-----Original Message-----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 2008-09-20 18:08:30 GMT+08:00
To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Motivasi Islami] FW: Fwd: Resensi.net




----- Original Message -----
Subject:Fwd: Resensi.net
Date:Wed, 6 Aug 2008 12:34:54
From:Idha P <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>

---------- Forwarded message ----------
From: Idha P <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 6 Aug 2008 12:32:03 +0000
Subject: Fwd: Resensi.net
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

---------- Forwarded message ----------
From: Kumpulan Cerita Motivasi | Artikel Motivasi <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, 26 Jul 2008 09:15:37 -0500 (CDT)
Subject: Resensi.net
To: [EMAIL PROTECTED]

Kumpulan Cerita Motivasi | Artikel Motivasi

///////////////////////////////////////////
" HIDUP  UNTUK   MEMBERI "

Posted: 25 Jul 2008 12:32 PM CDT
http://www.resensi.net/hidup-untuk-memberi/2008/07/25/

Disuatu sore hari pada saat  aku pulang  kantor dengan mengendarai
sepeda motor, aku disuguhkan  suatu drama  kecil yang sangat menarik,
seorang anak kecil berumur lebih kurang  sepuluh tahun  dengan sangat
sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah
 perempatan  jalan di  Jakarta .
Dengan  membawa bungkusan yang cukup banyak  diayunkannya sepeda
berwarna biru muda,  sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa
 akrab setiap  orang, dari   Tukang koran , Penyapu  jalan, Tuna wisma
 sampai   Pak polisi.
Pemandangan ini membuatku  tertarik,  pikiran ku langsung  melayang
membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan
bungkusannya, apakah  dia  berjualan ? "kalau dia berjualan apa
mungkin seorang tuna wisma  menjadi langganan tetapnya atau...??,
untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti  si anak kecil
tersebut sampai  disebrang  jalan , setelah itu  aku langsung menyapa
anak tersebut  untuk aku ajak berbincang-bincang. De, "boleh  kakak
bertanya" ?  silahkan kak,  kalau boleh tahu  yang barusan adik
bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta  bahkan  pak
polisi,  itu  apa ?,  oh... itu bungkusan  nasi dan sedikit lauk kak,
memang kenapa kak!, dengan sedikit  heran , sambil ia balik bertanya.
Oh.. tidak! , kakak  Cuma  tertarik  cara kamu membagikan bungkusan
itu,  kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa
kamu sudah lama kenal dengan mereka? Lalu ,
Adik kecil ini mulai  bercerita, "Dulu !  aku dan ibuku sama seperti
mereka hanya seorang tuna wisma ",setiap hari bekerja hanya
mengharapkan belaskasihan  banyak orang, dan seperti  kakak ketahui
hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu
siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari  kami kedinginan
ditambah lagi pada  musim hujan kami sering  kehujanan, apabila kami
mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat  sedih , namun setelah ibu ku
membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.
Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa  masih banyak orang
yang susah  seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi
rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.
Yang ibu ku selalu katakan " hidup harus berarti buat banyak orang ",
karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita
bawa, hanya satu yang  kita bawa yaitu   Kasih  kepada sesama serta
Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan
sesuatu yang baik buat banyak orang ,  kenapa kita harus tunda.
Karena menurut ibuku  umur manusia terlalu singkat  , hari ini kita
memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil
Sang Pencipta," Apa yang kita bawa"?. Kata-kata  adik kecil ini sangat
 menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak
berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok  sampah yang
tidak ada gunanya,dibandingkan adik  kecil ini.
Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan
jabatan  tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh
dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah.. Tuhan, Ampuni
aku, ternyata  kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku
kepada Mu.
Hanya  Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada Mu lah
yang dapat mengiringiku masuk keSurga.  Terima kasih adik kecil, kamu
adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.
(Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak
memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak
menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena
ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung
segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.)
Lakukanlah perkara-perkara  kecil, dengan membagikan cerita ini kepada
semua orang, semoga hasil yang didapat dari hal yang kecil ini
berdampak besar buat banyak orang.

Thomas - 26/7/08


--
You are subscribed to email updates from "Kumpulan Cerita Motivasi |
Artikel Motivasi."
To stop receiving these emails, you may unsubcribe now
http://www.feedburner.com/fb/a/emailunsub?id=7404074&key=98LkC0RjZ_

If you prefer to unsubscribe via postal mail, write to: Kumpulan
Cerita Motivasi | Artikel Motivasi, c/o FeedBurner, 549 W Randolph,
Chicago IL USA 60661

This Email Delivery powered by FeedBurner.



      


Kirim email ke