* * *www.magnetzone.multiply.com *
* * *SEMANGATKU BERSATU DALAM CAKRAWALA SAMUDERA * *Liputan Seleksi Pemilihan Duta Bahari 2008* Pagi itu pukul 07.00 karyawan Magnet Zone, Cafe Bookstore pertama di Surabaya, tampak sibuk. Para karyawan *cafe bookstore* yang berlokasi di Jl. BKR Pelajar No. 30 tersebut mengangkut puluhan meja dan kursi ke *Multifunction Hall*, ruang serba guna yang sering digunakan untuk penyelenggaraan berbagai macam event. Serombongan siswa SD berpakaian batik biru putih dan merah putih serta seragam Pramuka tampak khusyuk menulis di atas sebuah formulir putih yang disediakan di meja registrasi. Para guru yang mendampingi mereka turut membimbing siswa-siswanya mengisi formulir yang akan dijadikan* data base* panitia acara Seleksi Pemilihan Duta Bahari 2008. Sebanyak 15 SD di seluruh Surabaya mengirimkan masing-masing dua delegasi. Delegasi yang terpilih terdiri dari siswa kelas 5 & 6 dengan prestasi yang menonjol. Umumnya mereka rangking 1 di sekolahnya atau menjuarai olimpiade salah satu mata pelajaran di sekolahnya. Ada juga yang menjuarai lomba *fashion show *baju Muslim dan piawai memainkan biola. Setelah mendapat pengarahan dari Miss Hem, nama panggilan Hamdiyatur Rohmah, yang menjadi sie acara, para siswa berotak encer tersebut mulai mengerjakan ujian tertulis. Mereka hanya diberi waktu kurang lebih 15 menit. Soal-soal yang harus mereka selesaikan dalam waktu relatif singkat tersebut terdiri dari materi wawasan kebaharian serta pengetahuan umum. Seluruh kandidat Duta Bahari 2008 yang berjumlah 30 siswa tampak berpikir keras untuk menjawab soal-soal yang ada di hadapan mereka. Setelah semua jawaban siswa terkumpul, panitia mempersilakan para peserta untuk istirahat sejenak sambil menikmati *snack *dan minuman yang telah disediakan oleh pihak Magnet Zone. Tidak hanya itu, para siswa yang rata-rata perempuan ini juga dipersilakan menikmati pemutaran film kartun di ruang* Kid's Corner*. Magnet Zone juga menyediakan *snack * dan minuman untuk para guru yang menemani siswa-siswanya. Ketika waktu istirahat berakhir, panitia segera menggiring para peserta kembali ke *Multifunction Room. *Di sana kemampuan para kandidat Duta Bahari 2008 kembali diuji. Kali ini mereka harus melalui tes interview yang dipandu oleh 4 dewan juri; Komandan Kobangdikal Ambar Kristiyanto, Lita KUBACA, Nurullita Berlianti, dan Abi Ratno. Jalannya interview berjalan seru. Pak Ambar Kristiyanto yang paham betul masalah kebaharian membuat para peserta mengerahkan seluruh kemampuan serta wawasannya seputar bahari. Pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya umum seperti "luas mana antara daratan dan lautan kita?" umumnya bisa dijawab oleh para peserta dengan lancar. Namun ketika sudah disinggung mengenai detail jenis kapal yang pernah dinaiki oleh para peserta, jarang yang menjawab benar. Lain pak Ambar, lain lagi Bu Nurullita. Beliau lebih banyak menanyakan tentang *culture *Surabaya. Sheila, salah satu peserta dari SD Islam Kreatif Ibrahim dengan polos mengatakan bahwa perbedaan orang Surabaya dengan orang Madura ketika marah adalah orang Madura kalau marah bawa-bawa clurit sedangkan orang Surabaya tidak. "Kamu takut ga kalau ada orang Madura yang marah sama kamu terus bawa-bawa clurit?", kejar Bu Nurullita. "Enggak! Kalau dia marah sedangkan saya tidak salah, ngapain harus takut?", jawab Sheila tegas. