Kisah sepotong rahim
oleh: Hujan

Sepotong rahim menyembul dari tong sampah 
"Rahim siapa itu?" tanya seorang bayi manusia yang baru saja tiba dari 
pelabuhan 
Seorang perempuan muda menangisi rahimnya yang lari "Dimana laki-lakiku?" 
Sementara ada ratusan lelaki yang mengaku pernah tidur dengan ibu 

Aku tidak pernah hadir di dunia. 
Melewati liang sunyi dan sepi vagina 
Aku tak pernah berpapasan dengan lindap udara 
Sambil melalui gua yang suci 
"Ini rahim siapa?" tanya bayi pada sebuah entah

Sepotong rahim luntang-lantung di depan etalase sebuah toko "Aku mau mendandani 
diri dengan waktu-waktu yang lalu, ketika ratusan lelaki membungkuk di bawah 
kakiku" 

Rahim itu... rahim ibu. 

Sembilan bulan aku bertapa di sana 
Merancang sebuah kehidupan agaknya "Sayang kau bukan janin yang manis. Aku 
takut kau tumbuh menjadi manusia culas dan hipokrit. Kau tak layak hadir di 
bumi. Tak ada tempat untukmu tahu!" 

Di pelabuhan aku bertemu dengan sepotong rahim 
Di tempat sampah agaknya, meringkuk bersama cerocosan tikus busuk.
Masih segar darahnya ; aku janin-mu! 
Di bawah pendaran lampu-lampu galangan kapal rahim itu keliaran mencari bapak 
ku 

Rahim... rahim... 
Rahim itu... rahim ibu. 

--rahim ibu, 11Okt 04—


       

Kirim email ke