Keimanan atau Kepercayaan Bukanlah Kegiatan Ilmiah !!!

Semua protokol kegiatan Ilmiah selalu dimulai dari aktivitas observasi
dimana hasil laporannya dinyatakan sebagai realitas.

Semua protokol kegiatan keimanan atau kepercayaan selalu dimulai dari
aktivitas ber-angan2 dimana hasil laporannya dinyatakan sebagai realitas.

Kesimpulannya:
Angan2 perdefinisi bukanlah realitas melainkan lawan dari realitas.




Bahkan dalam semua agama sekalipun diajarkan bahwa alam kehidupan
berbeda dengan alam akhirat.

Alam kehidupan adalah alam dimasa kita masih hidup, sebaliknya alam
akhirat adalah alam setelah kita mati.

Kedua alam itu, alam masa kehidupan dan alam akhirat adalah dua alam
yang berbeda dimana kita benar2 terpisah tidak bisa saling
berhubungan.  Contohnya, kita tak bisa menelepon nenek moyang kita
yang telah mati ke alam akhirat.  Tidak bisa mengirim selamat ulang
tahun kepada nenek moyang kita yang tinggal dialam akhirat, tidak bisa
mengirim uang kepada ibu kita dialam akhirat.  Demikianlah,
terpisahnya ini dalam arti benar2 tidak ada hubungan yang bisa kait
mengait dalam semua hal.

Artinya, kalo kita hidup dalam alam fana, dan Allah berada dalam alam
akhirat, sangat jelas bahwa tidak mungkin kita bisa mengirim doa kita
kepada Allah, dan Allah tidak mungkin bisa tahu atau menerima doa anda.

Allah yang berada dialam akhirat tidak bisa dilihat oleh anda karena
Allah tidak pernah hadir dalam alam fana ini.

DENGAN KATA LAIN, ALLAH TIDAK PERNAH ADA DALAM ALAM FANA KARENA BERADA
DALAM ALAM AKHIRAT.  SEBALIKNYA SAMA HALNYA BAHWA KITA TIDAK PERNAH
BISA EKSIS DIALAM AKHIRAT SELAMA KITA BERADA DIALAM FANA.

Darisini, seharusnya anda memahami, bahwa tindakan anda dialam fana
harus dipertanggung jawabkan juga dialam fana bukan dialam lainnya. 
Sama halnya, perbuatan kejahatan yang anda lakukan di Arab harus
dipertanggung jawabkan di Arab berdasarkan hukum Arab bukan
dipertanggung jawabkan di Indonesia yang berbeda hukumnya di
Indonesia.  Artinya, kalo anda berbuat jahat didunia fana, maka harus
dihukumnya juga didunia fana bukan didunia lain yang berbeda hukumnya.
 Lain halnya kalo anda berbuat jahat didunia akhirat, barulah anda
dihukum juga diakhirat bukan didunia ini.

Kejahatan anda didunia fana membuat semua yang berada didunia fana
jadi menderita tapi tidak berpengaruh dengan dunia akhirat bahkan
tidak ada yang perlu tahu didunia akhirat tentang kejahatan anda. 
Juga sebaliknya, kejahatan anda didunia akhirat tidak akan diketahui
oleh dunia fana dan hukumannya juga didunia akhirat.

Ajaran agama yang menganggap perbuatan menjagal penyembah berhala akan
mendapatkan pahala nantinya didunia akhirat sudah jelas selain bohong,
juga tidak masuk akal.  Apalagi agama Islam adalah agama orang berakal
tentunya tidak seharusnya menjadikan umatnya kehilangan akal dengan
kepercayaan seperti ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke