Bismillaahirrohmaanniroohiim,
BUKU KUMPULAN KISAH NON FIKSI TERBAIK SEPANJANG MASSA
(TELAH TERBIT (di GRAMEDIA pulau JAWA dan GUNUNG AGUNG), GET IT NOW FOR FREE !!)
Seri Cerita Anak Muslim
Oleh Diena Ulfaty
 
Adakah buku anak yang meng”kritisi” masalah pornografi sampai korupsi?. 
Jawabnya ada. Berbeda dari kebanyakan buku anak, buku Inspiring Stories for 
Kids.
Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan
Cinta, cukup bisa dibilang kritis meski dari 20 kisah yang terkumpul
dalam buku tersebut, ada beberapa yang terkesan terlalu pendek.
Meskipun begitu cerita tetap enak untuk dinikmati.  Tak
hanya itu dengan balutan gaya bahasa yang sangat sederhana dan ringan,
beberapa cerita yang nampak kritis pun bisa dipahami oleh anak usia 10
tahun. Simak saja beberapa penggalan cerita yang diambil dari salah satu kisah 
dalam buku Inspiring Stories for Kids yang berjudul Kisah Lelaki yang Dipingit.

Setelah
waktu berjalan cukup lama aku mengetahui kalau uskup yang kukenal itu
bukanlah orang baik. Perilakunya sungguh menjijikkan. Dia memerintahkan
orang-orang untuk bersedekah tetapi hasil sedekah yang terkumpul ia
simpan untuk dirinya sendiri. Sungguh berbisa sekali mulut sang uskup
sehingga dia berani menipu rakyat dengan kebohongan yang menyedihkan.
Jadi, bukan salahku jika aku sangat membencinya.
Tak
lama berselang, uskup itu tiba-tiba mati. Kematiannya merupakan misteri
bagi semua orang. Acara penguburannya diramaikan oleh orang-orang yang
mengelu-elukannya tanpa tahu kebusukannya selama ini. Mereka
berduyun-duyun menghormati mayatnya dan menyesali kepergiannya. Tapi
aku akan segera mengakhiri sandiwara ini supaya kejahatan sang uskup
terungkap.
“Aku
tahu rahasia yang disimpan oleh uskup ini semasa hidupnya,” kataku pada
orang-orang itu. “Sesungguhnya orang ini adalah orang yang jelek. Dia
memerintahkan kalian untuk bersedekah tetapi ternyata dia tidak
memberikan sedekah kalian itu kepada orang miskin. Dia menyimpannya
untuk kepentingannya sendiri.”
“Apa buktinya kau mengatakan itu?,” tanya mereka.
 
Akhirnya
kejahatan si uskup benar-benar terbongkar, bahkan pada akhirnya
orang-orang enggan menguburkan mayatnya. Mereka malah melempari mayat
sang uskup dengan batu dan membiarkannya tergeletak di tanah. Sungguh
pemandangan yang menyedihkan. Itulah salah satu gambaran tentang
kejahatan orang yang sangat dipercaya di masyarakat tetapi
menyalahgunakan kepercayaan itu untuk menipu orang. Sungguh merupakan
fenomena yang sangat sering kita jumpai di tengah masyarakat ini. Pesan
dari kisah ini, bahwa dalam mencari kebenaran kita harus mengetahui
siapa-siapa yang berhak untuk dipercaya. Pesan ini sangat penting untuk
membentengi anak-anak agar tidak mudah percaya kepada orang-orang
bergelar ustadz atau pemuka agama, dan mengkritisi ajaran mereka
sebelum mengikutinya. Siapa tahu mereka adalan pentolan teroris,
koruptor, dll?

Mungkin
anak-anak tidak paham apa itu korupsi, tapi setidaknya mereka tahu
seperti apakah tindakan yang bisa menyebabkan orang melakukan korupsi.
Mungkin mereka juga tidak tahu kalau korupsi bisa berawal dari “niatan
baik” yaitu meminjam barang (uang) milik rakyat dalam periode tertentu
untuk modal usaha, dan segera mengembalikannya jika usaha tersebut
sukses. Nah jika usaha gagal otomatis orang tersebut tidak akan mampu
mengembalikannya. Beberapa pengusaha atau pemimpin negara yang dituduh
korupsi dan mendekam di penjara melakukan korupsi karena kasus seperti
ini. 
Dalam
kisah yang berjudul Kalung Mutiara di Baitul Mal, mengisahkan seorang
pemimpin yang bernama Ali yang memarahi putrinya ketika meminjam kalung
mutiara di baitul mal. Sang putri merasa berhak memakainya karena dia
adalah anak orang nomor satu di negerinya. Namun tingkah lakunya
mendatangkan kemarahan sang ayah meski niatan awalnya meminjam, tetapi
Ali tetap tidak setuju jika harta rakyat yang tersimpan di baitul mal
digunakan macam-macam. Bahkan dia menghukum putrinya sendiri akibat
kesalahannya itu. Berikut penggalannya.
 
Di
sebuah negeri yang aman sentosa, ada sebuah baitul mal tempat menyimpan
barang-barang berharga milik rakyat. Di antara barang-barang yang
tersimpan di sana, ada seuntai kalung mutiara yang indah. Suatu hari,
putri Ali bin Abi Thalib mendatangi penjaga baitul mal untuk meminjam
kalung mutiara. Sang
penjaga pun memberikannya dengan ringan tangan. Bagaimana pun ia tidak
sanggup menolak permintaan putri sang pemimpin negerinya.
Sang Putri senang karena permintaannya diloloskan. Namun
saat bertemu dengan ayahnya, sesuatu pun terjadi. “Darimana kau
dapatkan kalung itu?,” tanya sang ayah ketika mendapati kalung mutiara
di leher putrinya.
“Aku
meminjamnya dari penjaga baitul mal dan akan mengembalikannya dalam
waktu tiga hari. Aku ingin memakainya untuk berhias di hari Idul Adha.”
Seketika
itu juga, Ali segera mengutus seseorang untuk memanggil penjaga baitul
mal. Setelah sang penjaga berada di hadapannya, ia memarahinya.
Bagaimana pun barang-barang yang ada di baitul mal adalah milik rakyat
dan tidak boleh digunakan sembarangan oleh orang lain. 
“Sesungguhnya
yang meminjam kalung itu adalah putrimu,” kata sang penjaga, “dia hanya
sekedar meminjam dan akan mengembalikannya dalam keadaan utuh.”
 
Bercermin
dari kisah di atas, ternyata banyak juga orang yang kurang amanah
terhadap harta rakyat, mungkin kita salah satunya. Dengan menggunakan
istilah meminjam, orang-orang ini telah bertindak ceroboh terhadap
harta rakyat kecil. Inilah pesan penting yang diperuntukkan para
pejabat supaya berhati-hati dengan barang milik rakyat, karena sikap
meremehkan seperti ini bisa mendatangkan benih-benih kejahatan (seperti
korupsi misalnya). Masih banyak kisah seru lainnya yang tak kalah
menarik. Bahkan ada juga kisah pezina yang sangat jujur yang minta
dirajam karena takut dosanya tidak diampuni. Sebuah kisah langka di
massa sekarang, ketika masyarakat dilanda krisis moral. Banyak wanita
yang kehilangan nuraninya sehingga berani melakukan pembunuhan terhadap
anak hasil perzinaan. Padahal dengan tobat yang benar, bisa menjadikan
orang tersebut masuk surga. 
 Kisah
yang berjudul Gubernur yang Miskin juga tak kalah menariknya. Kisah
tersebut bercerita tentang seorang gubernur yang sangat miskin
sampai-sampai hanya punya satu pakaian saja. Berbeda dari gubernur
jaman sekarang yang berlomba-lomba mengejar kekayaan, tokoh utama dalam
cerita tersebut menolak uang seribu dinar yang diberikan oleh pimpinan
negerinya. Dia lebih memilih hidup miskin seperti rakyat biasa dengan
kondisi yang sangat memprihatinkan. Bahkan gara-gara saking miskinnya,
sang gubernur beberapa kali kelaparan karena tidak punya sesuatu pun
untuk dimakan. Benar-benar cerita yang mengharukan.Ada
sekitar 20 kisah inspiratif yang layak dijadikan teladan. Siapapun yang
membacanya akan terinspirasi untuk meneladani sifat-sifat baik yang
dimiliki oleh tokoh-tokoh hebat yang nama-namanya tercantum dalam
sejarah. Apalagi ada 20 ilustrasi full color yang menambah
cerita makin hidup dan seru aja. Bahkan buku yang rencananya terbit
akhir Nopember ini menuai banyak pujian, mulai dari kalangan akademisi,
anak-anak, sampai penulis buku.
 
“Saya
kira tidak hanya anak-anak saja yang perlu membaca buku ini, bahkan
ibu-ibu sangat dianjurkan untuk membacanya. Banyak sekali kisah
inspiratif yang meneguhkan iman. Saya berinisiatif membacakan seluruh
kisah ini kepada anak-anak TPA setelah bukunya terbit nanti. Makanya
momen terbitnya buku ini sangat saya tunggu-tunggu,” kata Ibu Siti
Rahmah Umniyati, pakar parasitologi UGM yang menjadi dosen Pasca
Sarjana Fakultas Kedokteran Umum Universitas Gajah Mada Jogjakarta.
 
“Saya mau belajar dari mbak Diena (penulis Inspiring Stories for KIds) tentang 
cara menulis kisah sehingga enak dibaca. Top banget deh,” ujar Dafindra Al 
Ghifari, bos kecil Astro.
 
”Buku
seperti ini sangat jarang ada di toko buku. Padahal anak-anak sangat
membutuhkannya. Saya kira, sang penulis perlu menerbitkan kisah-kisah
seperti ini yang lebih tebal lagi. Benar-benar inspiratif,” kata Ir. M.
Syakir, M.Si, pendiri Malaysian Institute of Technology
 
Pujian juga datang dari seorang penulis buku The Kufr of Magic and The Evil of 
Harry Potter - Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary, seorang murid ahli hadits Yaman.


 “Buku
ini memang inspiratif. Sarat akan pendidikan akhlak. Sangat layak untuk
dijadikan teladan. Hebatnya lagi, seluruh kisahnya bersumber dari
hadits-hadits shohih. Gaya bahasannya sangat mudah dimengerti anak-anak.
Membaca buku ini akan membuat mereka seolah-olah sedang menyaksikan
sendiri kejadian-kejadian di masa lalu dan merasakan berbagai
pengalaman hidup yang dilalui Rasulullah, para sahabatnya, dan
tokoh-tokoh mengagumkan lainnya yang nama-namanya tercatat dalam sejarah, ” 
katanya.
Nah buat teman-teman yang ingin mendapatkan buku Inspiring Stories for Kids.. 
Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta,secara
gratis silahkan tulis alasan kenapa kamu begitu menginginkan buku ini
pada kolom komentar (tanggapan) di bawah. Tersedia 3 buku gratis bagi 3
orang komentator terbaik. Tapi tidak menutup kemungkinan jumlah buku
gratisnya akan ditambah jika peminatnya sangat banyak. Batas waktu
pengiriman komentar paling lambat tanggal 8 Desember 2008. So buruan kirim, 
jangan sampe telat.   
Spesifikasi buku :
Judul : Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, 
Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta.
Penulis : Diena Ulfaty
ISBN :978-979-18601-0-9
Size : 19 x 23,5 cm 
Jumlah Halaman : 82 (disertai ILUSTRASI full color)
Harga : Rp. 32.900,- 
Tanggal terbit : telah terbit
Buku juga bisa diperoleh di TB. Gramedia, TB. Gunung Agung, dll.


 
Salam, 
Diena Ulfaty
Penulis Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, 
Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta

http://dienaulfaty.wordpress.com


      


      

Kirim email ke