HARIAN KOMENTAR
13 April 2007 

      Ban Pecah, Garuda Rute Manado Berhasil Landing 
     


Siang kemarin sekitar pukul 11.15 Wita, penumpang yang sedang berada di dalam 
Pesawat Garuda GA 602, dilanda kecemasan dan ketakutan. Garuda rute 
Jakarta-Makassar dan Manado itu, sempat berputarputar dua kali sebelum landing 
di Bandara Hassanuddin, Makassar. 


Pilot seakan ragu untuk mendarat. Setelah ditelusuri, ternyata salah satu ban 
pesawat pecah. Sehingga di darat pun telah dilakukan berbagai persiapan menjaga 
kemungkinan buruk yang terjadi. Sejumlah ambulans telah dikerahkan. 


Pesawat kemudian memberanikan turun. "Saat berputarputar di atas udara, saya 
yakin ada yang tidak beres. Teman di sebelah saya sudah khusuk berdoa. Wajahnya 
sangat te-gang,'' aku Sumiyati, salah satu penumpang. "Saya sendiri sudah 
pasrah. Kalau memang ini ajal, saya ikhlas,'' katanya. 


Dan akhirnya pesawat pun touchdown, menyentuh landa-san bandara. Suasana di 
pesa-wat sangat hening. Tapi pesawat beruntung landing dengan mulus. "Saat 
pesawat mendarat para penumpang serempak tepuk tangan. Begitu turun saya lihat 
di sekitar pesawat sudah banyak mobil ambulans dan pemadam," ungkap Sumiyati. 


PT Garuda Indonesia (Garuda) sendiri memastikan pesawat B-737 400 bernomor 
penerbangan GA-602 mengakui, mendarat di landasan pacu Bandara Hasa-nuddin, 
Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan kondisi ban pada roda belakang 
(main wheel) sebelah kiri, pecah. "Alhamdulillah, pendaratan berjalan normal 
dan mulus. Semua penumpang selamat. Pesawat berhenti di 'taxy way A' di Bandara 
Hasanuddin sekitar pukul 12.05 waktu setempat," kata Kepala Komunikasi 
Perusahaan Garuda, Pujobroto menjawab pers di Jakarta, Kamis (12/04).


Menurut Pujobroto, perihal pecah ban tersebut telah dirasakan gejalanya oleh 
Kapten Pilot Adi Nasai, sesaat setelah beangkat dari Bandara Soekarno-Hatta 
pada pukul 08.05 WIB dengan kondisi "take off" yang juga normal.


"Kapten pilot merasakan seperti ada getaran, tetapi tidak diketahui 
penyebabnya, karena semua indikator di kokpit pesawat dalam kondisi normal," 
katanya.


Namun, pesawat dengan 134 penumpang tersebut, ketika hendak melakukan 
pendaratan sempat melakukan holding atau berputar-putar sekitar 25 hingga 30 
menit untuk meminta bantuan tower Bandara Hasanuddin mengecek kondisi ban 
pesawat. "Posisi ban pesawat se-mua sudah siap landing dan berdasarkan 
informasi dari to-wer, ternyata ban `main wheel` sebelah kiri pecah," katanya.


Namun, Pujobroto belum me-mastikan apakah sebelum men-darat tersebut, Kapten 
pilot me-minta kepada pihak bandara un-tuk mempersiapkan sesuatu-nya, layaknya 
sebuah pendara-tan darurat. Untunglah semua berjalan dengan lancar.(zal/dt


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke