Kalo soal kemungkinan novel dibajak sih tetap ada, kita gak bisa memungkiri hal itu. Tapi ya mo gimana lagi... Kita berprasangka baik aja, karena gak semua penerbit juga curang, lebih banyak penerbit yang baik2 kok. Karena itu harus pinter-pinter aja milih penerbit. Pilih penerbit yang kita rasa punya kredibiltas tinggi serta alamat yang jelas, jadi kalo ada apa2 bisa gampang dihubungi. Umumnya penerbit2 besar seperti Gramedia, Gagas Media, KataKita dsb-nya cukup bisa dipercaya. Tapi konsekuensinya kalo masukin naskah ke penerbit2 besar adalah waktu yg lama untuk tau kabar naskah kita bisa diterbitin atau nggak. Soalnya kan naskah yang masuk kesana pasti gak sedikit, jadi harus antri untuk dibaca dan dinilai.
Khusus untuk penerbit GPU (Gramedia Pustaka Utama) setelah naskah kita sampai ke mereka, kita bakal dikirim surat pemberitahuan kok kalo naskah udah sampe. Surat itu bisa juga dijadikan sebagai tanda terima, atau bukti otentik. Tapi sekali lagi, kita hanya bisa berprasangka baik aja dan berdoa semoga naskah kita gak dibajak (selain berdoa supaya bisa diterbitin). Itu emang salah satu resiko kalo menyebar naskah ke umum.

Ada dua pendapat soal mengirim naskah ke beberapa penerbit sekaligus. Ada yg bilang etis, ada yang nggak. Kalo aku sih liatnya bukan dari segi etis atau nggaknya, tapi dari sisi kepraktisan dan waktu. Mengirim naskah lalu menunggu kabar dari penerbit bermacam-macam waktunya. Ada yang sebentar aja udah dapet kabar soal nasib naskahnya (sekitar 1-2 bulan), tapi ada juga yang berbulan2 belum mendapat kabar dari penerbit. Biasanya rata2 setiap penerbit ngasih jangka waktu 3-4 bulan untuk setiap naskah, tapi gak jarang juga waktu itu terlampaui, karena berbagai hal seperti banyaknya naskah yang masuk dan harus mereka nilai, jumlah editor yang ada, serta kesibukan masing2 editor juga. Nah kalo misalkan setiap penerbit ngasih jangka waktu 4 bulan aja untuk ngasih kabar naskah kita, lalu kalo misalnya ditolak kita baru ngirim ke penerbit lain, berarti dalam satu tahun kita hanya bisa ngirim naskah ke 3 penerbit aja. Menurutku itu sangat gak efisien dan lama, karena jumlah penerbit itu banyak sekali. Itu kalo setiap penerbit tepat waktu 4 bulan, pada kenyataannya sih biasanya lebih lama (apalagi penerbit gede kayak GPU, bisa sampe 6 bulan baru ada kabar). Bisa keburu tua nunggu naskah kita diterbitin :-)
Sama aja kalo kita ngelamar kerja ke kantor2/perusahaan. Kalo kita harus nunggu jawaban dari lamaran kita baru ngirim lamaran ke perusahaan lain, ya gak efektif lah..
Jadi menurutku sih sah2 aja ngirim satu judul naskah ke beberapa penerbit sekaligus, seperti juga kita ngirim lamaran pekerjaan. Jadi kita gak mengharapkan jawaban dari satu penerbit aja. Yang penting, saat naskah kita diterima di salah satu penerbit, kita harus cepat memutuskan apakah akan diterbitin disitu atau nggak, jangan nungu2 jawaban dari penerbit lain, itu akan membuat mereka merasa gak dihargai dan gak diutamakan. Dan  Kalo kita memutuskan nerbitin di salah satu penerbit, jangan lupa mengirim pemberitahuan penarikan naskah kita ke penerbit lain yg kita kirimi naskah disertai permintaan maaf karena naskah kita udah diterbitkan di penerbit lain.

Setahuku, untuk novel sebagaian besar penerbit sekarang ini memakai system royalti. Jarang banget yg pake system jual putus. System jual putus biasanya dipake di Cerpen, artikel, atau buku2 non fiksi yang melibatkan lebih dari satu penulis.Syetem royalti dianggap lebih menguntungkan, baik dari sisi penerbit dan penulis.
Pembayaran royalti dilakukan setiap beberapa bulan sekali. Kebanyakan 6 bulan sekali, ada juga yang 3 bulan sekali, tergantung system yg berlaku di penerbitnya aja. Beberapa penerbit ada yang memberikan uang muka (DP) pada penulisnya saat bukunya baru aja diterbitin, maksimal 25% dari keseluruhan royalti cetakan pertama buku itu.





Bambang wrote:

Sebelumnya terimakasih banyak atas penjelasannya yang panjang lebar itu.
saya tinggal di Samarinda dan kebanyakan penerbit ada di jawa sehingga saya harus mengirimnya. yang menjadi pertanyaan saya apakah tidak ada kemungkinan novel saya diterbikan namun bukan atas nama saya (dengan kata lain dibajak). dalam hal ini saya tidak mempunyai bukti outentik ketika saya menempu jalu hukum misalnya. jadi apa yang harus saya lakukan untu meminimalisir hal tersebut.
(saya kebetulan di kantor saya, untuk level saya (yg tidak punya jabatan) tidak bisa mengakses internet. fasilitas yng saya dapat adalah outlook saja sehingga hanya bisa email saja tanpa bisa browsing oleh sebab itu saya nggak tahu pertannyaan saya ini terjawab di www.novelku.com)
selain itu apakah etis mengirim ke beberapa naska ke beberapa penerbit?
mungkin pertanyaan berikut terlalu jauh......
saya mengenal sistem royalti dan jual putus(menjual naskah tanpa dapat royalti). untuk royalty, kapan kita mendapatkan bayaran kita? sedangkan sistem jual putus, berapa idealnya harga sebuah naskah dan apa saja yg mempengaruhi nilai jual sebuah naskah
 
thx sebelumnya
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, May 23, 2007 2:50 PM
Subject: Re: [cerkit] tembus penerbit

Berhubungan pertama kali denagn penerbit gampang kok. Setelah naskah selesai, print naskah kamu dan jilid yg rapi, lalu kirim lewat Pos/paket ke penerbit yang kamu mau (alamat tiap2 penerbit biasanya ada di buku2 terbitan mereka). Ato kalo kamu mau naskah kamu bisa diantar sendiri kesana (kalo penerbitnya satu kota dengan kamu). Setelah itu tinggal tunggu kabar deh apa naskah kamu bisa diterbitin jadi novel atau nggak. Jangan lupa cantumin alamat yg jelas dan no telp/HP kamu biar gampang dihubungi (plus email bila perlu)

Rata2 panjang naskah novel untuk penulis pemula sekitar 80-150 halaman A4, diketik 1,5 spasi dengan huruf standar (times new roman 12 pt atau arial 11pt). Jumlah halaman bisa kurang atau lebih, asal jangan kebanyakan aja.

untuk lebih jelasnya soal penulisan dan penerbitan naskah jadi novel bis akamu baca di website pribadiku, www.novelku.com :-)   udah aku tulis semua kok disana plus beberapa tips menulis dari penulis lain/editor



Bambang wrote:
ada yang bisa bantu saya nggak? saya tengah menyelesaikan 3 novel dan berencana menerbitkannya. tapi saya belum pernah berhubungan dengan penerbit sama sekali sehingga saya tidak tahu prosedurnya. selain itu saya juga belum tahu berapa halaman idealnya sebuah naskah novel.  ada yang bisa bantu nggak?

Kirim email ke