Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
--- Begin Message ---
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala 

SEBAB SIHIR MELANDA DUNIA ISLAM
Rabu, 20 Juni 07, klik detail di sini: 
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&id=433


Salah satu pembatal Keislaman seseorang adalah sihir, sebuah penyakit akut yang 
menggerogoti tubuh umat Islam. Ia adalah penyakit yang telah dikenal oleh 
bangsa-bangsa sejak dulu, yang karena pengaruhnya yang buruk pula para nabi 
sering dituduhkan dengannya padahal mereka berlepas diri dari perbuatan semacam 
itu. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, 
"Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang 
sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, 'Ia adalah seorang tukang sihir 
atau orang gila." (QS. adz-Dzariat: 52) 

Di abad kontemporer ini, sihir sudah menjadi salah satu problematika yang 
muncul, gejalanya semakin marak, berbagai ritual mistik digelar bahkan 
dipertontonkan di banyak negara. Banyak kaum Muslimin yang tidak menyadari 
akibat dari sihir ini; sebagian mereka ada yang beranggapan bahwa ia hanya 
perbuatan yang haram saja padahal sebagaimana dikatakan Imam adz-Dzahabi, "Kita 
melihat banyak orang yang sesat terjerumus ke dalam sihir dan mengira ia hanya 
perbuatan haram saja, sementara (mereka) tidak merasa bahwa ia (sisihir) adalah 
kekufuran.!" (al-Kaba'ir:41). Bahkan dalam sebuah hadits, Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tiga orang yang tidak masuk surga: 
Pecandu khamer, pemutus silaturrahim dan pembenar sihir." (HR. Ahmad) 

Pembahasan kali ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang sering dilontarkan, 
"Mengapa sihir begitu laris manis dan para tukang sihir bertebaran di 
negara-negara kaum muslimin.?" Di antara sebab-sebabnya adalah: 

1. Lemahnya Iman Di Dalam Diri Kita 

Padahal iman merupakan benteng terbesar dan pencegah setiap fitnah, keburukan 
dan hal-hal yang tidak disukai. Allah subhanahu watat'ala berfirman, artinya, 
"Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk 
kepada hatinya." (QS.at-Taghabun:11). 

Di dalam sebuah hadits dinyatakan, "Sesungguhnya iman menjadi usang di hati 
salah seorang di antara kamu seperti usangnya pakaian. Karena itu, mintalah 
kepada Allah agar memperbarui iman di dalam hati kamu." (Shahih al-Jami, 
al-Albani, II:56). 

Ketika pengharapan kepada Allah subhanahu wata'alafnmelemah, rasa takut 
kepada-Nya berkurang, aspek tawakkal kepada-Nya, ridha terhadap takdir-Nya 
serta keyakinan terhadap pembagian-Nya goyah, maka sebagian orang menolerir 
diri untuk pergi menemui para tukang sihir dan dukun sehingga semakin lemahlah 
iman mereka, harta dan akal pikiran mereka pun terampas.!! 

2. Jahil terhadap Hukum-hukum Syari'at 

Demikian juga jahil terhadap ancaman-ancaman syari'at atas orang-orang yang 
mendatangi para tukang sihir, para peramal dan dukun itu, terlebih bahayanya 
terhadap keyakinan dan agama. Apakah akan tetap pergi mendatangi mereka, orang 
yang mengetahui dan mengagungkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, 
"Barangsiapa yang mendatangi para peramal, lalu menanyakan sesuatu kepadanya, 
maka tidak diterima baginya shalat empat puluh malam." (HR. Muslim). 

Apalagi bila sampai bertanya kepada mereka lalu membenarkannya, maka dosanya 
akan lebih besar lagi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 
"Barangsiapa yang mendatangi para peramal atau dukun, lalu membenarkan apa yang 
dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada 
Muhammad." (HR. al-Hakim, Hadits Shahih) 

3. Keluguan Sebagian Kaum Muslimin dan Kejahilan Mereka akan Kondisi Para 
Tukang Sihir dan Dukun Itu 

Mereka pergi mendatangi para tukang sihir, dukun atau peramal itu dengan 
penilaian baik terhadap mereka padahal pengobatan yang mereka berikan hanya hal 
yang membahaya kan, tidak bermanfa'at sama sekali; prediksi-prediksi, ilusi, 
gurah, jampi-jampi dan tulisan-tulisan yang dijual dengan harga mahal.! Padahal 
bagi orang yang berakal, tidak sebanding dengan satu sen pun.!! Bahkan 
sebaliknya, bila kita memperhatikan kondisi para peramal itu, pasti kita akan 
mendapatkan hal yang sungguh aneh dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa sebenarnya, 
merekalah manusia yang amat memerlukan pengobatan dan rehabilitasi.!! 

