SURREALISME by H.B. Jassin Seorang anak muda melukis tjorat-tjoret: medja, di atasnja buku-buku, bangku, kamar, tiba-tiba kepala gadis jang manis di sudut kamar. Apakah ini realisme, atau jang masih masuk djuga dalam rumpun realisme: impressionisme? Buku-buku ada seperti buku, medja, bangku, kerosi menurut perspektif jang biasa, meskipun hanja goresan-goresan tergesa-gesa, tapi itu, kepala gadis itu, begitu besar dan tidak berbadan, apakah itu bisa djuga dipertanggungdjawabkan adanja dalam lukisan itu? Inilah tjontoh sederhana lukisan jang surrealistis. Artinja lebih dari lukisan realistis. Pemuda itu rupanja sedang dilamun tjinta. la melukis, mula-mula realistis, atau impressionistis, apa jang kelihatan sadja, tapi ingatannja kepada kekasihnja djadi begitu keras, sehinga tiba-tiba seperti terlihat dalam kamar itu wadjah kekasihnja dan itupun dilukiskannja pula. Baginja gadis itu djadi sama kenjataannja seperti barang-barang lain jang kelihatan ada sekelilingnja. Di sini sampailah kepada realiteit kenjataan bertjampur angan-angan, realiteit jang lebih dari realiteit, surrealisme. Surrealisme ini masih termasuk dalam rumpun expressionisme, oleh sebab ada pernjataan djiwa, pemasakan dalam djiwa. baca selengkapnya JURNAL PARAGRAPH Jurnalnya Orang Biasa Salam DP http://rumahkepompong.tk/
