Kalau menulis adalah sebuah perjalanan, maka menyelesaikan sebuah buku dan memprosesnya hingga siap diterbitkan bagi saya bagaikan sebuah kehamilan. Ditandai dengan emosi yang berubah-ubah, dari senang-panik-khawatir, deg-degan jaya... sampai akhirnya berserah dan menanti dengan pasrah. Hingga karya tersebut resmi diluncurkan, lengkap dengan nomor ISBN, yang membuat saya merasa layak menyebut diri sebagai ‘published author’ dan ‘emak’ sekaligus: hamil, melahirkan, punya anak.
Dan inilah dia, si Cantik* kebanggaan saya: Judul: VAJRA - Diamond in Every Heart Penulis: Jenny Jusuf Penerbit: Sheila (ANDI Publisher) Tebal: 144 halaman “Jenny bercerita tentang berbagai macam rasa dalam kehidupan, plus segala latarnya: masa lalu, sekarang – bahkan masa depan. Seorang penulis yang menjanjikan!” (Sitta Karina, novelis dan kontributor majalah ‘CosmoGIRL!’) “Kumpulan cerpen ini berhasil merangkum seluruh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari yang manis sampai pahit dalam rangkaian bahasa sederhana, tapi jangan salah, moral dari setiap ceritanya bikin semua pembaca mikir lama.” (Okke ‘Sepatumerah’, novelis) “It speaks deeper than just stories. Sederhana, ringkas, enak dibaca... melalui kumpulan cerpen ini Jenny membantu kita untuk merefleksi diri.” (Audrey Clarissa, presiden ‘International Pharmaceutical Students’ Federation’ [IPSF] 2006-2007) ***** Tidak ada sinopsis yang saya sertakan, karena buku ini bukan sebuah novel, melainkan kumpulan cerita pendek yang saya tulis sejak tahun 2005. Satu di antaranya pernah diterbitkan di majalah Cerita Kita, prasasti sekaligus bukti pertama yang meyakinkan saya bahwa mimpi memang bisa bertunas. Kisah-kisah dalam buku ini tak jauh dari topik universal yang selalu digemari: cinta, keluarga, persahabatan. Dalam setiap cerita saya mencoba menyelipkan pesan -mutiara yang berhasil saya kumpulkan di setapak panjang bernama Kehidupan- yang saya rangkul sepenuh hati, dan saya tuturkan dalam bingkai fiksi. Bukan untuk menggurui, melainkan untuk berbagi. Kini, dalam perjalanan menjemput kelahirannya ke dunia, saya menemukan dua butir mutiara lagi. Yang pertama sangat sederhana dan sudah sering didengar, namun gemanya senantiasa merdu di hati: impian sungguh bisa menjadi kenyataan. Mutiara kedua adalah kalimat indah yang saya temukan dalam sebuah buku: “Ada kalanya mimpi-mimpi hadir seluas samudera, sehingga kita bisa berenang di dalamnya.” Samudera? Saya tak pernah berpikir sampai ke situ. Indah sekali. Ternyata selama ini saya telah mengarungi samudera tanpa pernah menyadarinya. :-) Mari, mari. Lepaskan tambatan. Luncurkan perahu. Kembangkan layar. Ciumi aroma laut. Dengarkan suara ombak. Pandangi birunya air. Jatuh cintalah kepadanya. Selamat mengarungi mimpi. Kalau kita bertemu nanti, panggil saya, ya. Singgah ke perahu saya untuk bercakap sejenak sambil minum teh. Kita bertukar cerita. :-) *Nggak usah protes. Wajar atuh setiap emak merasa anaknya yang paling keren sedunia ;-D ROCK Your Life! - Jenny Jusuf - http://jennyjusuf.blogspot.com
