KOMPAS.com Sabtu, 21 Maret 2009<br />

Namaku Bayu, tapi teman-teman biasa memanggilku Garuda. Itu karena aku mahir 
bermain sepak bola. Kata mereka, bola di kakiku susah direbut seperti burung 
garuda mencengkeramkannya dengan kaki-kaki yang kuat.<br /><br />

Aku pun bisa berlari cepat, persis seperti garuda yang terbang melesat di 
angkasa. Menyambar bola di kaki lawan, kata orang mirip garuda yang menyambar 
mangsanya. Suatu saat, aku ingin menjadi pesepak bola terkenal dan membawa 
<a>Indonesia</a> ke Piala Dunia.<br /><br />

Prekuel Film Itulah sepenggal kisah tentang cita-cita seorang anak mengharumkan 
negeri ini di kancah sepak bola internasional. Sayang, kisah itu baru sebatas 
mimpi. Mimpi yang dituangkan dalam bentuk novel berjudul <em>Mimpi Sang Garuda. 
Ini adalah novel pertama dari trilogi novel dengan sasaran pembaca 
anak-anak.<br /><br />

Benny Rhamdani, pengarang buku ini, menulis adegan-adegan dalam novel tersebut 
setelah dia menonton cuplikan-cuplikan film <em>Garuda di Dadaku. Pemerannya 
antara lain aktris Maudy Koesnaedi, Ikra Negara, dan Emir Salim. Nah, novel 
tersebut itu dibuat sebagai prekuel sebelum film tersebut tayang 
di bioskop-bioskop Tanah Air mulai 18 Juni 2009.<br /><br />

\"Setelah naskah skenario yang dibuat Salman Aristo jadi, dan filmnya jadi, 
saya diminta menonton dan membuat tulisan prekuel dari film tersebut. Semacam 
tulisan pengantar untuk masuk ke film tersebut,\" tutur Benny dalam acara 
peluncuran novel <em>Mimpi Sang Garuda, di Gramedia Grand <a>Indonesia</a>, 
Jakarta, Jumat (20/3).<br /><br />

Sebuah Mimpi Buku ini, menurut Salman, bukan sekadar mimpi. Ada beberapa fakta 
sejarah yang mesti diketahui oleh generasi masa depan kita, anak-anak kita. 
Salman menyebutkan contohnya seperti <a>Indonesia</a> pernah mengalahkan 
Belanda dan Jerman di tahun 1960-an. \"Itu nyata,\" tegas Salman.<br /><br />

Bicara sepak bola <a>Indonesia</a>, baik Salman maupun Benny sepakat bahwa ada 
degradasi dalam waku yang panjang. \"Dulu Korea Selatan itu belajar sepak bola 
di <a>Indonesia</a>, sekarang malah sudah menjadi tuan rumah Piala Dunia, 
sedangkan kita jalan di tempat,\" sesal Salman.<br />
\"Untuk itu, novel ini terbit (tentu juga nanti dengan filmnya) sebagai usaha 
memoria momentum. Sebuah usaha pengingatan kembali apa yang dulu pernah kita 
capai. Harapan ke depannya, bangsa <a>Indonesia</a> bisa tembus Piala Dunia 
2022,\" harap Salman yang pernah menjadi kiper ketika sekolah dulu.<br /><br />

Maka, bukanlah ketidaksengajaan jika sasaran pembaca novel ini adalah 
anak-anak. Bukan berarti membebankan tanggung jawab pada anak-anak, melainkan 
untuk membangun gairah sepak bola di generasi mendatang. Buku dan film ini juga 
mengharapkan adanya komitmen dari pemerintah untuk mewujudkan prestasi sepak 
bola nasional yang makin mumpuni.<br /><br />

Menurut keyakinan Salman, mimpi itu bisa terwujud. \"Kuncinya kita memiliki 
potensi. Kita memiliki SDM yang banyak. Penduduk kita, yang saya lihat,
banyak yang menyenangi sepak bola,\" kata Salman.<br /><br />

Sikap optimistis Salman semakin besar setelah ia melihat semangat besar yang 
ditunjukkan suporter sepak bola di setiap pertandingan di Gelora Bung 
Karno. Para pencinta sepak bola Tanah Air selalu menyanyikan lagu kebangsaan 
<a>Indonesia</a> dengan lantang. Ini menunjukkan adanya patriotisme dalam sepak 
bola dan menjadi modal kuat untuk memajukan sepak bola nasional.<br /><br />

Setelah <em>Mimpi Sang Garuda, dua novel berikutnya, <em>Garuda di Dadaku dan 
<em>Garuda Menantang Matahari, akan segera menyusul. Kiranya baik bagi kita 
mengikuti ke mana arah dari jalinan mimpi yang tersurat dalam lembar-lembar 
novel anak. Tentunya sambil menatap ke dunia nyata mau ke manakah 
persepakbolaan <a>Indonesia</a>.

selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/resensi.php
dan silakan klik detail bukunya di 
http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=1090


Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com


------------------------------------

     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebangetYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke