Tentu saja banyak orang melihat tubuh itu. Lebih dari sekali seorang nelayan 
atau pekerja di atas kapal melihat sekilas daging berwarna gading yang 
menyembul di atas ombak kelam. Ah, mungkinkah itu seekor baiji, lumba-lumba 
putih? Legenda mengatakan, lumba-lumba putih adalah gadis-gadis yang diubah 
menjadi mahluk air. Dewasa ini jumlah baiji hanya sekiar selusin, sejumlah 
orang mengatakan tak seekor pun yang dapat terselamatkan karena polusi dan lalu 
lintas kapal. Mungkinkah kilatan warna putih itu seekor baiji? Atau, sebuah 
keajaiban kecil dalam sayatan bumi yang penuh air ini?<br><br>
<br><br>
Dengan cepat tubuh itu masuk ke perbatasan Kota Wushan, di sana arus air yang 
berwarna hijau dari Sungai Daning mendadak mengucur ke dalam Yangzi yang 
berlumpur. Sampan mengangkut nelayan. Feri berukuran besar hilir mudik membawa 
laki-laki dan perempuan menuju tempat kerja, menjenguk saudara, mencari 
kehidupan yang lebih baik. Anak-anak telanjang berenang memakai ban dalam, 
tertawa-tawa sambil saling bercanda. Seorang anak menabrak mayat itu, dan 
sesaat menduga bahwa itu temannya yang berpura-pura mati. Bukankah mereka 
sering berpura-pura sebagai mayat yang terapung-apung? Anak itu menendang si 
mayat, tetapi ketika merasakan jari-jarinya menembus masuk ke dalam tubuh, 
menusuk ke daging membusuk, ia berenang menjauh, tetapi tak menceritakan 
pengalamannya yang mengerikan itu kepada siapapun. Ia hanya berenang di samping 
salah satu perahu-perahu kecil yang membawa turis dari Daning. Kalau ia 
tersenyum manis, kalau ia melambaikan tangan dengan ramah dan berteriak: 
“Selamat Datang, Selamat Datang,” kepada orang-orang asing gendut yang 
membidikan kameranya, mungkin ia akan mendapatkan beberapa yuan sebelum perahu 
itu melaju ke Sungai Daning menuju Tiga Ngarai Kecil.<br><br>
<br><br>
Di sebuah negeri di mana legenda, sejarah, dan politik terjalin bersama, 
sebagian besar warga Cina bahkan tidak mengenal Yangzi, yang dulunya adalah 
nama dari penggalan terakhir sungai sepanjang 200 kilometer, yang mengalir 
melalui wilayah kuno Yang. Sebagai sebuah negara, orang Cina menyebut aliran 
air ini Chang Jiang, Sungai Panjang, atau da Jiang, Sungai Besar, tetapi mereka 
yang tinggal di pinggirannya memberikan nama pada setiap penggalan dari sungai 
yang panjangnya sekitar 6 ribu kilometer untuk menunjukkan sifat air di 
tempatnya masing-masing: Sungai Yak Liar, Sungai Pasir Emas, Sungai Indah, 
Sungai Ba.<br><br>
<br><br>
Semua ini tidak dipahami oleh jasad yang membusuk itu. Terkadang selama 
berjam-jam, ia meluncur di air tenang, dalam arus diam, di tepi-tepi sungai 
yang aman dan teluk-teluk yang tenteram ....<br><br>
<br><br>
Kutipan Prolog DRAGON BONES (Qanita, 2009)<br><br>
Penulis: Lisa See

selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/artikel.php

Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com


------------------------------------

     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebangetYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke