Judul Buku: Arumdalu
Penulis: Junaedi Sutiyono

tiap-tiap sejarah besar diwarnai kejadian kecil yang kadang lebih 
menarik daripada peristiwa besar itu sendiri <br><br>Arumdalu adalah 
nama tambahan bagi Raden Ayu Danti. Arumdalu, nama Jawa untuk bunga 
sedap malam, menjadi nama yang melekatinya lantaran kesukaannya 
menyuntingkan bunga itu di rambutnya.<br><br>Pada awal meletusnya Perang
 Jawa, awal 1825, hampir semua orang Salatiga, terutama kaum lelakinya, 
mengenal Danti Arumdalu. Orang-orang selalu menghubungkannya dengan 
kehidupan malam. Selanjutnya Arumdalu dikasak-kusukkan sebagai pelacur 
kelas tinggi, simpanan seorang bangsawan kaya raya dari Ngayogyakarta 
Hadiningrat.<br><br>Dari sudut pandang pengawalnya, Ki Brontok, kisah 
tentang Arumdalu ini dituturkan. Dari keterlibatannya dengan pembunuhan 
jagal sapi Ki Abilawa, kisah ini mengalir. Dan alirannya harus sampai 
pada upaya pembebasan seorang panglima laskar Dipanegaran yang 
termashur, Kiai Maja, yang ditangkap dan kemudian disekap di Benteng 
Salatiga. Namun, misi itu menjadi begitu rumit dan diperumit lagi dengan
 persoalan yang menggejolak di dalam dada para pembebas, persoalan 
manusia yang tidak dapat memungkiri jeritan hati 
nuraninya.<br><br><strong>Junaedi
 Setiyono</strong> menulis cerpen, puisi, dan novel. Novel pertamanya, 
Glonggong (Serambi, 2007) merupakan salah satu pemenang Sayembara 
Menulis Novel DKJ 2006 dan menjadi finalis Khatulistiwa Literary Award 
2008. Kini dia mengajar dan tinggal di Purwerejo.

lihat detail bukunya di  http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=6206

Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com

Kirim email ke