Logika Hanyalah Satu Cara Untuk Membedakan Benar Salah

Dalam segala tindakan maupun mengambil keputusan, kita harus tahu dulu
apakah benar atau salah tindakan atau keputusan tsb.

Namun dalam proses untuk memastikan benar atau salah seringkali harus
dilakukan eksperiment yang mahal, sulit dan memerlukan waktu yang
lama.  Untuk mengatasi masalah inilah, LOGIKA digunakan sehingga kita
bisa memastikan yang benar dari yang salah dengan waktu yang singkat,
tepat, murah dan tanpa harus melakukan experiment yang mahal !!!

Dengan penggunaan Logika inilah teknologi, science, dan segala bidang
ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat sepesatnya kilatan
guntur dilangit.  Dalam hal ini bisa anda saksikan dari perbedaan
kualitas hidup manusia yang terbentang dari tahun 1600 hingga 2000
ini.  Ditahun 1600, jangankan mobil, sepeda sekalipun belum bisa
dilihat oleh masyarakat umum apalagi memilikinya.  Dizaman Sukarno,
jangankan mobil, membeli sepeda sekalipun anda sudah dianggap orang
kaya !!!  Demikianlah, Logika telah mengembangkan teknologi, science
dan ekonomi seluruh dunia dan anda telah menikmatinya.  Perubahan
dunia ini bukan karena meningkatnya keimanan Islam atau keimanan
Kristen !!!  Juga perubahan drastis ini bukan karena makin dalamnya
pemahaman Alquran dan Bible, melainkan karena makin berkembangnya
Logika itu sendiri.  Bahkan Logika itu berhasil membuktikan bahwa
Tuhan adalah ciptaan manusia, dan Allah adalah angan2 umat Islam !!!


> Edy Amyani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear Mba Hafsah,
> Kalo mba' sendiri (sekali lagi maaf kalo salah)
> kebenaran seperti apasih yang dicari? dan kalo boleh
> tau apakah kebenaran yang sesuai logika pribadi atau
> logika umum atau kebenaran yang sesuai dengan agama
> yang dianut (Islam,kristen,yahudi,budha,hindu)?
> 


Tidak ada logika pribadi atau logika umum, sebaiknya anda berpikir
dulu sebelum menulis.  Cari tahu dulu apa yang ingin anda tulis.  Cari
tahu apa artinya Logika.

Kebenaran juga tidak bergantung kepada agama, karena yang dinamanakan
kebenaran agama bukanlah kebenaran melainkan menyesatkan.

Contohnya, Islam melarang makan babi, hal itu benar menurut Islam. 
Hindu melarang makan sapi, hal itu benar menurut Hindu.  Keduanya ini
tidak benar karena keduanya bukan kebenaran, yang benar, setiap orang
bebas makan apa yang dia doyan atau yagn dia ingini.  Tidak semua
orang doyan babi, dan tidak semua orang suka daging sapi.

Yang benar, serahkanlah secara bebas kepada setiap orang untuk memilih
apa yang disukainya.  Makan babi atau makan sapi tak perlu dilarang,
kalo ada keburukannya dalam memakan babi/sapi, cukup diberi tahu dulu
apa keburukannya dan apa kebaikannya dan semuanya kita serahkan kepada
masing2 yang memutuskannya.

Merokok juga tidak baik, cukup diberi tahu bahayanya tapi kemudian
kita serahkan kepada masing2 untuk memutuskannya apakah mau merokok
atau tidak.

Hal itulah yang kita namakan HAK AZASI MANUSIA yang harus dilindungi
secara sama bagi setiap orang.  Sekali anda melanggarnya, maka anda
tidak tahu lagi batasnya dimana yang benar dan mana yang salah, anda
kehilangan patokan antara yang benar dan yang salah sehingga dalam
kebingungannya anda menganggap ada kebenaran Islam, kebenaran Kristen,
kebenaran Hindu dll yang kesemuanya bukanlah kebenaran melainkan
penyesatan kebenara.

Dalam hal2 yang sederhana mungkin kita bisa membedakan mana yang benar
dan mana yang salah, tapi dalam hal2 yang abstrak seperti agama
ataupun kepercayaan seringkali tidak jelas lagi mana yang benar dan
mana yang salah.

Oleh karena itulah kita membutuhkan alat untuk membedakan yang benar
dan yang salah dalam kaitan kebenaran yang membingungkan untuk bisa
memastikan mana yang benar dan mana yang salah.

Alat untuk memastikan mana yang benar dan mana yang salah kita namakan
LOGIKA.  Jadi logika tidak ada logika pribadi ataupun logika umum. 
Logika adalah cara berpikir yang berurutan yang menghasilkan sebuah
kesimpulan yang valid atau yang benar.  Kalo kesimpulannya ternyata
tidak benar, maka kesimpulannya dinamakan invalid karena preposisi
yang menyusun logika itu salah.

Selanjutnya silahkan cari buku2 bahasa Inggris yang khusus menjelaskan
tentang logika ini secara panjang lebar dan kemudian dilanjutkan
dengan aplikasinya atau penggunaan logika dalam problematika yang kita
namakan CRITICAL THINKING.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke