Cerpen Alimuddin
Dimuat di Suara Karya 28/11/2009
Perempuan
itu Keumala. Perempuan berbola mata biru dipadu-padan otak yang mampu
menjawab segala hal rasa-serasanya. Dua modal yang membuat Keumala,
seperti kristal bening yang mengeluarkan denting-denting halus. Keumala
ratu di taman kembang. Ini hari terakhir wanita itu duduk di teras
depan rumahnya-menanti kekasih. Besok tak akan lagi.
Yang
memiliki harum menyegarkan terik siang. Usia belia, ikut memperdalam
jikalau kembang itu punya magnet lain selain wajah ayu. Kumbang-kumbang
gesit berterbangan di seputaran Keumala. Mengeluarkan harum-haruman.
Berharap Keumala akan terperangkap. Lantas mereka sehati dalam perahu bahagia.
Tapi
Keumala bukan kembang yang mau manusia-manusia buruk akan memetik
tubuhnya. Kemudian membiarkan layu di pinggiran kehidupan.
Maka
perempuan itu, ketat menjaga keindahan mahkota. Duri-duri menancap bila
ada kumbang yang ingin merampas makota itu. Apalagi secara paksa.
readmore
salam
DP
galericerpen-flp.blogspot.com