35 ORANG MATI DI IPDN SEJAK TAHUN 1990
AYO BERFIKIR ULANG TENTANG KEKUASAAN INI
AYO BERFIKIR ULANG TENTANG PEMERINTAHAN INI
AYO BERFIKIR ULANG TENTANG IPDN

DAN SERUKAN :
BUBARKAN IPDN !! ANTEK PENGUASA FASIS !!
KANDIDAT PREMAN BERBAJU APARAT MASA DEPAN
KITA TIDAK BUTUH PEROMBAKAN KITA BUTUH PEMBUBARAN
KITA BUTUH KEBAHAGIAN - KITA BUTUH HIDUP YANG MENYENANGKAN


On 4/5/07, godamlima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   GODAM BERKATA DALEM KEGERAMAN,
>
> hehehe,bang..
>
> USULIN SAMA PENGUASAH SONTOLOYOH ITUH,
>
> MANGSUDKU PEMERENTAH PUSAT,YANG BERWENANG.
>
> buat merombak total..
>
> KEPENGURUSAN IPDN (,Iketan para djawarah nonok )
>
> Dan tamtunyah, tamtuken jugak..
>
> MAPRAM ( MASA PRABAKTI MANGHASISWA)
>
> YANG BERMUTU DAN BERMORAL..
>
> bukannyah dengen lagak disiplin2an..gombal
>
> ala okem sakmodel begituhan!!
>
> Kadarsah <[EMAIL PROTECTED] <sirkadarsah%40yahoo.com>> wrote:
>
> Bung Ade, bagus nih tulisannya Sdr.Edi Santosa,
> jadi
> siapa saja nih yang memiliki posisi berikut:
>
> [EMAIL PROTECTED] praja
> caporegima =praja tingkat I
> capodecina =praja tingkat II
> sotto capo =praja tingkat III
> capofamiglia =.....?
> Capo di Tutti Capi=Rektor IPDN
>
> Setuju kah?
>
> -kadarsah--
>
> --- Ade <[EMAIL PROTECTED] <inonu2000%40yahoo.com>> wrote:
>
> > 05/04/2007 11:44 WIB
> > Kolom
> > Capofamiglia IPDN
> > Eddi Santosa - detikcom
> > Den Haag -
>
> Dalam kultur mereka, menyiksa diiringi caci-maki itu
> identik dengan disiplin.
> Jika berujung pada kematian,
> maka semua memberlakukan omerta.
> IPDN sudah mirip keluarga mafia.
> >
> > Cliff pasti menderita sekali. Nyawanya harus lepas karena tidak
> kuat lagi memikul
> > beban sakit nan tak terperi. Nyawa Cliff juga pasti sangat
> bersedih. Ia harus mati
> > membawa sisa cacian, bentakan atau bahkan mungkin kata-kata
> penghinaan yang masih
> > terngiang-ngiang... Sebuah proses keji yang dilegalkan dengan
> bungkus "tindakan
> > disiplin."
> >
> > Dan tubuh gagah Cliff tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Ia
> bukan berduel
> > menghadapi ksatria jantan, pria sejati, melainkan gerombolan
> lelaki pengecut yang cuma
> > berani keroyokan.
> >
> > Para pengecut yang tak punya harga diri ini berlindung di balik
> atribut praja senior.
> > Masih ada satu lagi belenggu yang membuat Cliff semakin tidak
> berdaya: sebagai bawahan,
> > praja junior, dia harus patuh secara absolut kepada praja senior.
> >
> > Cliff bukan korban pertama dan bukan akan menjadi korban yang
> terakhir, selama rakyat
> > pembayar pajak dan parpol-parpol di DPR tumpul merespons tradisi
> bengis, tidak
> > memanusiakan manusia, dalam sistem pendidikan untuk mencetak Camat
> ini.
> >
> > Kultur dan sistem dalam IPDN sudah rusak dan tidak sesuai dengan
> kebutuhan dan norma
> > zaman. Dalam kurun 16 tahun, sejak 1990-an, sudah 35 praja tewas
> mengenaskan. Itu
> > artinya rata-rata lebih dari 2 nyawa tewas per tahun.
> >
> > Hanya bangsa kita saja yang masih memelihara serta membanggakan
> kultur dan sistem
> > mirip mafia itu. Memukul, menendang, menyiksa, membentak-bentak,
> dan memaki-maki, dalam
> > kultur ini menjadi instrumen untuk menegakkan disiplin.
> >
> > Pelajar baru masuk sudah dibentuk dan dikategorikan sebagai level
> rendahan yang harus
> > patuh pada level di atasnya. Praja baru ini mirip sgarrista,
> anggota dalam mafia yang
> > disejajarkan dengan prajurit. Mereka ini punya atasan langsung,
> yakni caporegima,
> > komandan yang membawahi kumpulan sgarrista.
> >
> > Di atas mereka ada capodecina, atasan grup dari level sgarrista,
> yang mempunyai
> > kewenangan dan previlese lebih luas di atas para kroco sgarrista.
> Level ini punya
> > atasan lagi yakni sotto capo, semacam bos kecil. Kemudian di
> atasnya lagi ada level
> > capofamiglia yang punya kekuasaaan besar dan harus dipatuhi mutlak
> oleh level-level di
> > bawahnya.
> >
> > Di ujung puncak hirarki masih ada Capo di Tutti Capi, sang
> mahaketua, bos di atas
> > segala bos dari segala hirarki itu. Siapa dia?
> >
> > Jika ada kasus besar yang mereka lakukan, misalnya pembunuhan, dan
> itu gagal mereka
> > tutupi sehingga tercium polisi, maka mereka kompak menjunjung
> tinggi omerta, yakni
> > semacam code of silence: tutup mulut rapat-rapat, tidak kooperatif
> dengan polisi atau
> > menghalang-halangi kepentingan penyelidikan.
> >
> > Sikap mirip omerta dalam mafia itu ditunjukkan oleh seorang
> pengajar berinisial Prof
> > Dr LG yang berusaha menghalang-halangi upaya polisi saat akan
> mengotopsi jenazah
> > korban. Dia bahkan berbohong dengan mengatasnamakan pihak keluarga
> demi menolak
> > permintaan polisi untuk otopsi jenazah. Bukankah kebobrokan
> lembaga yang dibiayai pajak
> > ini sudah sempurna?
> >
> > Rakyat sudah cukup memberi kesempatan IPDN untuk memperbaiki diri,
> kini saatnya
> > bersikap untuk mendesak supaya ditutup. Tutup saja sekaligus
> mengurangi beban anggaran.
> > Para senator dan wakil rakyat, terutama dari daerah Sulawesi
> Utara, berhutang untuk
> > menyuarakan hal ini, bukan saja pada Cliff, tetapi juga pada anak-
> anak Indonesia
> > lainnya agar tidak menjadi korban empuk berikutnya.
> >
> > Untuk sekadar posisi camat bisa diisi oleh sarjana FISIP dan
> sejenisnya dari perguruan
> > tinggi umum. Apa yang bisa diharapkan dari produk lulusan yang
> menyimpan trauma
> > psikologis dan fisik, di mana bahasa kekerasan, main siksa dan
> bentak, menjadi bahasa
> > pengantar sehari-hari? (es/es)
> >
> >
>
> 
>



-- 
bungahitambungaliar


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke