kayaknya pernah ada yang nge-resensi film ya? gw resensi teater boleh yaaa ^_^
.... like a woman scorned" (from Icha Rahmanti's article, "High Fidelity") "Kunjungan Cinta" Karya : Friedrich Durenmatt Saduran & Sutradara : N. Riantiarno Produksi ke 111 dalam rangka 30 tahun Teater Koma, 1977-2007 Kota Goela yang bangkrut berharap banyak dari kunjungan seorang wanita kaya ke kota itu. wanita itu adalah Klara Zakanasian (Ratna Riantiarno), yang terkenal dengan kedermawanan dan 'prestasi'nya dalam berganti suami ;-p. Klara Zakanasian, dahulu adalah Klari Waser yang pernah tinggal di Goela sampai berumur 17 tahun. Ilak Alipredi (Butet Kertaradjasa), kekasih masa kecil Klara ditugaskan warga kota untuk mendekati Klara secara persuasif agar bersedia menyumbang untuk perbaikan perekonomian kota Goela. Klara Zakanasian ternyata tidak perlu di'lobby', Ia memang berniat menyumbang perekonomian kota kelahirannya....dengan satu syarat: Nyawa Ilak Alipredi. Sebuah rahasia besar pun terungkap, Ilak Alipredi dahulu pernah menghamili Klara Zakanasian namun Ia berusaha mengelak dari tanggung jawab dan menghadirkan dua saksi palsu di pengadilan yang mengakui bahwa mereka tidur dengan Klara. Klara yang terluka dan hamil tua pergi dari Goela dengan satu tekad, suatu saat dia akan kembali untuk menuntut keadilan. Klara terlunta2 dan menjadi pelacur, anaknya lahir dan dititipkan di panti asuhan, setahun kemudian anak itu meninggal. Klara kemudian bertemu dengan Zakanasian seorang milyuner minyak dan menikah dengannya. Sejak itu, Klara mewarisi kekayaan demi kekayaan seiring dengan pergantian suaminya. Ada luka yang tak bisa sembuh meski tergulung waktu 45 tahun, karena itulah Klara kembali. Kota Goela yang miskin dan bersahaja berjuang mempertahankan moralitas dengan godaan kenyamanan yg secara persuasif ditawarkan oleh Klara. "Kota Goela sebagai imbalan untuk satu pembunuhan, perkembangan ekonomi dari mayat seseorang" Mampukah hati yang hangat bertahan dengan sepatu rombeng, ketika sepatu2 kuning baru menari2 mencari pemiliknya. Tidak ada yang mau membunuh Ilak Alipredi demi uang, tapi semua orang berharap ada yang melakukannya. Secara keseluruhan pementasan Teater Koma kali ini benar-benar memukau, setting yang sangat to the details dan dinamis serta pemain-pemain cemerlang bnar2 memukau to the limit ^_^ Celetukan-celetukan Butet kertaradjasa seperti biasa memancing tawa spontan penonton, "Wah, kota kita modern ya sekarang, eh lihat! ada monorail....oh cuma tiangnya.."dengan gaya kalem. -Kiky Mizanie- January, 2007
