Trixy
Minggu, 13/01/08

(untuk Dhito: xie-xie) 
 
Oleh : Syarifah Nurdiana 
 
...Trixy tidak pernah mengira malam itu adalah malam terakhirnya bertemu dengan 
Tuan Liem. Kini tidak akan pernah adalagi Tuan Liem dalam hidupnya. Tuan Liem 
pergi dibawa istrinya pindah ke Hongkong untuk selamanya. Untuk pertama kali 
dalam hidupnya Trixy merasakan hatinya begitu luka teriris. Tuan Liem itu hanya 
sosok lelaki tua di usianya yang menginjak lima puluh delapan tahun. 
 
Kepalanya botak tak berambut, tambun, dan ringkih. Tuan Liem berubah istimewa 
di mata Trixy ketika laki-laki itu mampu membuatnya menjadi begitu merasa 
dihargai. Dan sejak bertemu dengan Tuan Liem ia perlahan lupa dengan trauma 
masa lalunya. Trixy teringat percakapan mereka pada suatu ketika. 
 
“You jadi olang halus bisa, Lik ….” 
“Bisa? Bisa yang bagaimana?” 
“Ya, bisa semuanya. Begitulah cala you kalau mau beltahan hidup. You mau 
dibilang olang bencong ke’, apa banci ke’, paling tidak you halus bisa beltahan 
hidup bial you olang dibilang nggak nyusahin olang lain. Itu yang Oe maksud” 
Begitulah Tuan Liem bicara lepas dan apa adanya. 
“Tapi apalah saya ini Tuan, mereka pernah tanya saya ‘waria itu jenis makhluk 
apa?“ 
 
“Liksi, Liksi, Liksi, dengalkan Oe. Itu olang yang tanya you begitu nggak ada 
keljaan. Asal you tau aja you olang cantik. Saya suka sama you. Titik”...


(Lengkapnya Baca di Rumah Kaca:) 
http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=rumah_kaca
 
       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke