah memperebutkan pria yang sama?
Bila hubunganmu dengan Island, sang pacar terhalangi oleh
rasa gengsi, ego, dan keterbatasan waktu?
Bila kau terkatung-katung sendiri di lautan dan maut mengintai?
Bila kau sendiri Zamara, ingin meraih cita-cita setinggi bintang?

Temukan jawabannya di KERLIP ISTANA BINTANG.

Sebuah novel fiksi yang dibumbui peristiwa-peristiwa nyata sejarah 
bangsa ini. Berkisah tentang kehidupan Zamara, seorang reporter 
berita di dalam meraih cita. Di tengah kesibukannya, Zamara yang 
periang ini masih peduli
dengan keadaan keluarganya yang serba kekurangan, ataupun teman-
temannya yang butuh pendampingan. Gadis ini selalu berupaya mencari 
pemecahan dari tiap permasalahan yang menghadang, bukannya lari 
menghindar. Sebuah kisah wanita yang berusaha untuk terus OPTIMIS 
dalam mengarungi lautan kehidupan yang kerap beriak dan 
bergelombang. Sambil terus belajar dan merenungi
tentang apa hakikat dari kehidupan ini sebenarnya.


Komentar-komentar:

Buku yang unik, lucu, dan asyik dibaca semua orang.
Selain sebagai hiburan dan pembelajaran hidup,
juga bagus disimak oleh mereka yang bercita-cita
sebagai seorang presenter.

- Magdalena Daluas, reporter TVRI -



Dalam bahasa yang renyah dan populer,
penulis berhasil menggambarkan profesi jurnalis
secara umum dan anchor secara khususnya.
Menarik... karena penulis mengajak untuk melihat
jauh, menerobos senyum dari muka ber-make up
dan kostum perlente seorang anchor...
di mana di balik itu semua, seperti halnya
manusia lain, mereka juga dihadapkan kepada
persoalan hidup dan usaha keras untuk meraih
semua itu...

- Meutya Hafid, reporter Metro TV -



Novel ini memukau karena pengarangnya mampu meramu
cerita dalam suatu adonan yang bernas: gurauan lucu,
kisah cinta, pengkhianatan, perjalanan karier, situasi politik,
kepongahan, dan egoisme, sampai pada perjuangan dan
perenungan hakikat kehidupan. Bahasanya mengalir lincah
dan terasa akrab....

- Wayan Sunarta, penyair dan cerpenis Bali -





http://meirose.multiply.com


Kirim email ke