Tulisan anda sangat mengagumkan kenapa anda tidak membuat buku bu, seperti da vinci ? Bila ada yang kontra dengan tulisan anda wajar saja.. tetapi sayangnya banyak yang mengkritisi tanpa data yang valid. Kaum fanatis ini masih banyak ditengah kehidupan beragama, bukan hanya di Islam di Kristen sendiri banyak kaum fanatis. Tulisan ibu ini, mengingatkan akan diri kita seberapa jauh kesadaran kita untuk bernegara. Bila dia ambil contoh AS, dikarenakan refleksi yang cukup jelas dengan data yang ada. Tetapi masih banyak diantara kita yang mendapatkan data dari sumber yang selama salah, mungkin juga sengaja untuk propaganda. Agama dan pendidikan (bacaan/wawasan) hendaknya selaras, sehingga kita tidak mendapat sumber dari satu arah. Bila arah sumber keliru maka kelirulah semua memori yang telah terekam dalam bawah sadar. Sumber asli dan sumber lainnya hendaklah diuji kebenarannya sehingga kita tidak tolol. Bijaksana dalam mengambil keputusan adalah kebenaran.
salam henss --- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ajaran Islam sekarang tidak ada sedikitpun celah > untuk matrilineal !! > > > In [EMAIL PROTECTED], azis zis > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yth. Ibu Hafsah Salim, di mana letak > keilmiahannya, sedangankan ibu > > tanpa dasar hanya katanya kaum syiah dengan > berbagai haditsnya itu. > > Sudah saya jelaskan bahwa matrimonal nabi Muhammad > dapat dibenarkan > > berdasarkan ayat 23:50 dan masa-lalu tidak > dihakimi quran. > > > Proses Ilmiah ditandai dengan aktivitas utama: > Observasi, Experiment, > dan Analysis. > > Isi AlQuran yang ber-beda2 tidak mungkin dijadikan > dasar ilmiah, namun > bagian yang sama dari alQuran yang ber-beda2 bisa > kita jadikan dasar > berpijak untuk memulai proses ilmiah !!!! > > Kalo Islam Syiah menganggap Khadijah masih perawan > sebelum menikah > dengan Muhammad, dilain pihak Islam Sunni menganggap > Khadijah adalah > janda sebelum menikah dengan Muhammad. Maka kedua > pernyataan ini > tidak bisa kita jadikan pijakan dasar untuk memulai > proses ilmiah. > Apalagi kalo kita juga membandingkan Islam2 aliran > lainnya yang begitu > banyak yang jelas makin menambah kerancuan2 untuk > memastikan mana yang > benar dan mana yang salah. > > Berbeda halnya dengan kenyataan bahwa Khadijah > melamar Muhammad kepada > walinya Abu Mutalib dengan pemberian Mahar sebagai > mas kawinnya, Semua > Islam dari aliran manapun juga menyatakan hal yang > sama, tak ada > satupun Islam yang bertentangan yang berbeda dalam > hal ini. > > Kenyataan Khadijah melamar Muhammad dengan pemberian > mahar oleh > Khadijah merupakan dasar yang menjadi jejak > penelitian ilmiah yang > diterima oleh semua aliran2 Islam yang berbeda. > > Dizaman kehidupan Muhammad, juga dizaman penulisan > AlQuran 400 tahun > setelah wafatnya Muhammad, belum ada ahli > anthropologi yang > mengklassifikasi system kekeluargaan "Matrilineal > dan Patrilineal". > Istilah ini tidak ada dan tidak dikenal oleh semua > aliran Islam > diseluruh dunia. Dilain pihak, dunia ilmiah belum > mampu membongkar > rahasia dibelakang pengetahuan Muhammad mengenai > agama Kristen. > Ternyata semua hadist yang menerangkan agama Kristen > sama sekali bukan > gambaran agama Kristen yang dianut umat Kristen > manapun juga. Hal ini > menimbulkan dugaan2 bahwa yang dimaksudkan Kristen > oleh Muhammad > adalah Gereja Orthodox yang bukan dari agama kristen > yang pernah ada > di Mesir dulu. Memang Gereja Orthodox ini pada abad > ke 15 baru kena > pengaruh Kristen sehingga menjadi aliran Kristen > yang dinamakan > Nestorian yang oleh umat Kristen tetap tidak > termasuk agama Kristen. > Jelas dugaan ahli2 ini salah. Karena memang > sesungguhnya, dizaman > nabi Muhammad belum ada agama Kristen, yang > dibicarakan Muhammad sama > sekali bukan ajaran Kristen melainkan ajaran sekte > agama Yahudi yang > dianut oleh Waraqa paman sedarah dengan Khadijah. > Secara ilmiah, kita > bisa secara analytical membuktikan bahwa Khadijah > paling tidak > memiliki darah Yahudi, jadi andaikatapun dia > dianggap orang Arab, > pasti ada darah Yahudinya karena dia merupakan > keponakan seorang Rabbi > Yahudi yang bernama Waraqa. > > Khadijah adalah campuran antara darah Arab dan > Yahudi, tentu sangat > mengejutkan. Lebih mengejutkan lagi, system > kekeluargaan yang > dianutnya adalah "Matrilienal" yang dalam semua > penelitian > anthropology dan arkeology ternyata hanya ada di > Arab. Hal ini > ditunjang dengan kerajaan2 dahsyat yang sangat > terkenal disejarah Arab > masa lalu dengan Ratu Cleopatra, Ratu Sheba, dan > masih banyak ratu2 > yang tidak terkenal dari kerajaan2 kecil yang > belakangan ditaklukan > oleh suku bedouin. Janganlah kita lupakan, baik > dalam catatan2 > Kristen maupun Yahudi diberitakan bahwa Ratu Sheba > dengan membawa > segala macam hadiah sebagai mahar, datang melamar > Raja Sulaiman atau > Solomon untuk dijadikan suaminya dengan syarat Raja > Sulaiman yang > patrimonial harus membubarkan harem-nya, dan > menceraikan semua > gundik2nya. Namun raja Sulaiman menolaknya, tetapi > bersedia > memperistri Ratu Sheba sebagai permaisuri bersama > Harem dan > gundik2nya. Ratu Sheba menolak, dan kembali > kenegerinya, semua mahar > diberikan sebagai hadiah kepada Raja Sulaiman yang > hingga sekarang > masih tersimpan di Vatikan sebagai kenang2an milik > raja Solomon > persembahan Ratu Sheba. > > Khadijah hanyalah salah satu dari sekian banyak ratu > Arab yang > menganut system kekeluargaan yang Matrilineal. > AlQuran boleh jadi > dipalsukan, apapun yang dikatakan AlQuran hanya > bertujuan memperkokoh > kedudukan penguasa Caliph yang memerintahkan > penulisan AlQuran. > Demikianlah, akibatnya setiap aliran Islam selalu > berbeda AlQurannya, > namun catatan tentang Khadijah melamar Muhammad sama > sekali tidak > menjadi vested interest semua caliph2 yang berkuasa. > Hal inilah > satu2nya jejak riwayat atau rahasia keluarga > Muhammad yang tidak > mungkin dipalsukan !!! > > Tidak cukup satu bukti ini saja, bukti tambahan yang > mensupport > kenyataan ini, bahwa nabi Muhammad melarang Ali > memadu Fatimah, dan > ternyata Ali tidak pernah menikahi wanita lainnya > sampai wafatnya > Khadijah. Ali memperlakukan Fatimah sama seperti > Muhammad > memperlakukan Khadijah. Fatimah menjadi pemimpin > keluarga dalam > pengambilan keputusan sama halnya seperti Khadijah > menjadi pemimpin > keluarga dalam pengambilan keputusan. Khadijah > menjadi kekuatan utama > yang berhasil menjadikan Muhammad sebagai nabi > dengan dukungan rakyat > di Mekah. Sama halnya dengan Fatimah yang berhasil > menjadikan Ali > sukses disemua bidang dalam menghimpun power > umatnya. > > Track yang paling mengejutkan adalah, umat Islam > dari bangsa Champa > yang lokasinya di Asia tenggara ternyata juga > menganut system > Matrilineal. Kerajaan Champa dihancurkan, > dilanjutkan keajaiban > lainnya, kerajaan Champa hilang tapi muncul kerajaan > Minangkabau di > Pagar ruyung yang juga Islam beraliran Matrilineal. > > System kekeluargaan Matrilineal tidak dikenal > diseluruh Asia, juga di > Asia Tenggara. Ada beberapa suku Indian tercatat di > Amerika sebagai > dianggap menganut Matrilineal, namun menurut > Margareth Mead kekuasaan > penguasa bukan berada ditangan wanita melainkan > tetap laki2 atau > suami, hanya mereka menghormati wanita melebihi dari > budaya lain > disekitarnya. > > Islam yang matrilineal selalu dibayangi pemusnahan, > dan memang > kerajaan Minangkabau di Pagar Ruyung akhirnya musnah > oleh serangan > yang sangat biadab dari 3 orang paderi yang khusus > datang ke > Minangkabau. Kebiadaban ketiga paderi ini > menghasilkan perang Paderi > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
