*www.magnetzone.multiply.com
*
*
*
*
*
*Peluncuran dan Peresmian Kapal Pendidikan Bahari HOS Tjokroaminoto*
*Berjaya di Jalesveva Jayamahe*
* *
Rangkaian acara peringatan Sumpah Pemuda masih berlanjut hingga
tanggal 29 Oktober 2008. Setelah Duta Bahari utama maupun tambahan dilepas
dari kediaman Walikota Surabaya kemudian diberi pembekalan kebaharian di
STTAL serta museum Jaya Srana Loka milik TNI AL, mereka kembali mendapat
kesempatan berharga untuk menyaksikan peluncuran dan peresmian kapal
pendidikan bahari HOS Tjokroaminoto di Dermaga Semampir Ujung. Maka dengan
mengenakan seragam sekolah masing-masing, 30 Duta Bahari utama dan tambahan
bergerak menuju lokasi acara berlangsung. Sejak pukul 7 pagi rombongan yang
terdiri dari Duta Bahari 2008, para guru, serta panitia Gerakan Cinta Bahari
berkumpul di Magnet Zone, café bookstore pertama di Surabaya, yang sekaligus
menjadi alamat kantor Gerakan Cinta Bahari yang dipelopori oleh Pak Daniel
M. Rosyid, mantan ketua Dewan Pendidikan Jatim.
Dengan sigap bu Lita KUBACA yang merupakan panitia acara,
memberikan instruksi serta mengatur barisan Duta Bahari 2008. "Kita tidak
boleh terlambat. Harus tepat waktu," kata Bu Lita KUBACA pada 30 siswa SD
se-Surabaya yang terpilih sebagai Duta Bahari 2008, duta utama maupun
tambahan. Tepat pukul 07.30 Duta Bahari 2008 beserta rombongan sudah
memasuki bis yang sudah disediakan oleh pihak TNI AL. Selain bis TNI AL,
disediakan juga bis yang khusus dicarter serta dua mobil sekolah guna
memenuhi kebutuhan akan alat transportasi menuju ke Dermaga Semampir Ujung
yang letaknya cukup jauh dari Magnet Zone.
Pukul 9 pagi rombongan tiba di Dermaga Semampir Ujung. Di sana
para panitia dari TNI AL sudah menunggu. Berseragam biru, mereka menyambut
dengan hangat rombongan Duta Bahari 2008. Kaki-kaki kecil mereka menjejak di
sebuah lantai beton yang mengapung di atas laut, lalu duduk di kursi biru.
Sekitar 5 meter dari tempat para Duta Bahari 2008 duduk, tertambat sebuah
kapal. Di lambung kapal tertulis "HOS Tjokroaminoto". Oooo…ternyata kapal
buatan ITS tersebut sudah menunggu Duta Bahari 2008. Rencananya pemotongan
pita akan dilakukan oleh Walikota Surabaya Bambang DH. Kapal berwarna putih
tersebut sedianya akan digunakan sebagai kapal pendidikan bahari pertama di
Surabaya, diperuntukkan bagi seluruh pelajar di Surabaya. Setiap anak perlu
dikenalkan dengan laut sejak dini, melalui belajar langsung dengan ahlinya
serta melihat dari dekat. Hal ini sesuai dengan metode pembelajaran *CTL
(Contextual Teaching and Learning) *serta *Thematic Teaching *yang mulai
diterapkan di sekolah-sekolah.
Mengapa kapal pendidikan bahari pertama di Surabaya tersebut
dinamakan "HOS Tjokroaminoto"? Dalam sambutannya, Pak Daniel M. Rosyid
sebagai penggagas pembuatan kapal ini mengatakan bahwa "HOS Tjokroaminoto"
merupakan nama seorang tokoh pahlawan nasional yang sekaligus menjadi
inspirator Bung Karno. HOS Tjokroaminoto berasal dari Surabaya dan menjadi
salah satu tokoh nasional kebanggaan Surabaya. "Dengan mensyukuri anugerah
kelautan, maka mudah-mudahan kita tidak menjadi orang yang kufur," kata Pak
Daniel menutup sambutannya.
Apa yang disampaikan oleh Pak Daniel dilanjutkan oleh Sekretaris
Walikota Surabaya Pak Sukamto Hadi, yang hari itu sengaja datang mewakili
pak Walikota Surabaya yang berhalangan hadir. Selain pak Sukamto Hadi, hadir
pula Ibu Walikota Dyah Katarina yang selalu tampil *sumringah* dan *grapyak.
