http://www.tribunkaltim.com/index.php?q=node/1690
JK Minta Survei Pengganti Syaukani Nasional | 28/03/2007 22:56 WITA JK Minta Survei Pengganti Syaukani / ANT Balikpapan, Tribun - Ketua Umum Partai Golkat Jusuf Kalla (JK) setuju menggunakan metode survei untuk mencari calon pengganti Syaukani HR untuk diusung pada Pemilihan Gubernur Kaltim 2008 mendatang. "Ternyata Pak Jusuf Kalla setuju dilakukan survei, bila memang Syaukani tidak bisa maju. Dengan catatan, semua usaha harus dikerahkan untuk membela Syaukani. Pak Ketua Umum melarang mencalonkan siapapun selain Syaukani sebelum semua usaha pembelaan hukum dilakukan," ujar Sofyan Hasdam, Ketua DPD II Golkar Bontang, Selasa (27/3). Menurut Sofyan, ia mengusulkan soal survei itu dalam pertemuan DPD II se-Kaltim dengan Kalla beberapa waktu lalu. "Saya usulkan agar kalau bisa konvensi dihindari. Berdasarkan pengalaman saya di Bontang, melalui konvensi justru membawa masalah. Pasalnya, dalam konvensi itu ada yang kalah. Belum lagi menghadapi kandidat lain, sudah pecah duluan di dalam," kata Sofyan yang juga Walikota Bontang Hingga saat ini, kata sofyan, Syaukani masih calon tunggal Golkar untuk maju sebagai calon Gubernur Kaltim. "Kami masih kukuh mendukung Pak Syaukani. Kalaupun ada perubahan, dari hasil raker (rapat kerja) yang lalu, tentu harus melalui suatu forum Golkar di level yang sama atau lebih tinggi," ujarnya. Sofyan menerangkan, melalui survei, risiko perpecahan bisa lebih ditekan. Bahkan, partai bisa lebih tahu siapa figur sesungguhnya yang diidolakan masyarakat. "Walau tidak seratus persen tepat, tapi setidaknya partai tahu apa maunya masyarakat," ujarnya. Ia menambakan, survei akan lebih baik bila dilakukan oleh lembaga independen atas instruksi partai. Terkait dengan wacana penujukan langsung oleh Syaukani, Sofyan menjelaskan bahwa itu untuk mengakomodasi pendukung Syaukani. "Infrastruktur pendukung yang dibangun Pak Syaukani itu sudah sangat kuat. Ada Trebels, Syaukani Center, dan lain-lain. Kami ingin infrastruktur pendukung yang sudah kuat itu tetap mendukung calon pengganti Syaukani. Satu-satunya jalan kami harapkan, Syaukani bicara siapa penggantinya. Sehingga tidak terkesan mengkhianati Syaukani, jadi tidak dimusuhi," ujarnya. Berhak Sementara itu, Koordinator Partai Golkar Wilayah Kalimantan, Syamsul Mu'arif mengatakan bahwa status Syaukani sebagai tahanan belum menyebabkannya kehilangan hak sebagai calon tunggal Partai Golkar. Selain itu, lanjutnya, Syaukani pun berkewenangan untuk menunjuk kader siapa yang bakal menggantikannya sebagai calon Gubernur Kaltim. "Ini sesuai aturan partai. Jika Ketua berhalangan sementara, tetap berhak menunjuk atau mendelegasikan kepada kader lain. Syaukani masih berhak untuk melakukannya. Sampai saat ini DPP tetap mempercayakan masalah cagub kepada DPD Golkar Kaltim," ujarnya, Selasa (27/3) malam. Kabarnya DPP Partai Golkar akan melobi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempercepat proses kasus Syaukani. Namun Syamsul membantah. Menurutnya, Golkar tidak akan mengintervensi proses yuridis salah satu kader terbaiknya itu. Partai tetap mengikuti koridor hukum yang berlaku. Selain itu, DPP Golkar tetap menyiapkan tim pengacara untuk mendampingi Syaukani. KPK juga membantah kabar bahwa saat ini ada pihak-pihak tertentu yang berusaha mempengaruhi KPK dalam menyelesaikan proses penyidikan kasus Syaukani. " Tidak ada tekanan dari pihak luar. Kalau pun ada, itu semua tidak akan mempengaruhi kami," kata Kepala Humas KPK Johan Budi SP. Selain itu, Syaukani