--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ???
> http://www.gatra.com/artikel.php?id=103417
> 
>  
> Mega Kecewa, RI Dukung Resolusi untuk Iran
> 




Iya, Mega pantes kecewa karena dia itu anti-Islam meskipun mengaku
beragama Islam.

SBY sendiri bukan bermaksud mendukung resolusi PBB dalam memberi
sanksi kepada Iran, tapi bermaksud meningkatkan solidaritas Islam
dengan dunia Islam itu sendiri yang kenyataannya justru semuanya
mendukung resolusi PBB ini dibawah kepemimpinan Islam Arab Saudia.

Iran hanyalah satu negara yang Islam Syiah diantara puluhan negara2
Islam sunny dimuka bumi ini.  Wajar kalo semua negara Islam Sunny
menekan Amerika dengan minyaknya agar bisa menjatuhkan sanksi ekonomi
kepada Iran.

Demikianlah, sebagai umat Islam, SBY menutup mata terhadap urusan
pertentangan antara Syiah dan Sunny, tetapi untuk masalah solidaritas
Islam SBY hanya mengikuti yang jumlahnya lebih banyak saja mengingat
Indonesia sendiri bergantung kepada Arab Saudia dalam hal Quota minyak
yang ditentukan oleh Arab Saudia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.














> Jakarta, 30 Maret 2007 01:52
> Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku kecewa
dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendukung Resolusi Dewan
Keamanan (DK) PBB No 1747 untuk memperluas sanksi atas Iran.
> 
> "Saya sebagai Ketua Umum PDIP merasa kecewa dengan sikap Indonesia,"
kata Megawati pada acara deklarasi Baitul Muslimin Indonesia, di
kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung Raya, Jakarta, Kamis (29/3).
> 
> Iran adalah negara sahabat Indonesia yang saat ini membutuhkan
dukungan, tapi apa yang dilakukan Indonesia sekarang ini? tanya mantan
Presiden RI itu. "Kenapa Indonesia yang sudah menjadi sahabat Iran
sejak lama, seharusnya tidak memberikan dukungan terhadap Resolusi DK
PBB atau putusan absen saja," ujar Megawati.
> 
> Andaikata dengan abstain saja, lanjut Megawati, pada saat sekarang
ini, sudah merupakan dukungan bagi Iran.
> 
> Dalam kesempatan itu, Megawati juga menceritakan pengalamannya saat
menjabat menjadi Presiden Indonesia sedang menghadapi permasalahan Irak.
> 
> "Dalam pidato-pidato saya di DK PBB maupun di organisasi Islam, saya
katakan peranan Indonesia bebas aktif. Ketika Irak akan diserang
Amerika Serikat saya bertanya: yang mulia presiden (Amerika Serikat
--Red) sampai berapa lama perang selesai jangka pendek. Sebutkan
kepada saya, seminggu, sebulan, setahun?" cerita Megawati.
> 
> Megawati menjelaskan, ceritanya tersebut bukan bermaksud untuk
menerangkan keutungan politik pragmatis, karena memang tidak gampang
untuk masuk ke DK PBB, meskipun sebagai anggota tidak tetap. "Tapi
kenapa, saat menghadapi Iran, tidak seperti yang saya katakan waktu
itu," katanya.
> 
> Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Pramono Anung
dalam acara yang sama mengatakan, pihaknya pesimistis terhadap
pengajuan interpelasi sejumlah anggota DPR terhadap dukungan Indonesia
atas Resolusi terhadap Iran. "PDIP menduga hak interpelasi itu, akan
pupus sebelum Presiden berhasil dipanggil ke Senayan," katanya.
> 
> Pramono mengatakan, interpelasi seharusnya menjadi sikap fraksi,
bukan sikap masing-masing anggota dewan. Selain itu, ia juga
menegaskan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,
seharusnya Indonesia tidak gegabah dalam mengambil keputusan terhadap
Iran. [EL, Ant] 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke