Judul Buku      : Menggenggam Cahaya, Antologi Puisi dan Kisah 
Inspiratif : Sebuah Persembahan Cinta Antologi SK
Penyunting      : Beni Yusuf, Catur Sukono dan Retnadi Nur'aini
Penerbit        : eSKa Publishing House, Juli 2008
Halaman : 190
Harga           : Rp.30.000,-
Resensor        : Asma Sembiring

        Satu lagi buku terbit meramaikan perbukuan Indonesia, 
Menggenggam Cahaya, Antologi Puisi dan Kisah Inspiratif, ditulis 
dengan gaya chicken soup of the soul.   Menggenggam Cahaya dipecah 
atas enam tema, dirangkum per mata pelajaran-mata pelajaran. Mata 
pelajaran 1 memuat kisah keluarga. Betapa besarnya kasih sayang 
keluarga, entah itu ibu, abah atau ayah maupun kakak terasakan 
ketika mereka-mereka ini tergolek sakit dan telah tiada.  Arham 
menggambarkannya lewat perjuangan sang ibu, Ferry melalui ajaran 
kedisiplinan dan tanggung jawab sang abah, Benny lewat sang kakak 
yang dijuluki trouble maker, serta Catur dengan kerelaan seorang 
bibi membantu keponakannya meski beliau sendiri kurang berkecukupan. 

        Pelajaran 2 memuat tentang cinta.  Cinta pada pasangan yang 
dilukiskan melalui larikan puisi Adalah Niskala Setiap Harapku dan 
Lukisan, harapan ingin berbagi dengan lelaki dalam ikatan suci-
pernikahan, tertuang dalam Tahukah Kau, Saudaraku?, kerinduan pada 
kekasih-Kepada Laila, penantian untuk pujaan hati dalam Jejak Luka-
Luka, Menggenggam Cahaya-ajakan untuk saling berbagi dan bahwa cinta 
itu harus diperjuangkan dalam kisah Ketika Mempertanyakan Cinta.

        Bagian ketiga menceritakan tentang Tuhan.  Apa yang engkau 
lakukan jika Tuhan mampir ke tempat tinggalmu-If God was One of Us.  
Bahwa terkadang gelap, susah, sedih, gaduh dan sempit adalah anugrah 
tersendiri untuk dapat meresapi betapa berharganya saat senang, 
bahagia, hening dan lapang yang datang menggantikan. Melalui Aku 
Adalah Sebongkah Batu, penulisnya berpesan meski batu, ia tetap 
merindui Tuhannya. Kabar dari Tuhan mengumbar teguran Tuhan lewat 
bumi nan terpecah belah  serta Tebas Saja Leherku berkisah tentang 
permintaan seorang hamba untuk menggapai syarat cinta Tuhannya. 

        Bagian keempat merangkum mimpi dan harapan. Bahwa bulir-
bulir mimpi hendaklah ditanam karena cepat atau lambat ia akan 
bertunas-Kekuatan Sang Pemimpi, mulailah mewujudkan mimpi dari diri 
sendiri lewat Mimpiku di Sangatta dan Kisah Angin, yang berharap 
sebuah mimpi sejuk untuk menggantikan risau di negeri-negeri Darfur, 
Palestin, Iraq dan Kosovo yang terkoyak  peperangan. 

        Banyak pelajaran bermakna dapat dipetik dari orang-orang 
sekitar, baik itu remaja, anak-anak, orang tua, sahabat, tetangga, 
alam bahkan preman sekalipun.  Pelajaran ini dimuat di bagian kelima 
Menggenggam Cahaya. Setta melalui Lin, Aku Belajar Banyak Darimu 
bercerita pelajaran dari sakitnya sang sahabat, Asma dengan 7500 
Rupiah, bahwa keinginan menolong tidak dibatasi usia maupun besar 
kecilnya jumlah sumbangan, keikhlasanlah yang terpenting.  Love 
Miracle from The Andes, membuktikan Miracle is achievable.  Kesatria 
Hingga Senja, kisah lelaki yang tetap bekerja hingga renta, walau 
dibayar dengan upah minim, Menambal Hati, Bersahabat dengan Alam dan 
berbagai kisah inspiratif lainnya. Buku ini ditutup dengan sobekan-
sobekan catatan, yang berisi puisi-puisi tentang kehidupan, 
ketakutan tentang `aku', pertanyaan lirih tentang kemiskinan dan 
pertanyaan pada Tuhan. 

        Banyak hikmah yang bisa diambil dengan membaca Menggenggam 
Cahaya.  Membaca buku ini, pembaca diajak merenung, kerkontemplasi 
tentang hidup dan kehidupan yang sesungguhnya. Inilah  yang menjadi 
salah satu kekuatan dari buku ini. 

        Kekurangan yang terasa pada buku ini adalah  kesalahan ketik 
di beberapa bagian, pemakaian kalimat yang kurang ringkas dan 
cetakan tulisan yang tidak rata pada halaman tertentu. Terlepas dari 
itu, buku ini tetap bisa anda nikmati. Selamat membaca 


Kirim email ke