<div>N Mursidi, Koran Jakarta, Senin, 31 Mei 
2010</div><div><br></div><div>Togukawa Yoshinobu–gelar yang disematkan kepada 
Hitotsubashi Keiki yang dicatat sejarah sebagai shogun kelima belas–mungkin 
dapat dikatakan tak beruntung sewaktu diangkat menjadi 
shogun.</div><div><br></div><div>Yoshinobu yang memiliki banyak kelebihan dan 
dianggap sebagai reinkarnasi Ieyasu sedari awal direncanakan menjadi ahli waris 
Iesada (shogun ketiga belas). Tetapi, sejarah berkata lain. Iesada meninggal 
tiba-tiba.</div><div><br></div><div>Sementara itu, Hitotsubashi Keiki belum 
diangkat sebagai pewaris takhta. Padahal, Iesada tidak memiliki keturunan. 
Iemochi akhirnya yang diangkat menjadi shogun keempat belas–waktu itu berusia 
dua belas tahun.</div><div><br></div><div>Iemochi berkuasa delapan tahun 
(1858-1866). Ia lemah, tak memiliki anak, dan meninggal di usia muda sehingga 
dewan keshogunan mendesak Hitotsubashi menjadi shogun (kelima 
belas).</div><div><br></div><div>Tapi, ia diangkat menjadi shogun pada waktu 
Jepang dalam keadaan bergolak. Bangsa asing–Amerika, Inggris dan Rusia–tak 
henti-henti menuntut Jepang membuka diri dan tak menutup hubungan (perdagangan) 
dengan luar.</div><div><br></div><div>Sementara pemerintahan otoriter yang 
dibangun Ieyasu telah hancur berkeping-keping. Rakyat dicekam suasana politik 
di tampuk dualisme kepemimpinan yang rapuh. Pemimpin klan–terlebih klan Satsumo 
dan Choshu–berambisi menghancurkan keshogunan, melebur pemerintahan pada satu 
tampuk kepemimpinan di tangan kaisar.</div><div><br></div><div>Suasana politik 
yang tidak menguntungkan itu membuat Yoshinobu dihadapkan pada dilema. 
Yoshinobu yang dilahirkan di Edo, tahun 1838, dari keturunan Mito–putra 
Tokugawa Nariaki–mewarisi darah antibangsa asing. Padahal, dia sadar zaman 
sudah memasuki era modernisasi dan Jepang sudah seharusnya membuka 
diri.</div><div><br></div><div>Ia tak menolak merestorasi kekaisaran. Semula, 
ia berharap bisa meredam pemberontakan dengan cara perang– melawan 
Choshu.</div><div><br></div><div>Enam bulan kemudian, cara kekerasan itu ia 
hentikan, tapi pergolakan seperti tidak bisa dihentikan. Hingga akhirnya 
keadaan yang tak menguntungkan itu memucak, pada 1868, saat pasukan Satsuma dan 
Choshu berhasil menguasai kota Kyoto–dengan alasan ingin menyelamatkan 
kepemimpinan kaisar.</div><div><br></div><div>Tidak cuma itu, pasukan Satsuma 
dan Choshu kemudian bergerak ke Edo menuntut Yoshinobu turun takhta. Pasukan 
shogun tidak berkutik.</div><div><br></div><div>Dalam dua pertempuan, pasukan 
shogun kalah dan terdesak mundur. Tidak ada pilihan lain, Yoshinobu 
meninggalkan Edo dan melarikan diri ke Shizuoka. Pilihan itu diambil Yoshinobu 
tak lain untuk menghindari pertumpahan darah. Ia melepaskan jabatan sebagai 
shogun kelima belas.</div><div><br></div><div>Sejak itu, dia dicatat sebagai 
shogun terakhir karena setelah itu Jepang melakukan restorasi kekaisaran dan 
tidak lagi ada kepemimpinan di tangan shogun.</div><div><br></div><div>Buku 
karya Ryotaro Shiba, The Last Shogun ini, tidak semata-mata mengisahkan 
kehidupan shogun terakhir Yoshinobu dari kehidupan masa kecil hingga jadi 
shogun yang dipaksa turun pada usia tiga puluh tahun, saat ia berkuasa belum 
genap dua tahun.</div><div><br></div><div>Tetapi lebih dari itu, buku ini 
merupakan penjelajahan historikal Jepang dalam memasuki era modern. Yoshinobu 
bukan hanya shogun terakhir, melainkan juga seorang lelaki yang tangguh, 
pintar, mampu mengambil keputusan dengan cepat walau keadaan tak 
menguntungkan.</div><div><br></div><div>Berbeda dengan shogun pendahulunya, ia 
sadar bahwa Jepang dapat bertahan menjadi bangsa merdeka justru ketika Jepang 
menerima modernisasi dan perubahan.</div><div><br></div><div>Kebesaran dan 
kemegahan Jepang sekarang ini tak bisa dilepaskan dari pemikiran Yoshinobu yang 
rela melepaskan jabatan shogun dan menerima 
perubahan.</div><div><br></div><div>* Peresensi adalah N Mursidi, blogger buku 
dan pemerhati dunia pustaka, tinggal di Jakarta </div>

selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/resensi.php
dan silakan klik detail bukunya di 
http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=5194


Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com


------------------------------------

     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebangetYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke