M. ICHSAN SHANY, NAMANYA!
  Fiyan Arjun
   
  Setelah tiga hari berjibaku mencari-cari nama yang baik untuk dirinya 
akhirnya Allah memberikan jalan juga untuk mereka yang telah bersusah payah 
mencarinya. Ya, mencari nama tak segampang mencari ayam yang hilang. Kalau 
hilang dapat di beli kembali di pasar atau pun di kampung-kampung. Namun soal 
yang satu ini sangatlah beda bahkan sangatlah riskan. Tak sembarangan orang 
memberikannya. Nama adalah doa! 
   
  Ya, susahnya mencari nama untuk seorang anak manusia yang baru tiga hari itu 
menghirup udara di dunia fana ini. Sebuah nama untuk diberikan untuk makhluk 
kecil yang bernama seorang anak manusia itu. Agar kelak nanti makhluk kecil 
yang lucu sekaligus menggemaskan itu memiliki sebuah nama panggilan!
   
  Padahal baik dari ayahnya, notabene  kakak laki-lakiku (baca: abang) maupun 
dari pihak mertua-nya itu sudah banyak mengumpulkan referensi nama-nama yang 
pantas untuk dilekatkan kepada keponakan itu. Keponakanku yang lahir berjenis 
kelamin laki-laki dengan berat badan 3,5 kg dan memiliki panjang 49 cm dengan 
cara lahir di operasi caesar itu.
   
  Bukan itu saja kelahirannya pun sungguh amat begitu lucu. Biasanya seorang 
anak manusia yang baru lahir ke dunia ia akan menyerupai paras orang yang 
sangat dekat kepadanya baik itu secara lahiriah maupun bathiniah. Menyerupai 
entah itu bisa ayahnya maupun ibunya yang telah mengadungnya selama sembilan 
bulan dan juga yang melahirkannya itu. Seperti sebuah tamsil lama “buah jatuh 
tidak jauh dari pohonnya.” Tapi ini tidak? Ini malah menyerupai keponakanku 
yang membuat aku narik urat setiap kali aku mampir ke rumahnya. Ia mirip sekali 
dengan keponakanku, anak dari kakak perempuanku (kakak kandung) yang ke tiga. 
Baik mirip dari matanya juga rupanya. Namun bagiku itu tak menjadi masalah 
nanti seiring waktu berjalan ia juga akan berubah dan menuruni sifat kedua 
orangtuanya serta parasnya. Bagiku keponakanku yang ke delapan ini lahir dengan 
selamat dan tak ada cacat secara pisik apa pun aku sangatlah bersyukur 
kepadaNya. Bukankah itu yang harus diingat oleh seorang manusia yang
 bersyukur atas karuniaNya? Ku harap begitu!
   
  “Yan, tolong carikan nama buat anak abang, nih,” ujar kakak laki-laki suatu 
hari memberitahukan kabar bahwa anaknya sampai saat itu belum diberikan nama. 
Padahal saat itu aku sedang membaca buku “Zero To Hero” karya   penulis : 
Solikhin Abu Izzudin.
  Aku yang mendengar ucapan dari kakak laki-lakiku itu jadi heran bercampur 
lucu. “Kok susah amat cari nama aja! Asal comot juga udah jadi,” gumamku 
spontan. 
   
  Entah aku juga bingung kok susah sekali ya mencari sebuah nama yang cocok 
untuk keponakanku itu. Padahal sudah banyak nama-nama yang sudah terkumpul. 
Baik itu mengambil dari buku mencari nama-nama  yang Islami samapi mereka-reka 
ada yang bernama M. Siddique, M. Alif. M. Ibrahim, M. Sukarno dan M. Rizki 
(konon menurut mertua kakak laki-laki itu namanya harus dimulai huruf M : 
Muhammad biar nanti selama hidupnya mengikuti jejak Rasullulah, nabinya itu). 
Semoga Allah MengabulkanNya!
   
  Apalah artinya sebuah nama kata punjangga Inggris, William Shakespear. Tapi 
dalam kultur Islam mengajurkan agar manusia memberikan nama yang memiliki arti 
baik kepada keturunannya masing-masing. Atau, merajuk pada nama-nama Allah 
dalam Asmaul Husna yang memiliki sifat sembila puluh sembilan itu.
   
  Begitu juga dalam kultur Jawa. Orang jawa yang memberikan nama kepada anaknya 
(keturunannya) bernama Slamet pada anaknya. Maka kedua orangtuanya itu berharap 
dan menginginkan agar nanti sang anak itu di kehidupannya nanti selalu selamet. 
Baik selamet dari dunia maupun dari api neraka pada akhir zaman nanti. Semoga 
Allah MengabulakanNya!
   
  Memang kalau menarik “filsafah nama” itu sekarang juga diadopsi oleh psikolog 
kontemporer yang menangani masalah motivasi diri. Dalam pelatihan motivasi dari 
NAC (Neuro Associative Conditioning) Systim, juga telah memberikan anjuran 
kepada orangtua untuk memberi nama yang baik untuk diberikan kepada 
anak-anaknya maupun keturunannya. Karena menurut penelitian nama dan panggilan 
secara psikologis akan membentuk prilaku dan masa depan seseorang. Entah itu 
mitos atau apa aku juga tak begitu mengetahuinya. Wallahualam! 
   
  Tiga hari sudah kakak laki-lakiku dan mertuanya berkutat mencari nama untuk 
seorang anak manusia itu. Akhirnya Allah memberikan kemudahan untuk anak 
pertama kakak laki-lakiku dan juga cucu yang kelima bagi mertua kakak laki-laki 
itu kini telah berbuah manis. Mereka yang telah maksimal bersusah payah mencari 
sebuah nama akhinya mendapatkan sebuah nama untuk makhluk kecil yang lucu dan 
sekaligus menggemaskan itu. Yup, M. Ichsan Shany. Ya, sekarang keponakanku itu 
sudah memiliki nama kesayangan dan juga sangat berarti. Nama hasil penemuan 
jerih payah orang-orang yang mengasihi dirinya. 
   
  M. Icshan  Shany, namanya!
  Sekarang keponakanku itu sudah memiliki nama. Nama yang diberikan oleh 
kakeknya dengan bersusah payah. Dan juga sekarang aku atau yang lainnya tak 
memanggil dirinya dengan sebutan Entong atau Tong . Sebutan untuk anak 
laki-laki yang belum diketahui namanya atau yang belum diberi nama (baca: 
Entong/Tong panggilan anak laki-laki dikeluraga kami (Betawi)).
   
  M. Ichsan Shany atau Shanny, itulah panggilan keponakanku itu. Ya, semoga 
saja ia bisa memberikan kebahagian dan kedamaian untuk kedua orangtuanya 
khususnya dan umumnya untuk orang-orang yang mengasihi dirinya. Semoga kedua 
orantuanya tambah bersabar bila diberikan ujian oleh TuhanNya agar bisa 
melewati itu semua.
   
  Shany…Shany…Shany…Itu panggilan kesayanganku untuk keponakanku yang aku 
sayangi. Tapi kok mirip ya dengan judul lagu itu...Judul lagu yang dibawakan 
oleh Bunga Citra Lestari? Ya, walau dari segi pelafalan atau lafadznya sama 
persis dan beda dari segi alfabet  bila di lihatnya. Namun aku harap itu 
hanyalah faktor suatu kebetulan saja tak ada unsur kesengajaan. Bukankah 
begitu? Shany, itulah nama keponakanku yang baru saja memiliki nama baru dan 
juga seorang anak manusia yang baru mengijakkan kakinya di bumi Allah ini. Dan 
tidak lupa aku doakan semoga engkau menjadi anak yang berbakti dan shaleh serta 
bersyukur atas karunia-Nya walau pun apa yang terjadi. Bertabah dan bersabar 
engkau wahai keponakanku yang aku sayangi….
  Cipulir 26 Juni 2007
  Tulisan ini kupersembahkan untuk keponakanku yang baru saja memiliki nama 
baru! Doakan ya Shany agar kedua orangtuamu sabar dalam menghadapi cobaan ini! 
Amin… 
   
   
     
   
   

       
---------------------------------
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
 in the all-new Yahoo! Mail Beta. 

Kirim email ke