JANJI SUMPE (PEMUDA) ANAK BETAWI
Fiyan Arjun
Suer, gue (hari ini) benar-benar nggak tau kalo kemarin hari: Ahad, tanggal:
28, bulan: Oktober, tahun: 2007 ternyata hari itu hari bersejarah bagi kaum
pemuda-pemudi di Indonesia (yang nggak muda minggir dulu sebentar kali ye
)
bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.
Entah kenapa gue benar-benar kayak anak sekolah yang nggak pernah tau (hari)
ber-sejarah Indonesia apalagi saat itu bertepatan dengan hari bersejarah bagi
kaum pemuda-pemudi di Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Ya, hari itu
gue benar-benar kayak anak sekolah yang ber-IQ standar. Alias, Lemot. Pokoknya
hari itu gue tak pantas disebut pemuda Indonesia dan apalagi sebagai penerus
generasi muda bangsa Indonesia.
Bagimana mau disebut pemuda Indonesia dan juga sebagai penerus generasi muda
bangsa Indonesia? Toh hari Sumpah Pemuda aja nggak pernah tau. Aneh bukan? Masa
sih generasi penerus bangsa kayak gini mau jadi penerusnya? Soal hari
bersejarahnya aja nggak tau. Mendingan lebih baik gue diusir aja kali ye dari
tanah air? Abis, gimana hari Sumpah Pemuda aja benar-benar nggak tau. Alias,
lupa!
Aneh dan bin ajaibnya lagi gue tau bahwa (kalo) hari itu Sumpah Pemuda juga
lantaran gue dan kawan gue sambil berboncengan motor ngelewatin kawasan
Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang ada air mancur dan Patung Selamat Datang-nya
itu banyak pemuda-pemud lagi pada demontrasi kecil-kecilan untuk menutut haknya
sebagai pemuda-pemudi Indonesia. Bukan itu aja juga ada pemudi-pemudinya ikut
bagian. Kalo mereka ini berbeda dengan pemuda-pemudanya. Mereka malah
memberikan bunga mawar kepad para pengendara mobil. Ya, sebagai bentuk bahwa
pemuda-pemudi (sekarang) cinta damai dan layak sebagai penerus bangsa. Saat itu
juga gue dan kawan gue yang ngeliat pada sekelompok pemudi-pemudi (baca:
wanita) pada membagikan bunga mawar akhirnya gue sama kawan lantas punya
insiatif.
Coba yuk minta kembangnya? ajak kawan gue sambil mengemudi motornya.
Yuk..yuk
! timpal gue sambil mengangguk kepala.
Akhirnya inisiatif dari kawan gue dijalankan. Dengan mendekati pemudi-pemudi
pake motor gue dan kawan gue mendekati salah satu pemudi yang membawa bunga
mawar. Dengan rasa pede yang tinggi dan juga dengan rasa pede sebagi
pemuda-pemuda sekaligus generasi bangsa gue dan kawan gue memberanikan diri
sama salah satu pemudi yang membawa bunga mawar.
Permisi Mbak saya boleh minta kembang mawarnya? pinta kawan gue sambil buka
helmnya.
Lalu apa yang didapat kawan gue? Kawan gue cuma dapat rasa terima kasih aja
sama salah satu yang membawa bunga mawar plus senyuman manisnya. Gubrakkk!
Kawan gue yang mendengar jawaban seperti itu langsung keki dan langsung menutup
helmnya lagi.
Maaf ini untuk pengendara mobil aja. Soalnya kami menyediakan khusus yang
pengendara mobil. Terima kasih, Mas, ucap salah satu pembawa bunga mawar
dengan tersenyum.
Akhirnya gue dan kawan gue langsung ngacir. Cabut dari tempat itu. Sudah
lemah lembut minta bunga mawar bukannya dikasih malah minta kebijaksanaan. Duh,
pemudi Indonesia segitu bijaknya dan juga begitu patriotismenya.
Dengan apa yang (sudah) terjadi gue dan kawan gue pun langsung tancap gas
menuju ke TIM (Taman Ismail Marzuki), Cikini dan gue nggak memperduliin ap yang
sudah terjadi. Malah sebaliknya gue bersyuukur hari itu gue bisa ngelewatin
kawasan itu lantaran hari itu gue mau ke TIM , Cikini tepat kumpul-kumpulnya
komunitas penulisan gue. Memang sih hari itu kebetulan gue harus diwajibin
datang untuk membahas planning yang akan mau dikerjakan sama kawan-kawan
komunitas penulisan gue. Coba kalo gue hari itu nggak diwajibin datang dan juga
nggak ngelewatin kawasan HI gue juga mana mungkin tau kalo hari itu hari
memperingatin hari Sumpah Pemuda. Jujur gue sama sekali nggak ingat kalo hari
itu hari Sumpah Pemuda.
Sesampai di tikungan jalan hampir mau mendekati kawasan TIM kawan gue bikin
dada gue jadi sesak lagi. Lantaran kawan gue tanya tentang isi janji Sumpah
Pemuda tahun 1928. Belum habis rasa keki gue lantaran nggak dapat kembang mawar
dan ditambah pertanyaan dari kawan gue akhirnya gue pasrah juga.
Isi Sumpah Pemuda itu kayak apaan sih, Yan? Tanya kawan gue polos banget.
Isinya? jawab gue spontan sambil mikir.
Ya, gue sih nggak tau persis gimana bunyinya Sumpah Pemuda. Yang gue tau sih
sumpah pemuda anak Betawi. Seperti ini: Gue anak Betawi gue harus cinta damai.
Baik itu sesama manusia maupun sesama hewan
, kelakar gue. Dan kawan gue pun
keki abiss!!
Memang sih gue hari itu nggak tau kayak gimana isi Sumpah Pemuda sebenarnya.
Ya, itu tadi bagaimana gue bisa jadi pemuda Indonesia dan juga sebagai penerus
generasi muda bangsa Indonesia kalo isi janji Sumpah Pemuda aja nggak tau!
Benarkan gue bilang?
Akhirnya usai gue pulang dari TIM gue pun langsung nggak makan apalagi minum
dulu melainkan gue nyari-nyari buku sejarah punya keponakan gue yang masih SD.
Siapa tau gue bisa ketemu. Lama. Gue udah cape cari-cari buku sejarah
alhasilnya nggak dapat-dapat. Dan, alhmadulilah saat gue lagi ingin banget baca
isi janji Sumaph Pemuda yang gue lupa itu tiba-tiba koran hari ibukota
tergeletak di meja. Gue baca dan gue simak isi headline koran hari itu.
Ternyata ada juga yang ngebahas tentang Sumaph Pemuda sama janji-janjinya itu.
Jujur saat itu hati gue berbunga-bunga apa yang gue inginin tercapai. Dan
inilah janji Sumpah Pemuda yang gue lupa ini. Semoga gue maupun bagi
pemuda-pemudi Indonesia senusatara bisa berbuat sesuatu untuk negara ini
tentunya harus ingat dan hafal dengan janji Sumpah Pemuda. Apalagi gue sebagai
anak Betawi sebagai anak pribumi asli di Indonesia harus berbangga dengan
bahasa Indonesia dan cinta damai dengan sesama. Setuju?
SUMPAH PEMUDA
Bertumpah darah satu, Tanah Air ndonesia
Berbangsa satu, Bangsa Indonesia
Menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia
Ulujami, 28 Oktober 2007
Ketika hari Sumpah Pemuda hampir saja terlewatkan!
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com