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Pak Abi Ratno menuntut kreativitas dari para kandidat. Mereka diminta menggambar di atas kertas putih , seperti apa kapal laut yang ideal menurut mereka. Unsur-unsur yang terlibat dalam sebuah kapal laut yang ideal harus mereka gambar. Pak Abi juga menguji kemampuan berbahasa Inggris para kandidat. Sedangkan Bu Lita KUBACA menguji *performance* para kandidat ketika mereka disuruh berkampanye atau menjadi tutor sebaya untuk teman-teman mereka. "Ayo coba, tunjukkan gayamu kalau kamu diminta untuk berkampanye kepada teman-temanmu tentang pentingnya melestarikan laut", pinta Bu Lita KUBACA. Sesekali beliau tertawa geli saat ada peserta yang malu-malu memperagakan gayanya berkampanye atau dengan polosnya berkata bahwa dia tidak bisa bergaya. Terkadang interview berjalan dengan alot ketika ada peserta yang tidak bisa menjawab hampir seluruh pertanyaan dari dewan juri. Untuk kasus yang seperti ini, dewan juri dengan sabar menunggu hingga waktu habis. Namun peserta yang *blank *seperti ini jumlahnya tidak banyak, hanya ada beberapa yang memang tidak siap. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 25 Oktober 2008 tersebut merupakan hasil kerjasama antara panitia Gerakan Cinta Bahari, *Bloom Laboratory, *Dewan Pendidikan Jatim, dan STTAL (Sekolah Tinggi Teknik Angkatan Laut). Menurut Hamdiyatur Rohmah selaku sie acara, kegiatan ini antara lain bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta bahari bagi anak negeri dengan mengenal secara langsung dunia bahari dari dekat, selain menumbuhkan kepedulian dan kelestarian dunia bahari. "Terjalinnya hubungan kerjasama yang baik antar lembaga pendidikan yang ada di kota Surabaya dan agar dapat menjadi media bagi sekolah untuk pelaksanaan sistem pembelajaran* CTL (Contextual Teaching and Learning) *juga menjadi tujuan acara ini. Kami berharap sistem pembelajaran *CTL *semacam ini dapat diikuti oleh seluruh sekolah di Surabaya," jelas gadis berjilbab yang juga menjadi guru di SAIMS (Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya) ini. Pemilihan Duta Bahari 2008 tidak terlepas dari program Wisata Pendidikan yang digagas oleh Gerakan Cinta Bahari. Gerakan ini berisi orang-orang yang *concern *dalam bidang pendidikan. Di dalamnya terdapat nama Daniel M. Rosyid (mantan Ketua Dewan Pendidikan Jatim) & Lita KUBACA yang tergabung dalam *Bloom Laboratoty, * Nurullita Berlianti & Abi Ratno *owner *Magnet Zone Cafe Bookstore, serta Event Organizer *No Limit *yang dipandegani Hamdiyatur Rohmah & guru-guru SAIM. Program Wisata Pendidikan menawarkan tiga jenis kegiatan; *pertama*, pengenalan terhadap laut secara langsung agar tumbuh rasa cinta bahari dalam jiwa anak negeri. *K**edua, *melaksanakan sistem pembelajaran *CTL (Contextual Teaching and Learning) *dan *Thematic Teaching. **Ketiga, * *Special Trip, *yakni memfasilitasi siswa kelas 6, kelas 3 SMP, dan kelas 3 SMU dalam hal transportasi laut. Menginjak pukul setengah satu siang, 10 kandidat yang terpilih sebagai Duta Bahari 2008 diumumkan. Mereka yang berhasil lolos adalah Nadia Aulia Ghaisani (SD Muhammadiyah 4 Pucang), Halida Dwi P (SD Jemur Wonosari 1), Mazda Mayregita Hutapea (SD Hang Tuah 1), Rizal Wahyu Hendro Waspada (SD Margorejo I), Melani Dwi Agnesia (SD Jemur Wonosari II), Sekar Arum Dwi Astuty (SD Margorejo I), Sheyla Rahma Suha (SD Islam Kreatif Ibrahim), Muhammad Rizky R (SD Muhammadiyah 4 Pucang), Chavia Udhiya (SD SAIMS), dan Virly Aldisha (SD Kreatif Muhammadiyah 16). Kesepuluh Duta Bahari 2008 ini kemudian dilantik secara simbolis oleh Pak Ambar Kristiyanto dengan menyematkan *scraft* biru muda di leher para Duta Bahari 2008. Untuk selanjutnya mereka akan diundang pada tanggal 28 & 29 Oktober untuk mengikuti acara pembekalan Duta Bahari 2008 serta Peresmian dan Peluncuran Kapal Pendidikan Bahari "HOS Cokroaminoto". Acara Seleksi Pemilihan Duta Bahari 2008 merupakan bagian dari serangkaian acara Memperingati Sumpah Pemuda bertajuk "Semangatku Bersatu dalam Cakrawala Samudera".
