Kenalkan, Pahlawan Saya.
Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya masih SMP kalau nggak salah -- lagi
senang-senangnya menggandrungi bintang film Asia dan membeli berbagai majalah
yang memuat profil mereka saya menemukan artikel mencengangkan tentang
sepasang gadis kembar siam yang hidup dengan satu tubuh.
Waktu itu, nama mereka hanya ditulis sebagai Evy dan Betty. Tidak ada
keterangan lain, yang ada hanya uraian mengenai kisah sepasang keajaiban ini,
yang tidak terlalu panjang karena mereka masih berusia 5 tahun. Tulisan dan
foto-foto di sana sangat menyentuh hati sehingga saya menyimpan majalah itu
secara terpisah. Bertahun-tahun kemudian kecintaan saya terhadap aktor-aktor
Asia memudar, sehingga saya menyingkirkan koleksi majalah yang berdebu itu.
Tapi artikel tentang Evy dan Betty tidak saya buang. Saya simpan dan masih ada
hingga kini.
Selama bertahun-tahun, saya senang mengeluarkan potongan artikel itu,
membacanya ulang, mengamati foto-foto di dalamnya, dan mereguk berbagai
inspirasi dari kehidupan sepasang kembar yang unik ini.
Salah satu yang paling menyentuh hati saya adalah komitmen mereka berdua
untuk tidak mau dipisahkan melalui operasi. Kenapa? Karena jika pembedahan
dilakukan, salah satu di antara mereka akan meninggal, dan yang lainnya hidup
cacat. Mereka ingin tetap bersama selamanya. Gadis-gadis cilik ini tahu mereka
tidak akan pernah lepas dari tatapan (bahkan celaan) orang, namun toh mereka
ingin terus menjelang hidup. Mereka punya cita-cita dan impian layaknya
gadis-gadis kecil lain, dan mereka ingin menggapainya berdua.
Berkali-kali saya bertanya dalam hati, gimana kabarnya ya mereka sekarang?
Masih hidupkah, atau sudah
ah, saya tidak mau memikirkan itu. Mudah-mudahan
mereka masih hidup, dan tentunya sudah beranjak besar. Kalaupun sesuatu yang
buruk terjadi, lebih baik saya tidak usah tahu. Karena saya ingin mereka tetap
eksis dalam ingatan saya. Saya ingin tetap merengkuh inspirasi dari dua bocah
yang lucu-lucu itu.
Semalam, ketika menunggu seorang teman di warnet, iseng-iseng saya membuka
e-mail. Ada 1 e-mail yang membuat jantung saya berdegup lebih kencang. Judulnya
Girl With Two Heads. Saya membuka e-mail tersebut, dan langsung menemukan
jawaban atas rasa penasaran saya selama bertahun-tahun.
Itu dia. Evy dan Betty.
Mereka masih hidup. Dan sudah tumbuh dewasa.
Selama beberapa menit saya hanya memelototi gambar-gambar pada attachment
dengan kegembiraan meluap-luap. Hanya 3 kata itu yang berulang kali singgah di
otak saya: Mereka masih hidup.
Nama sepasang kembar siam itu Abigail Loraine Hensel dan Brittany Lee Hensel.
Mereka tinggal di Amerika Serikat dan tahun ini genap berusia 17 tahun. Bocah
imut-manis-menggemaskan yang saya lihat di artikel itu sudah menjelma jadi
gadis remaja yang cantik dan percaya diri.
Saya menatap mata mereka. Di situ masih tersimpan harapan yang sama; mereka
akan terus menjelang kehidupan berdua. Tak terpisahkan.
Ketika kembali ke rumah, dengan kalap saya mengconnect internet dan membuka
Google. Saya menemukan lebih banyak foto (yang langsung saya save di PC dengan
eforia berlebihan) dan terus memandanginya. Tersenyum-senyum mirip orang gila
dan mengamati foto-foto itu seolah saya bisa bicara kepada mereka.
Evy dan Betty bukan, Abigail dan Brittany--, teruslah hidup. Teruslah
memberi inspirasi. Kita tidak saling kenal, namun kalian telah menularkan
semangat dan makna baru dalam diri saya. Saya ingin kalian tetap hidup. Bahagia
berdua, selamanya, sampai maut menjelang.
Akhirnya, saat hendak mengetikkan beberapa address untuk memforward email
tersebut, saya tercenung. Saya menghapus judul yang tertera di sana --Girl
With Two Headsdan menggantinya dengan Two Heads, One Body.
Abigail dan Brittany bukan hasil rekayasa alam yang gagal; juga bukan
makhluk aneh. Mereka sama seperti saya; seperti kita semua. Yang membedakan
hanya, mereka telah belajar arti kehidupan sebelum Anda dan saya memahaminya.
-Jenny Jusuf-
www.jennyjusuf.blogspot.com
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.