Sekolahku, in memoriam
Sekolahku habis terbakar amarah
Genteng-genteng berjatuhan ke lantai yang tersiram darah
Sekolahku membara
Halaman-halaman dari kitab tua berhamburan ke halaman
Sekolahku tinggal kenangan
Semua habis dilahap si jago merah
Sebuah peta ikut musnah, musnahlah sebuah peradaban
Poster para pahlawan menatap kosong kepada bilur-bilur merah yang menjilat
sejarah
Di dinding, mereka syahid untuk yang kedua kalinya.
Sekolahku hangus
Poster presidenku juga hangus
Maka di halaman kami semua meratap pada nisan kenangan peradaban lama
Sambil membawa karangan bunga,
di pita hitam ku tatah nama sebuah sekolah, sebuah institusi yang di bunuh
mati. Sebuah rahim yang di congkel aborsi,
lantas kami kibarkan bendera setengah tiang.
Sekolahku sekarang tinggal kenangan
kami adalah janin yang mati tepat ketika ibu hendak melahirkan seorang bayi
dan kami semua merupakan manusia-manusia setengah jadi.
Mahluk-mahluk jadi-jadian sekarang sedang menatap pada kenangan peradaban lama
Dibentangkannya sebuah spanduk yang berisikan slogan-slogan hambar (yang kami
pelajari di dekolah kami dulu).
Sebuah poster besar bergambar sebuah sekolah yang terbakar
Selamat istirahat yang tenang sekolahku. Kami iklaskan diri kami menjadi
mahluk peragu. Sampaikan salam kami kepada Bapa di sorga. Bahwa banyak diantara
kami memilin dan memintalnya menjadi sebuah jalan. Naik ke gunung atau sekedar
menjadi mata-mata. Atau malah jadi tentara. Sampaikan wahai sekolah. Bisik
ketua kelas yang mewakili kami pada pidato sebuah reuni.
Kelak ketika kita semua benar-benar tak lagi bisa mendengar
Mata rabun dan melihat samar
Tubuh bungkuk dan selalu bersandar
Kita akan lihat sekolah kita bangkit dari kubur, sambil memanggul kayu
salib.melintasi jalan-jalan interogasi.
Sekolahku sudah habis terbakar
Sekarang tinggal puing-puing dendam
Djk, 21 April 2005
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.