=================================
  Seri : "Membangun Keluarga Indonesia"    
  =================================
  [EQ]
   
   
  MIMPI ANAK JADI NAGA
  Oleh : Joseph LandRi
   
  [belajar sampai ke negeri China]
   
   
   
   
  JI HUI = KESEMPATAN
  Beri anak kita kesempatan untuk mencoba,
  menjalani, dan mengalami sendiri suatu hal.
  Kalau anak sendiri tidak pernah diberi
  kesempatan mencoba sendiri, 
  bagaimana ia bisa tahu mana yang baik mana yang buruk,
  mana yang mudah mana yang sulit.
   
   
   
  33. Jangan Sekadar Lewat Kata-Kata tetapi Beri Anak Kesempatan untuk Mencoba
   
  Tidak ada orangtua yang ingin anaknya tidak berhasiI dalam hidup. Karena itu, 
sebagai orangtua kita selalu melakukan berbagai cara untuk membuat anak 
berhasil. Seorang yang sudah lebih paham seluk-beluk kehidupan, kita ingin 
membuat anak melangkah dengan mulus dan menghindari  lubang-lubang yang 
menganga di sepanjang jalan hidupnya. Kadang kita gregetan ingin menunjukkan 
kesalahan yang dilakukan oleh anak. Namun, walaupun niat kita baik, kadang yang 
keluar dan mulut kita adalah omelan, kritikan, dan nasihat terus-menerus sampai 
anak menjadi bosan.
   
  Padahal, tidak ada gunanya kita terus mengomel. Yang penting dalam mendidik 
anak bukanlah memberi banyak kata, tetapi membiarkan mereka mencoba dan 
merasakan sendiri suatu pengalaman hidup. Misalnya, kita sering menasihati anak 
supaya hemat dalam menggunakan uang, jangan diboroskan untuk membeli ini dan 
itu yang tidak diperlukan, karena mencari uang tidaklah mudah. Namun, seperti 
kata pepatah, sering kali nasihat kita itu hanya masuk telinga kiri ke telinga 
kanan. Mau seperti apa pun kita memberi nasihat, anak tetap saja boros. Kenapa? 
Karena sering kali apa yang kita katakan berbeda dengan apa yang kita lakukan. 
Walaupun selalu menasihati anak supaya tidak boros, kita hampir setiap minggu 
membawanya ke mal untuk jalan-jalan dan akhirnya kadang membeli barang-barang 
yang tidak terlalu penting. Selain itu, kadang anak sedari kecil sampai 
menginjak dewasa pun tetap kita beri uang saku harian, bukan mingguan atau 
buIanan. Hal ini membuat anak tidak bisa belajar mengelola
 uang.
   
  Kalau mau mendidik anak dengan baik, kita harus memberikan teladan lewat 
perbuatan nyata. Misalnya, kalau kita ingin anak pandai mengelola uang, sedari 
kecil, secara bertahap, beri ia uang saku per minggu kemudian per bulan. Dengan 
begitu ia belajar tidak langsung menghabiskan uang begitu mendapatkannya. 
Kebiasaan baik itu akan terbawa sampai ia dewasa.
   
   
   
   
  Banyak orang mendapati bahwa
  perolehan kekayaan hanya mengubah,
  bukan mengakhiri penderitaan
   
  ___________________
   
  Lucius Annaeus Seneca,
  Pengarang Romawi (4 SM – 65 M)
   
    
  [bersambung . . . ]
   
   
   
  Rgds,
   
   


    
  WAHAHA DHARMA NUSA CENTER -WDNC 

  Retno Kintoko
  Aminta Plaza Lt. 10
  Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
  Ph. 62 21-7511402-3, Fax. 62 21-7511404.
   


       
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke