(Untuk Imam Husein, cahaya mataku, pembimbing imanku)
hari kesepuluh, dan tuhan benar-benar hadir di karbala
dijemput-nya pemuda paling gagah yang pernah hadir di dunia
dibentangkan-nya permadani indah pembungkus suci jenasah
-dia sendiri, hanya sendiri.-
lantas diletakkan-nya pemuda itu di sisi-nya, persis dekat sang ayahnda, dan
pangkuan atuk tercinta.
hari kesepuluh, pemuda itu benar-benar pergi juga
dengan gagah, disongsongnya kebenaran sejarah
dengan berani ditepisnya kekecutan hati.
-dan dzulfikar bergetar di udara kering senggagar, dan matilah kutukan manusia
lapar-
dia, yang muda, yang selalu maju ke medan laga
tak pernah mati, hidup selama
meski kelak semua tempat menjadi karbala
dan dia terkepung sendiri sahaja.
bersumpahlah, hai pemuda
meski maut menjadi tantangannya
meski hari ini tempat yang dipijak menjadi karbala
meski seribu yazid siap menunggu dengan pedang di tangannya
lahirlah! dan maju!
-sebab tuhan sendiri yang akan menjemputmu-
Hujan
Januari 13th, 2007
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.