Waaah, mas Gilang, selamat ya, udah bisa nulis naskah drama... soalnya
di zaman dahulu kala, saat saya masih berkelana di kampus dan masih
bangga dengan embel-embel mahasiswa, nulis naskah drama adalah suatu
"keajaiban".... 
pernah, suatu ketika kami berbondong2 nonton sebuah pegelaran drama di
kampus karya salah satu pergelaran drama... wah, itu drama keren
banged!!! pokonya tak terlupakan lah, dari mulai aktor n aktrisnya,
property, setting, lighting, dlsb.. kerreeeen banget..
setelah kami tanya dapur rahasianya, ternyata semua itu berawal dari
sebuah naskah drama...
Pas dibaca, YUp, naskahnya emang mendetail banget... bener2 ngebantu
berbagai atribut drama dalam melaksanakan pementasan dari mulai proses
persiapan mereka...
Wah, ini artinya... nulis drama tuh nggak bisa main2 dan perlu
dipertimbangkan bagaimana bentukan panggungnya... dengan kata lain,
penulis naskah drama harus punya penerawangan (cieh!), atau punya
visualisasi alias gambaran panggung tentang apa yang ditulisnya... dia
harus bisa membayangkan hal-hal yang nanti bakal ada di panggung,
meskipun pada akhirnya semua itu bakal difiltrasi lagi sama OM
Sutradara.....
Jadi, kalo ada yang bilang kalo bikin naskah drama itu gampang, ya,
mungkin bagimereka emang gampang.... tapi, hal yang sulit adalah
membuat naskah drama tersebut bener2 pas buat dipanggungin..
Yaa... emang sih, kalo menurut Pak Hasanudin dalam buku tentang drama
tulisannya (judulnya lupa) drama tuh emang disebut sebagai karya 2
dimensi.... yaitu 1) sebagai genre karya sastra yang berdampingan
dengan cerpen, puisi, novel, dan bacaan sastra lainnya yang cara
menikmati dan mengapresiasinya adalah dengan dibaca 2)sebagai
pertunjukan yang berdampingan dengan kabaret, operet, performance art
yang cara menikmatinya adalah dengan ditonton...

Tapi ngeliat kondisi di masyarakat jarang banget kan orang2 yang mau
ngebaca teks drama sebagai bacaan seperti minat mereka atau antusiasme
mereka terhadap novel datau cerpen....
ujung2nya ya tetep aja naskah drama tuh lebih asyik kalau dikemas
sebagai sebuah tontonan....

Intinya, buat saya kalo mau nulis drama, kita harus bisa ngeraba2 dulu
gimana visualisasinya kelak saat muncul sebagai sebuah tontonan...
makanya sampe sekarang saya belum bisa2 bikin naskah drama... hehehehe...

Wah, mas Gilang semangat terus ya bikin naskah drama! Mudah-mudahan
kelak mas gilang bisa bikin drama sehebat "Waiting for Godot",
"Midsummer Night Dreams", "Hamlet", dannnnn lain sebagainya...


Terus semangat semuanya  ^__^

-Ighiet-

Kirim email ke