sendiri saja belum diperiksa penyidik KPK, karena kasus dugaan korupsi di Kukar terus berkembang, hingga menemukan kasus-kasus baru. "Awalnya kan cuma bandara itu, jadi berkembang empat kasus," ujarnya. Ia mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak pernah memperlambat proses penyidikan. Justru kondisi Syaukani kemarin yang tidak memungkinkan, membuat pemeriksaan terhadap Syaukani tertunda. Selasa kemarin, penyidik juga memeriksa tiga saksi lagi terkait kasus dugaan korupsi di Kukar. Ketiganya adalah M Noor Aini, staf Dispenda Kaltim di Kukar, Hariyadi, dan Cecep. "Mereka diperiksa terkait kasus korupsi di Kukar. Saya belum tanya penyidik untuk kasus yang mana, karena saat ini masih sibuk memeriksa saksi," kata Johan. Kukuh Dari Tenggarong dilaporkan, meskipun status Syaukani saat ini menjadi tahanan KPK, Syaukani Center (SC), lembaga yang dibentuk guna menghantarkan Bupati Kukar tersebut menuju suksesi Gubernur Kaltim 2008, menegaskan tidak terpengaruh dan tetap mendukungannya. "Kita akan terus dukung beliau. Kecuali ada instruksi langsung dari beliau untuk menghentikan dukungan, baru kita akan stop dukungan itu," kata Ketua Syaukani Center (SC) Sabir Nawir, kemarin. Menanggapi wacana calon alternatif pengganti Syaukani, Sabir menegaskan bahwa anggotanya tidak serta merta akan memberikan dukungan kepada calon alternatif tersebut. "Tentunya kami akan telaah secara jauh dan mendalam tentang kemampuan calon tersebut. Meskipun calon tersebut direkomendasikan oleh Syaukani sendiri. Harus melalui kajian, hasilnya akan kami kembalikan lagi kepada Pak Syaukani," katanya. Apabila tidak ada calon yang pantas atau layak didukung, menurut Sabir, SC akan mengubah bentuk lembaga sosial atau lembaga kajian. "Sama halnya seperti Habibie Center. Setelah Presiden BJ Habibie tidak aktif lagi, namun lembaganya tetap eksis berjalan, kami juga memiliki pemikiran seperti itu," ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Ketua Kaning Fans Club (KFC) Muhib Bin Ali. Menurutnya, dukungan terhadap Syaukani tidak akan berubah sampai kapan pun. Karena, pihaknya merasa yakin Syaukani tidak bersalah dan tetap merupakan pimpinan yang terbaik. Muhib sangat menyayangkan sikap tokoh-tokoh politik di Kukar, terutama dari Partai Golkar yang hanya diam tanpa melakukan tindakan tegas menyikapi kasus yang menimpa Syaukani. "Untuk itu, dalam waktu dekat kami akan melakukan menyerahkan surat untuk para elite politik di Golkar. Surat itu meminta agar mereka bisa mengambil sikap terhadap kasus yang menimpa Bupati Syaukani," katanya Saat ini, kata Muhib dukungan terhadap Syaukani terus dilakukan oleh KFC, baik berupa menggelar kegiatan sosial hingga sampai dukungan moril seperti doa dan shalat hajat bersama. Sementara itu, Ketua Umum Tim Relawan Bela Syaukani (Trebels) Halim Hamid mengatakan, lembaga yang didirikan sejak satu setengah tahun lalu itu tak terpengaruh dengan kondisi dan status Syaukani saat ini. "Trebels itu didirikan oleh orang-orang yang menghormati Syaukani, sebagai Bapak atau sebagai Bupati Kukar. Singkatnya, Trebels akan ada sampai akhir hayat kami. Kami tak terpengaruh apakah Pak Syaukani ditahan saat ini, atau Syaukani tak mencalonkan Gubernur Kaltim sekalipun. 1.260 anggota Trebels tetap ada untuk Syaukani. Perlu digarisbawahi, Trebels berdiri sendiri dan bukan berada di bawah Syaukani!" ujar Halim. (art/sin/bdu/bam) -------------------------------------------------------------------------------- [Non-text portions of this message have been removed]