*Sambutan juga diberikan oleh Pak Supartono, Gubernur STTAL. Kemudian
berturut-turut Virly Aldisha (SD Kreatif Muhammadiyah 16), Mazda Mayregita
Hutapea (SD Hang Tuah 1), dan Chavia Udhiya (SD SAIMS) membacakan Deklarasi
Bunaken, Sumpah Pemuda, dan Deklarasi Gerakan Cinta Bahari. Semua ikrar
bersatu dalam cakrawala samudera.
Lantunan doa dari Pak Ade Zaini menggerakkan denyar-denyar jiwa
setiap orang yang hadir dalam acara Peluncuran dan Peresmian Kapal
Pendidikan Bahari HOS Tjokroaminoto. Semuanya menengadahkan tangan memohon
keberkahan dan keselamatan dalam menjalani setiap aktivitas, termasuk
meresmikan kapal HOS Tjokroaminoto yang dilakukan secara simbolis oleh Ibu
Walikota Dyah Katarina dengan pengguntingan pita serta pelepasan balon
warna-warni. Ibu Walikota juga berkesempatan meninjau kapal pendidikan
bahari pertama di Surabaya, ditemani oleh Pak Daniel M. Rosyid, Pak
Supartono, serta panitia dari Cinta Bahari. Kita patut berbangga seba kapal
pendidikan bahari HOS Tjokroaminoto adalah buatan anak negeri dan memberikan
andil penting bagi pengembangan pendidikan di tanah air pada umumnya dan
kota Surabaya pada khususnya. Armada Maritim di bagian timur (baca :
Surabaya) memang yang terbesar di Indonesia sehingga keunggulan ini harus
dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya sebaik-baiknya.
Pelampung-pelampung berwarna hijau bercorak militer sudah
disediakan begitu acara pemotongan pita serta peninjuan kapal HOS
Tjokroaminoto selesai. Sebentar lagi rombongan Duta Bahari 2008 diajak
keliling dermaga dengan menaiki 2 kapal, KRI-Weling untuk Duta Bahari utama
dan KRI yang satunya lagi untuk Duta Bahari tambahan. Selama berputar-putar
di sekitar dermaga, para Duta Bahari 2008 mengagumi patung Jalesveva
Jayamahe yang berdiri tegak bak patung Liberty di New York. Makan siang pun
dilakukan di atas kapal. Ibu Walikota yang senantiasa *sumringah *dan *
grapyak* sempat membuat geli rombongan saat beliau menirukan salah satu
adegan di film *Titanic*; beliau merentangkan kedua tangannya di ujung
kapal. Ada-ada saja ya Ibu Walikota....Ada pula duta bahari yang berfoto
dilatarbelakangi oleh patung Yos Sudarso yang di bawahnya tertulis semboyan
TNI AL RI; *Jalesveva Jayamahe* (Di Lautan kita Berjaya), sebagai bentuk
penghargaan serta kekaguman pada patung yang berdiri tegak di tengah laut
tersebut.
Sebelum menaiki kapal yang membawa rombongan keliling dermaga, mereka
terlebih dahulu dilepas di KRI Dewa Ruci yang sangat legendaris itu. Kapal
antik ini buatan Jerman Barat, khusus dipergunakan untuk muhibah para
prajurit AL ke luar negeri. Kapal ini antara lain pernah berlabuh di Mesir
tahun 2005. Kapal ini merupakan kapal milik negara yang interiornya sangat
unik dan indah, khas kapal-kapal buatan Eropa.
Selain bisa menikmati pemandangan laut yang memukau, Duta Bahari 2008 juga
bisa melihat secara langsung dan dari dekat bagaimana sebuah kapal
dikemudikan serta apa saja bagian-bagian kapal dan fungsinya. Para Duta
Bahari 2008 sangat antusias dengan kegiatan ini. Mungkin karena kegiatan ini
adalah untuk yang pertama kalinya bagi mereka sehingga mengenal laut dari
dekat dan langsung belajar dari ahlinya adalah sesuatu hal yang sangat *
excited*. Udara yang sangat panas tidak menghalangi mereka untuk
mempelajari serta menyerap apa yang mereka terima di hari yang indah itu.
Benar sekali apa yang dikatakan pak Walikota lewat pidatonya yang diwakilkan
oleh sekretarisnya; bahwa belajar langsung dari lingkungan dan para ahli di
bidangnya, akan sangat berarti untuk menumbuhkan semangat dan memperkuat
sikap ingin tahu yang diharapkan berujung pada pembanguna karakter
profesional di bidang masing-masing. Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober
2008 merupakan tonggak perjuangan generasi muda Indonesia pada umumnya, dan
Surabaya pada khususnya. Semoga, semangat itu mampu menembus jiwa generasi
masa kini. Terutama melalui dunia bahari yang amat kaya dengan kekayaan alam
dan juga kaya dengan sumber belajar.