BER-EMPATI ITU SANGAT DIPERLUKAN! Fiyan Arjun Bagaimana perasaan Anda bila rekan bisnis Anda bangkrut? Tetangga dekat mengalami musibah? Dan kawan Anda sedang mendapatkan masalah? Sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang tidak memiliki kepedulian terhadap Anda khususnya. Dan pada umumnya kepada orang lain. Apa yang Anda lakukan? Mungkin dibenak Anda akan timbul rasa untuk membalasnya. Mensyukuri dan tidak peduli dengan apa yang mereka alami. Atau, lebih familiarnya sering para anak ABG katakan EGP : Emang Gue Pikirin! Apabila hal itu terlintas dibenak Anda, saya tidak menyalahkan Anda dan tidak terlalu naif. Itu lumrah sebagai seorang manusia yang pernah dilukai oleh mereka. Namun hal itu janganlah menjadi bumerang Anda dan larut dalam diri Anda. Itu sangat tak terpuji! Biar bagaimana pun mereka adalah bagian dari Anda. Bagian Anda sebagai makhluk sosial yang perlu saling membantu dan memberi pertolongan. Itu tak bisa dipungkiri! Karena sebagai seorang makhluk ciptaan Tuhan rasanya rasa kepedulian Anda masih tersimpan disanubari Anda. Bukankah begitu? Eugene Benge pernah mengatakan hal itu.Belajarlah sebagai orang yang dapat memberikan perhatian, maka Anda pun segera menerima maafaatnya. Orang yang hanya menerima tidak pernah menrima apa-apasedangkan orang yang mau memberi justru akan selalu menerima sesuatu. Untuk itu mari Anda cermati tentang empati sendiri. Apa itu empati? Apakah ia makanan penuh protein? Atau, nutrisi pununjuang kesehatan Anda yang sedang lemah? Entahlah Anda simak dan cermati sendiri saja sendiri apa itu empati? Menurut Daniel Goleman yang menulis buku Kecerdasan Emosional empati adalah kemapuan memahami dan turut merasakan perasaan orang lain. Dengan kata lain empati sudah termasuk simpati, tetapi simpati belum empati. Karena walau kata tersebuat sanga erat kaitannya tetapi berbeda pemaknaannya. Apakah itu penting?? Penting atau tidak sebagai mahkluk yang berbudi luhur tentunya manusia memiliki hati nurani. Bahwa itu sangat penting dan sangat diperlukan! Dalam hubungan sesama manusia (hablumminnas) kalau Anda tidak bisa berempati dengan orang lain, amat besar kemungkinan orang lain tidak akan sudi dan tidak betah berlama-lama menjalin relationship dengan Anda. Bagaimana tidak? Lha wong saat mereka tertimpah musibah dan cobaan, justru Anda bahagia diatas penderitaan orang lain dan saat mereka bahagia Anda seperti cacing kepanasan. Geleser sini geleser sana! Mencari kambing hitam (kasihan tuh kambing hitam sering dibawa-bawaJ). Manusia mana pun pastinya ingin berkawan dengan yang bisa diajak happy (ini sih jangan dibilang siapa sih nggak mau diajak hapyy fun. Iya nggak?) dan terutama sedih bersama-sama (kalau ini sih kayaknya sangat langkah dehJ). Seperti anekdot peribahasa yang saya sering dengar. Berat sama dipkikul, ringan sama dijinjing. Bukan ringan sama dijinjing, kalau berat elo aja yang pikul sendirian seperti dikejar maling. Seberapa penting Anda berempati pada orang lain, maka sejauh itu itulah Anda bisa menjadi orang baik untuk mereka. Empati adalah perwujudan kasih sayang sesama manusia. Imajinasikan sendiri oleh Anda bila didunia ini wajah-wajah yang tidak memiliki tirani (diktator) dan tidak peduli dengan sesama bahkan bengis bangkit ke dunia ini yang penuh kedamaian ini. Semacam : Adolf Hitler (Jerman), Ferdinad Marcos ( Filiphina) bahkan Raja Firauan yang mengakui dirinya sebagai Tuhan itu kembali datang ke muka bumi ini. Dunia ini tidak akan ada memilki rasa empati, tidak ada persahabatan, keakaraban, kasih sayang, cinta dan keadilan. Anda akan tumbuh menjadi manusia yang kaku, strict, intoleran, bahkan tak memiliki rasa kemanusiaan sedikitpun. Naudzubillahi mindzalik! Semoga- manusia-manusia itu tidak ada didunia ini yang penuh dengan rasa kasih sayangnya. Pastinya berempati saja baik untuk ukuran manusia, tapi juga dipandang baik oleh agama. Bahkan ini lebih utama. Buat apa Anda berbuat baik bila dipandang buruk oleh Tuhan. Anda menanamkan sikap empati tidak lain sebagai bagian dan menghiasi diri dengan perbuatan terpuji sesuai perintah agama. Lydon Johson pernah mengungkapkan, Anda dapat mengusir begitu saja, tetapi kenyataannya cukup sulit meminta ia pergi dari benak atau hati Anda. Empati itu wujudnya luas. Tidak iri kepada orang lain juga bentuk empati Anda pada sesorang. Empati janganlah diartikan sebagai basa-basi, tapi harus datang dari lubuk hati. Keikhlasan hati Andalah yang akan memastikan kwalitas diri Anda dihadapan Tuhan. Mari milikilah segera rasa empati sekarang juga. Pupuklah rasa care dan attention terhadap orang lain disekitar Anda, baik yang Anda kenal maupun yang belum. Karena kebaikan akan membuat semua menjadi kawan Anda dan juga menjadikan Anda manusia cinta terhadap sesama. Semoga! Kebaoran Lama, Juni 2007 Fiyan Arjun http://sebuahrisalah.multiply.com Ketika rasa emapti didunia ini sangat langkah! --------------------------------- Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out.
