Pers Release
Launching Misteri Pedang Skinheald II
Awal Petualangan Besar
Novel Karya Anak Umur 14 Tahun, Tebal 660 Halaman
Kancah sastra Indonesia dalam beberapa tahun terakhir bukan
sekedar dikuasai kaum dewasa, tetapi anak-anak berusia belia pun sudah
memasukinya. Sederet nama penulis berusia muda bermunculan dan salah satunya
adalah A. Ataka Awwalur Rizqi murid kelas III SMP yang bermukim di Jogyakarta.
Sebagai wujud apresiasi dan untuk mendorong krativitas para penulis
muda, Bataviase Nouvelles Cafe-Galery bekerjasama dengan penerbit Copernican,
Jagad Media, dan Bulanglinggi, mengundang Anda untuk bersama-sama mendengar
kreativitas Ataka dalam mengurai imaji kanak-kanaknya menjadi sebuah karya
besar yang mengisi awal 2007.
Ataka yang dibesarkan di banyuwangi, Jawa Timur, kini tinggal bersama
orangtuanya di Jogyakarta. Ia belum pernah mengunjungi Eropa, benua yang
menjadi inspirasi khayalinya dalam menciptakan karya fiksi. Ataka menciptakan
sebuah negeri dongeng lengkap dengan mahluk-mahluk kyahali dan cerita fantastis
dalam serial bukunya Misteri Pedang Skinheald ini. Ketekunannya dalam menulis
terbukti dengan kemampuannya mencipta lima novel hanya dalam rentang waktu yang
singkat, tiga karya di antaranya sudah diterbitkan dan dua sedang dalam
persiapan naik cetak.
Jangan lewatkan kesempatan bertemu dengan Ataka secara langsung
dan mendengar bagaimana Arswendo, sastrawan yang dikenal melahirkan karya-karya
fenomenal seperti Senopati Pamungkas dan Keluarga Cemara ini mengupas karya
Ataka.
Pastikan kehadiran Anda di Bataviase Nouvelles Cafe-galery untuk
mengikuti acara kami:
Pemutaran Film Animasi (Sutradara: Sigit Aryansah)
Pameran Ilustrasi (Karya: Catur Ary)
Diskusi Fiksi Fantasi
Pembicara:
Arswendo Atmowiloto (Satrawan dan Praktisi Media)
A. Ataka Awwalur Rizqi (Penulis Novel Misteri Pedang Skinheald)
Host: Taufik Rahzen (Budayawan)
Sabtu, 17 Februari 2007, Pkl. 15.00-18.00 WIB.
(Khusus pameran ilustrasi 17-23 Februari 2007)
Café & Galeri Bataviase Nouvelles
Jl. Veteran I, No. 26 Jakarta
By: Copernican, Bataviase Nouvellese, Jagad Media, Bulanglinggi
Contacts Person:
MariaD. Andriana 021-3814107 e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Menik 081318517580 e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Faiz 0818466399 e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Ringkasan Misteri Pedang Skinheald II:
Apa jadinya jika dua orang manusia, seorang penyihir, seorang Elf (peri/jin),
dan Dwarf (manusia kate) bersatu dalam epik petualangan besar? Dengan
membentuk barisan Lima Sekawan, tiga ras mahluk berbeda tersebut membelah benua
Ethav Andurin untuk menyelamatkan dunia dari hitamnya kejahatan Baron, Topeng
Kematian, Sepuluh Setan, dan Gilford sang Jendral Kegelapan. Selain itu, dari
Burton menuju pulau Fa, perjalanan Lima Sekawan juga dihadang oleh gerombolan
Goblin yang kejam dan licik serta sadisnya para Canibalic Man.
Novel Misteri Pedang Skinheald II Awal Petualangan Besar ini, akan membawa
kita pada pilihan-pilihan keputusan Lima Sekawan dalam menghadapi peliknya
kehidupan dunia antah berantah. Sebuah dunia yang berisi berbagai macam ras dan
mahluk dengan karakter yang berbeda-beda seperti: manusia-manusia penggosip
yang hidup di kota Hurton dengan walikotanya yang bodoh; penduduk Mariatta yang
beradab, santun, ramah dan sangat mencintai tradisi masa lampau; penduduk desa
Tron yang suka mencatat sejarah desa; Kaum Dwarf, yang mencintai kesenian dan
gandrung akan seni bangunan tata kota; Golongan Elf yang terkenal dengan seni
pembuatan pedang; Dark Elf, mahluk kutukan yang dipimpinan King dan bisa bicara
dengan burung karena mempunyai sihir tingkat tinggi; mahluk-mahluk buas di
Padang Rumput dekat Pegunungan Mentari; Thel, manusia Kucing Laut yang jujur
dan tidak bisa berbohong; Ava si manusia naga; Utward, mahluk Gostmorgana yang
tidak bisa mati; Falcon dan Filder, burung-burung
raksasa seperti naga yang dimanfaatkan oleh golongan penyihir hitam dan
mahluk-mahluk antah berantah lainnya.
Sementara Robin, yang mulanya hanya guru muda di sekolah biologi Ayo Bertanam
Singkong, dan karena angka kelahirannya membuat dirinya terseret ke dalam
peperangan besar membasmi kejahatan karena dialah satu-satunya manusia yang
ditakdirkan sebagai pembuka segel Pedang Skinheald. Lalu bisakah Eric, sang
Kesatria Selatan dan Hayflay penyihir Putih Kelabu, juga Alva (Elf), serta Oni
(Dwarf), mengawal Robin sampai ke pulau Fa untuk membuka segel Pedang Skinheald
di atas bukit Launcher?
Ya, Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (Ataka), penulis cilik berumur 14 tahun yang
masih duduk di kelas IX, SMP 5 Yogyakarta, begitu cermat, detail, dan dramatik
mengisahkan epik petuangan besar Lima Sekawan dalam novel Misteri Pedang
Skinheald II yang tebalnya sampai 660 halaman.
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.