<p>Koran Seputar Indonesia,</p><p>Sebagai ancaman yang paling menakutkan 
sepanjang kehidupan manusia kini dibahas dalam ranah teknik, fisika, ekologi, 
astronomi, kearifan lokal hingga mitos. Selain itu bahwa diskusi kiamat 2012 
menggejala karena didukung oleh ramalan peradaban Maya Kuno yang terkenal 
memiliki kemampuan astronomi yang luar biasa, bahkan memiliki presisi dalam 
penanggalan waktu yang lebih baik dari penanggalan Gregorian (Masehi).Karena 
itu, isu kiamat 2012 memiliki pijakan astronomis-historis yang kuat dan tidak 
bisa dianggap sebagai hoax (sampah) semata.<br></p><br>
<br><br>
Diskusi kiamat 2012 sebetulnya merupakan isu lama yang telah menjadi perhatian 
kalangan pemerhati astronomi dan arkeolog. Keterkaitannya bukan soal 
berlangsung tidaknya kiamat pada 2012, tetapi proses mengumpulkan 
artefak-artefak peradaban Maya Kuno yang terkait dengan prediksi kiamat inilah 
yang menjadi luar biasa. Braden (hlm 1-2) menyebut bahwa Maya Kuno sebagai 
salah satu peradaban besar seolah hadir tiba-tiba pada satu setengah milenium 
yang lalu di area terpencil wilayah Sernenanjung Yucatan dengan mengembangkan 
teknologi. Sangat maju pada masanya, bahkan sampai kini sekalipun, tetapi 
tiba-tiba hancur dengan meninggalkan jejak arkeologis tanpa menghadirkan alasan 
yang jelas. Jared Diamond (Collapse: How Societies Choose to Fail or Succeed, 
2005) menganalisis bahwa kehancuran Maya Kuno salah satunya disebabkan 
kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan konflik eksternal, tetapi hingga 
kini belurn ada analisis kuat yang menjadi sumber utama kehancuran Maya 
Kuno.<br><br>
<br><br>
Terlepas dari kontroversi kehancuran Maya Kuno, sistem kalender Maya Kuno 
memprediksi 2012 sebagai masa-masa genting kehidupan alam semesta. Bisa berupa 
awal kehidupan baru maupun akhir yang lama sekaligus prediksi perubahan posisi 
planet dan proses perubahan perjalanan kosmis inilah yang disebut sebagai salah 
satu saat genting kehidupan semesta. Lebih dari itu, prediksi Maya Kuno tentang 
2012 mendapat ruang di tengah masyarakat rasional karena didukung fakta-fakta 
ilmiah. Misalnya retakan ozon yang sebesar California, perubahan medan magnetik 
bumi, badai dahsyat di matahari yang berlangsung terus-menerus, inkonsistensi 
iklim yang tidak mengikuti kaidah ajek dan sering tidak terprediksi. Semua itu 
merupakan sekelumit fakta yang bukan ahistoris dan misterius.<br><br>
<br><br>
Sebagai contoh retakan ozon sebesar California menghasilkan semakin banyaknya 
makhluk hidup yang terkena radiasi matahari. Bukan hanya menghasilkan kanker 
kulit untuk sebagian orang yang terkena, tetapi juga mempercepat proses evolusi 
manusia ke arah makhluk yang lebih kompleks, semacam perubahan genetika dan 
mutanisasi DNA. Meski proses evolusi tidak serta-merta ditentukan oleh satu 
faktor, evolusi makhluk hidup salah satunya ditentukan oleh perubahan-perubahan 
anatomis yang menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Intinya, perubahan ekstrem 
yang terjadi mengakibatkan sistem ketahanan tubuh makhluk hidup semakin 
lemah.<br><br>
<br><br>
Adapun perubahan iklim seperti bom waktu yang rentetan ledakannya bersahutan. 
Dimulai dari masifnya bencana alam, kenaikan cuaca ekstrem di beberapa tempat, 
tenggelamnya pulau-pulau di pesisir pantai. Bahkan untuk Negara Tulavu di 
Pasifik Selatan, tenggelamnya pulau-pulau juga menenggelamkan eksistensi 
negara. Persebaran penyakit hasil evolusi virus akibat perubahan iklim pun 
semakin menjadi persoalan yang mengglobal.<br><br>
<br><br>
Visi misteri kiamat 2012 juga tidak melulu diakibatkan rentetan fenomena alam, 
tetapi juga terkait dengan kondisi chaos di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan 
yang lainnya, diantaranya kebijakan pemerintah yang tidak mampu mengantur 
ledakan pertumbuhan penduduk, penyelesaian masalah dengan menggunakan 
kekerasan, kerakusan ekonomi dan transaksi derivatif serta spekulan global yang 
menghancurkan tatanan ekonomi dunia. Juga perebutan pemakaian sumber-sumber 
energi pangan, air, dan energi berpotensi akan semakin mengarahkan peradaban 
manusia jatuh pada skala konflik yang tidak berkesudahan. Kesemuanya ini adalah 
simpul-simpul menuju 2012.<br><br>
<br><br>
Terlepas dari kontroversi yang melingkupinya.Diskusi tentang misteri kiamat 
2012 menurut saya sebetulnya bertumpu pada satu kesepahaman yang universal, 
bahwa ada batas dari alam semesta dan semua yang mendiaminya. Kini, kondisi 
alam semesta semakin ringkih, ia tidak bersifat kekal dan nisbi, tetapi rentan 
berubah seiring dengan dengan perkembangan yang melingkupinya.<br><br>
<br><br>
Karena itu deskripsi kiamat 2012 bukan hanya terkait dengan justifikasi 
numerolog atas astronomi Maya Kuno, tetapi juga menyangkut perkembangan alam 
semesta dalam bidang yang lebih luas. Kiamat 2012 merupakan momen kesadaran 
kolektif mempersiapkan masa depan dengan memunculkan kesadaran ekologis dengan 
merawat hidup dan alam semesta. Dalam bidang sosial, diskusi misteri 2012 juga 
merupakan momen menumbuhkan kesadaran baru berdampingan harmonis dengan 
penghuni semesta. Hidup yang harus dijalani dengan menghilangkan ego 
instrumentalis serta menjalani hidup yang riang tanpa permusuhan. Karena itu, 
buku ini menjadi sangat spesial karena menggambarkan kiamat 2012 tidak melulu 
dalam ranah prediksi teknis dan mitos ramalan Maya Kuno, tetapi juga terkait 
dengan kehidupan sosial yang kompleks dan kesemuanya disajikan dalam pembahasan 
yang sistematis meski melelahkan untuk membacanya.<br><br>
<br><br>
Herdis Herdiansyah<br><br>
Mahasiswa program doktor (S-3)<br><br>
Ilmu Lingkungan UI<br><br>


selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/resensi.php
dan silakan klik detail bukunya di 
http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=1735


Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com

Kirim email ke