Jeremias Jena, Seputar Indonesia, Mei 2009<br /><br />Pertanyaan yang muncul 
ketika kita memperhatikan atau membaca riwayat hidup orang yang sukses dalam 
hidup dan kaya secara finansial adalah apa rahasia di balik kesuksesan mereka ? 
Pertanyaan ini juga yang melatarbelakangi Napoleon Hill ketika menulis bukunya 
<em>Think and Grow Rich (Berpikir dan Menjadi Kaya). Inilah pertanyaan utama 
yang mendorong Napoleon Hill menyingkap rahasia kekayaan Andrew Carnegie, sang 
miliuner industri baja kenamaan di Amerika Serikat (AS).<br /><br />Awal kisah 
penulisan buku ini terbilang sederhana.Tahun 1908, di tengah krisis dan 
penurunan ekonomi AS, Napoleon Hill menerima pekerjaan menjadi reporter dan 
penulis pada Bob Taylor\\\' Magazine. Sebagai jurnalis, Hill ditugasi menulis 
dan menyingkapkan kisah-kisah sukses dan rahasia menjadi kaya dari para 
pemimpin perusahaan besar di AS. Meskipun merupakan refleksi filsafat 
kesuksesan atas perjalanan hidup Andrew Carnegie, pemikiran yang terdapat dalam 
buku ini menjadi f undamen bagi setiap orang yang ingin menjadi kaya.<br /><br 
/>Menarik untuk mengomentari landasan epistemologis buku ini. Ketika Napoleon 
Hill mengemukakan keinginannya mewawancarai Carnegie, sang miliuner ini 
menantang dia untuk menyingkap dan menulis prinsip-prinsip dasar yang mampu 
menjelaskan kunci sukses menjadi kaya dari banyak orang, dan bukan hanya 
dirinya. Carnegie bahkan mendesak Hill untuk mewawancarai sedikitnya 500 
orang—beberapa nama yang terkenal misalnya Thomas Alfa Edison, Alexander 
Grahambell, Henry Ford, Theodore Roosevelt, Woodrwo Wilson—untuk mengungkapkan 
prinsip-prinsip dasar yang kurang lebih universal tentang rahasia menjadi 
sukses dan kaya. Menceritakan tantangan yang diajukan Carnegie dalam buku ini, 
Napoleomn Hill sebenarnya menegaskan bahwa prinsip-prinsip atau filsafat 
kesuksesan yang ada dalam buku ini telah teruji, karena itu pantas menjadi 
fundamen universal bagi siapa saja yang ingin sukses dan kaya dalam hidupnya. 
Jelas, secara metodologis, pendekatan yang dipakai Napoleon Hill bersifat 
induktif.<br /><br />Apa kunci atau rahasia menjadi kaya? Bab pertama buku ini 
mendeskripsikan keberhasilan beberapa tokoh dalam meraih kekayaan finansial 
dengan maksud menunjukkan rahasia atau kunci di balik kesuksesan mereka. 
Napoleon Hill menggunakan contoh-contoh ini untuk mengungkapkan prinsip-prinsip 
dasar atau apa yang disebutnya sebagai rahasia menjadi kaya. Setiap bab buku 
ini sebenarnya merupakan satu prinsip dasar menjadi kaya dari seluruh prinsip 
dasar. Ada 13 prinsip dasar atau rahasia menjadi kaya, yakni keyakinan pada 
kemampuan sendiri, autosugesti, pengetahuan khusus, imajinasi, perencanaan 
terorganisasi, ketegasan, kegigihan, kekuatan master mind, seksualitas, alam 
pikiran bawah sadar, otak, indra keenam, dan mengatasi hantu rasa takut.<br 
/><br />Konstruksi pemikiran buku ini tergolong sederhana. Napoleon Hill 
menemukan semacam kunci meraih kesuksesan dan kekayaan dalam diri orang-orang 
kaya, pertama-tama bukan karena mereka memiliki ke-13 prinsip dasar tersebut. 
Hill melihat bahwa fundamen itu akan menjadi rapuh jika seseorang tidak 
memiliki pemikiran atau cita-cita dan keinginan yang kuat untuk menjadi 
kaya.<br /><br />Dalam literatur-literatur motivasi, para motivator umumnya 
berusaha menghidupkan semacam mental magic dalam diri kita. Itulah pikiran atau 
gagasan menjadi kaya dan keinginan yang teguh untuk menjadi kaya. Pikiran 
tentang kekayaan membangkitkan detail, misalnya membayangkan hidup dalam 
kekayaan finansial, memiliki segala yang dibutuhkan, merealisasi berbagai 
mimpi, beramal, dan sebagainya. Imajinasi intelektual semacam inilah yang 
sebetulnya merangsang keinginan, yang buahnya adalah keputusan atau ketetapan 
hati menjadi kaya. Keputusan menjadi kaya inilah yang kemudian mengarahkan 
seseorang untuk menemukan kunci atau rahasia atau prinsip-prinsip dasar menjadi 
kaya.<br /><br />Beberapa prinsip atau kunci sukses mungkin kedengaran aneh. 
Bagaimana menjelaskan autosugesti sebagai salah satu kunci meraih kekayaan (bab 
5)? Karena meraih kesuksesan dan kekayaan berawal dari kesadaran dan keinginan 
kuat menjadi kaya, seseorang, dalam praktik, harus selalu menyugesti diri 
sebagai orang kaya. Nasihat Napoleon Hill bahkan sangat praktis dan mungkin 
lucu bagi sebagian orang semisal Lihat dan rasakan uang yang ada di tangan 
Andai (hal 115). Namun, hal itu justru menjadi bagian dari latihan mental 
menyugesti diri dan memperkuat kehendak supaya terus berusaha meraih kekayaan. 
Tanpa itu, keinginan menjadi kaya hanya akan menjadi mimpi yang tak pernah bisa 
direalisasi. Tentu ini berkaitan erat dengan rahasia lain seperti pentingnya 
perencanaan yang matang dan terorganisasi (bab 8), ketegasan (bab 9), dan 
kegigihan (bab lO).<br /><br />Lebih dari sebuah teks motivasi, buku ini bisa 
digunakan sebagai alat pemetaan atau refleksi diri, tidak terbatas dalam upaya 
meraih kekayaan finansial, tetapi juga dalam pengelolaan uang sehari-hari. 
Konsep pengenalan diri dengan berbagai kekurangan dan kelebihan, misalnya, 
mampu mengategorikan kita sebagai orang yang cukup cermat dalam mengelola 
keuangan atau seorang pemboros dan penikmat kehidupan. Pengenalan diri semacam 
ini tentu memiliki relasi yang kuat dengan pentingnya pengendalian diri. 
Memiliki rencana yang teratur, tegas dan gigih dalam mengelola hidup, dan 
seterusnya.<br /><br />Dengan kata lain, apa yang dikatakan Napoleon Hill dalam 
buku ini dapat dibaca sebagai refleksi kritis atas kehidupan kita 
masing-masing, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan kekayaan pribadi. 
Seusai membaca buku ini, kita akan menemukan diri berada dalam dua pilihan 
penting. Pertama, berada pada kelompok orang yang memiliki pemikiran dan 
keinginan untuk menjadi kaya atau kedua berada dalam kelompok yang menikmati 
saja hidup ini tanpa hasrat, tanpa tujuan. Berada dalam kelompok pertama akan 
memaksa kita merealisasi seluruh rahasia yang terungkap dalam buku ini karena 
itulah satu-satunya jalan meraih kesuksesan dan kekayaan. Sementara berada 
dalam kelompok kedua seharusnya segera menyadarkan kita untuk kembali 
merencanakan hidup secara baik, kecuali kalau kita sudah memilih untuk tidak 
menjadi sukses dan kaya.<br /><br />Jeremias Jena M.Hum<br />Dosen Filsafat 
Unika Atmajaya, Jakarta dan Character Building di Binus University, Jakarta

selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/resensi.php
dan silakan klik detail bukunya di 
http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=1211


Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com


------------------------------------

     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebangetYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke