kawan2,
ini hasil diskusi seru kemarin:
 
EDITOR Bikin NOVEL KEROYOKAN
oleh: Yudha Rumengan
 
..............
 
Ketika Moderator membuka Sesi Tanya-Jawab, pertanyaan-pertanyaan langsung deras 
menyerbu pembicara.  Dimulai dari Demita, siswa SMA 49. dengan semangat 
membaja, ia bicara begitu runtut dan cenderung cepat seperti takut ada yang 
terlupa. Sebanyak tiga pertanyaan ia ajukan. Di antaranya, apakah 3 tokoh 
tersebut mewakili para penulis dan Lula adalah tokoh rekaan mereka berdua, lalu 
bagaimana cara meredam ego, ketika menulis novel kolaborasi. Diteruskan dengan 
Lathifa dari SMA 38 yang menanyakan tentang bagaimana cara meyakinkan penerbit 
agar mau menerbitkan sebuah karya. Kedua penulis ini menjawab, bahwa memang 
kurang lebih tiap tokoh memaparkan pengalaman-pengalaman para penulisnya, jika 
ini dapat dikategorikan sebagai mewakili penulis. Hanya saja tokoh Lula tidak 
mereka reka-reka. Mereka mencipta ulang tokoh ini, bukan lagi dari pengalaman 
Lisa. Karakter fisiknya pun mereka gabungkan dari orang-orang di sekitar yang 
sering mereka temui. Terkadang ide
 cerita dalam suatu bab bahkan hasil dari aksi pantau mereka ke tempat-tempat 
umum, seperti kedai kopi. 
 
Kedua penulis yang editor ini masing-masing memiliki karakter dasar yang kuat. 
Karakter dasar Windy sebagai Editor, sedangkan Ino penulis. Namun mereka dapat 
berganti peran berhadapan dengan masing-masing bab yang ditulis oleh 
masing-masing mereka. Meski pernah berantem sampai melakukan aksi diam, mereka 
memahami bahwa mereka harus maju dan bergerak bersama. saling mengingatkan 
untuk terus maju dalam cerita, tidak boleh jauh mendahului rekannya, di samping 
karena cerita tiap bab berkaitan, juga karena mereka menjaga ’tone’ kolaborasi. 
Maju bersama dan bersaing bersama. Mengenai ’bersaing’ ini, secara kebetulan 
mereka mengeluarkan jawaban yang sama ketika ditanya oleh Media tentang siapa 
sebetulnya rekan mereka menulis itu. Siapa Windy bagi Ino dan sebaliknya. 
Secara tidak disangka-sangka keduanya menjawab sama, ”Rival”. 
 
Sesi kedua tanya-jawab dimulai dengan pertanyaan yang dilontarkan Rara dari SMA 
49. Ia menujukan pertanyaan untuk Ino, tentang perbedaan menulis novel sendiri 
dengan berdua. Dilanjutkan Randy dari Divisi Komik FiXiMix yang lebih cenderung 
minta diyakini, apakah dalam menulis novel itu kalimat atau bagian pertama 
musti dibuat semenarik mungkin agar menarik minat pembaca untuk membaca 
keseluruhan. Yudha menyambung dengan pertanyaan, apakah betul masing-masing 
penulis memiliki ciri khas, seperti Andrei Aksana yang selalu menyelipkan puisi 
dalam novel-novelnya.  Terakhir, Ibu Guru dari SMA 97, Ibu Alwiyah bertanya 
soal cover. Mengapa dibuat seperti itu, dan apakah amanah yang ingin 
disampaikan kedua penulis ini.

 
............................. SELENGKAPNYA, KLIK: 
http://fiximix.multiply.com/journal/item/89/Liputan_EDITOR_Bikin_NOVEL_KEROYOKAN


FiXiMix, stasiun fiksi 
Novel-Komik-KumCer-Skenario-Film-Games 
Toko*Perpus*Diskusi*Workshop*Kursus*Pemutaran Film*Performance 

Jl. Desa Putra No. 74A, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 
Tel. 021-713 90 682
e-mail : [email protected] 
friendster: [email protected] --> http://profiles.friendster.com/fiximix 
milis : [email protected] 
blog : http://fiximix.multiply.com 

FiXiMix 
Fiksikan dunia!


      

Kirim email ke