4. Kejamnya Gaya Hidup Materialistis Modern 

Hal ini membuat hati menjadi keras, sumber-sumber kebaikan mengering dari 
ruh-ruh kebanyakan manusia. Akibatnya, timbul gangguan jiwa, gejala kecemasan 
semakin tinggi. Parahnya lagi, orang-orang yang sakit jiwanya itu malah mengira 
bahwa kesembuhan mereka berada di tangan para tukang sihir dan dukun itu, lalu 
pergi mengetuk pintu rumah mereka, merogoh kocek yang banyak berharap 
kesembuhan dari mereka, na'udzu billahi min dzalik.! 

5. Rumah Kaum Muslimin Ada yang Dijadikan Sarang Setan 

Akibatnya, tidak ada lagi dzikrullah di dalamnya, tidak ada bacaan al-Qur'an, 
tidak ada lagi wirid-wirid dan doa-doa perlindungan yang disyari'at kan yang 
sesungguhnya dapat membuat setan pergi.!? Rumah itu hanya dipenuhi kemungkaran, 
buku-buku dan majalah-majalah tak senonoh dan minuman keras. Rumah yang secara 
fisik kokoh dan bagus itu sebenarnya telah menjadi tempat berteduhnya 
setan-setan. Para penghuninya tertimpa berbagai penyakit di mana kemudian 
mereka mengira bahwa tidak ada jalan keluar selain melalui sihir dan 
perdukunan. Demikianlah penyakit ini menyebar dan setiap manusia yang menjauh 
dari Allah subhanahu wata'ala dan manhaj-Nya, maka akan semakin besar 
kebingungan mereka, dan semakin banyak bencana menimpa.!! 

6. Lemahnya Peran Ulama, Pakar dan Para Pendidik 

Mereka tidak lagi berperan dalam memberikan peringatan akan bahaya sihir, 
menjelaskan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan apabila masyarakat 
mendatangi para tukang sihir dan peramal (paranormal). Seharusnya, permasalahan 
seperti ini perlu dibuatkan seminar khusus, disorot dari aspek agama dan sosial 
di beragam media massa, sehingga umat menjadi tanggap dan peka dan tidak lagi 
percaya dengan hal-hal semacam itu.! 

7. Tidak Diterapkannya Hukum Allah subhanahu wata'ala terhadap Tukang Sihir 

Bilamana para tukang sihir dibiarkan dan tidak dipantau secara serius, maka 
semakin merebak dan maraklah aktivitas mereka yang merusak itu. Terkadang bisa 
jadi, karena tidak adanya kerja sama masyarakat lantaran kurang atau tidak 
adanya rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wata'ala. Akan tetapi yang 
lebih penting lagi adalah bagaimana sikap tegas penguasa terhadap prilaku para 
tukang sihir tersebut, yakni bila hukum Allah subhanahu wata'ala ditegakkan, 
pastilah masalahnya selesai. Sebab sebagaimana dalam hadits shahih (mauquf) 
telah disebutkan, "Hadd (hukuman) atas pelaku sihir adalah dipenggal dengan 
pedang." (HR. at-Tirmidzi, disetujui adz-Dzahabi) 

8. Publikasi yang Menyesatkan 

Dalam artian, bilamana secara sengaja atau tidak, kegiatan sejumlah tukang 
sihir, dukun atau peramal dipublikasikan kepada masyarakat seperti bila 
kebetulan dalam kasus tertentu ada sebagian orang yang berhasil sembuh melalui 
tangan mereka. Maka ini akan menyebabkan manusia yang lemah imannya semakin 
mempercayai dan berdatangan kepada mereka. 

Demikian di antara sebab-sebab mengapa sihir dan para pelakunya demikian marak 
di negara-negara kaum muslimin. Solusi dan jalan keluar dari hal itu, adalah 
dengan mengantisipasi dan menyadari dampak buruk yang ditimbulkannya, di 
antaranya dengan memperbarui keimanan di dalam jiwa setiap Muslim, menyebarkan 
ilmu berkenaan dengan masalah-masalah aqidah, menyugesti instansi-instansi 
pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat yang terkait dengan kewenangan 
mengontrol, memperbaiki rumah dengan menyemarakkan dzikir, shalat dan tilawah 
al-Qur'an, memberi kan penyuluhan kepada para wanita agar menjaga diri mereka 
dengan tetap di rumah sebab mereka sangat rentan menjadi korban sihir. 

Terakhir, yang menjadi benteng paling mujarab adalah menjaga dan komitmen 
terhadap wirid-wirid dan dzikir-dzikir syari'at yang dibacakan di pagi dan sore 
hari, Wallahu a'lam. [Hanif Yahya, Lc] 

Sumber: Syu'a' Min al-Mihrab: as-Sihr, Haqiqatuhu, Wa Hukmuhu Wa Limadza 
Yantasyiru, karya Dr. Sulaiman bin Hamad 


Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah 
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan 
menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya. 
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
---------------------------------------------------------------------
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 
Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. 
e-mail: [EMAIL PROTECTED], 
website: www.alsofwah.or.id 

--- End Message ---

Kirim email ke