Beras yang dijual pun mempunyai batu dan berulat, jadi kalau udang yang ditolak dijual kembali pun bukan soal..
----- Original Message ----- From: Hafsah Salim To: [email protected] Sent: Thursday, May 03, 2007 3:01 AM Subject: CiKEAS> Re: Jepang Tolak Udang Sulsel > In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > "Ekspor udang Sulsel ke Jepang ditolak karena terdeteksi mengandung > antibiotikmencapai sekitar lima persen dari total ekspor udang yang > dilakukan," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Cold Storage Indonesia > (APCI) Sulsel, Adriadi di Makassar, Rabu. > Udang yang ditolak tentunya tidak mungkin dibuang, tapi kirim balik untuk dijual kepada rakyat sendiri. Rakyat di Jepang menolak memakan racun dari Indonesia, biarlah bangsa Indonesia sendiri yang menelan racunnya itu daripada hidup penuh dengan penderitaan. Udangnya tercemar obat, agamanya tercemar teror, dan hidupnya tercemar korupsi. Mungkin ini yang dinamakan kehidupan Islamiah yang menegakkan Syariah Islam yang sesungguhnya. Hanya rajin bersyahadat sajalah kehidupan dalam kebohongan ini bisa dipertahankan. Kalo bersaksi saja dalam syahadat Islamiah ini bisa dilakukan tanpa menyaksikan, apa susahnya udang yang beracun ini juga dikatakan tidak beracun. Latihan bersyahadat bohong ini cukup 5 waktu sehari !! Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.2/784 - Release Date: 5/1/2007 2:57 PM [Non-text portions of this message have been removed]
