Salam, 
   
  Sahabat, jika sempat silahkan hadiri diskusi buku Andrea Hirata: tentang 
novel Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, tentang novel terbarunya Edensor, dan 
tentang Tetralogi Laskar Pelangi, 
   
  di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok,
  Rabu, 25 April 2007
  Pk.12.30-14.30
  Bersama Andrea Hirata, Ibnu Wahyudi (FIB UI) dan M.Yoesoef (FIB UI)
   
  Artikel dibawah dari news.indosiar dan harian Kompas juga memuat info tentang 
Edensor dan acara di atas.
   
  Everyone is invited
   
  Salam
  Renjana
   
  Edensor, Si Ikal di Negeri Orang
  http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=60731, Jumat, 20 April 2007
   
  "Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, 
menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup 
berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang 
ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan 
kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul 
uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, 
terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan." 
  "Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan 
orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang 
gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar 
matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin 
kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin 
merasakan sari pati hidup!" 
  Demikian, petikan dari novel terbaru Andrea Hirata yang berjudul Edensor, 
buku ketiga dari rangkaian empat novel yang dinamakan Tetralogi Laskar Pelangi 
(Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov). Novel keempat 
sekaligus penutup dari rangkaian tetralogi tersebut yaitu Maryamah Karpov, saat 
ini sedang dalam tahap penyelesaian.
  Berbeda dengan setting cerita Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Edensor 
mengambil setting di luar negeri saat tokoh-tokoh utamanya, Ikal dan Arai 
mendapat beasiswa untuk sekolah di Inggris dan Perancis. Dalam novel Edensor, 
Andrea semakin mapan dengan ciri khasnya, mengelola kisah ironi menjadi parodi 
dan menertawakan kesedihan dengan berbalut pandangan-pandangan yang penuh 
intelejensia tentang culture shock ketika kedua tokoh utama tersebut (yang 
berasal dari pedalaman Melayu di Pulau Belitong) tiba-tiba berada di Paris. 
Seperti novel-novel Andrea sebelumnya Edensor memiliki kekuatan filosofis yang 
menebarkan semangat dan inspirasi bagi pembacanya. 
  Novel-novel Andrea ditulis dengan gaya realis dan berhasil mencuri perhatian 
masyarakat secara luas melalui kekuatan cerita, pesan-pesan moral, dan metafora 
yang memikat. Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi tercatat sebagai novel-novel best 
seller saat ini, bahkan novel Laskar Pelangi merupakan novel Indonesia pertama 
yang mampu mencapai best seller di luar negeri dan akan segera pula difilmkan. 
  Meskipun mengaku tidak memiliki latar belakang sastra, namun sebagaimana ciri 
khas orang Melayu, Andrea terbiasa mendengarkan cerita dari para orang-orang 
tua di kampungnya, yang bercerita tentang sejarah dan cerita-cerita klasik 
Melayu Belitung. 
  Namun, saat ia meluncurkan novel pertamanya Laskar Pelangi, Andrea Hirata 
Seman, sarjana lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan S2 dari 
Sheffield Hallam University, Inggris, tak pernah berpikir namanya akan menjadi 
pembicaraan orang terutama dari komunitas buku. Menurut pemuda kelahiran 24 
Oktober ini, awalnya dia hanya ingin menjadi ekonom yang dapat menularkan 
ilmunya bagi bangsa dan negaranya. Seluruh novel yang ditulisnya terinspirasi 
dari kisah nyata atau memoar dari kehidupannya sendiri. 
  Ingin tahu lebih jauh tentang Andrea Hirata dan novel terbarunya ? Datang 
saja ke Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Kampus Depok pada Hari 
Rabu, 25 April 2007, Pukul 12.30-14.30 WIB. Disana Andrea akan mendiskusikan 
Edensor, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Tetralogi Laskar Pelangi dengan 
pembicara pendamping Ibnu Wahyudi dan M.Yoesoef dari Fakultas Ilmu Budaya, 
UI.(Indjul/his)
   "Edensor", Gegar Budaya Di Negeri Orang - Jumat, 30 Maret 2007 
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/30/jateng/50836.htm
   
  Jumat, 30 Maret 2007 
  
"Edensor", Gegar Budaya Di Negeri Orang 
  Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan 
orang-orang asing." Cukilan dari novel Edensor ini tidak lain merupakan luapan 
keinginan salah seorang tokoh bernama Arai yang akhirnya bisa terlaksana ketika 
dia bersekolah di luar negeri. Cerita dalam buku ini tidak lain merupakan 
pengalaman pribadi yang diangkat leh sang penulis, Andrea Hirata ketika 
menuntut ilmu di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis. Novel Edensor yang 
akan terbit sebulan lagi ini merupakan buku ketiga dari tertralogi novelnya, 
yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov……
  Terlepas dari hal ini, Andrea mengatakan ada daya tarik yang ingin 
dimunculkannya, yaitu karya sastra yang mampu membahasakan persoalan keilmuan 
dengan bahasa yang menarik dan hidup. (AB1) 
   
   
   
   
   
   
   
   

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke