Sambutan Pembaca Terutama Suku Minang Bagaikan Badai !! Tulisan2 saya mengenai sejarah Minangkabau dalam kaitannya dengan kerajaan champa melalui Majapahit, telah banyak mengundang response puluhan pembaca, terutama orang2 Indonesia dari suku Minang.
Semuanya memberi response yang mendukung, dan satu dari pembaca memberi masukkan kepada saya, bahwa, memang para paderi dari Arab dalam perang paderi dulu bertujuan utama membasmi "Matrilineal" dari tanah Minang. Namun karena ada serangan Belanda, kedua pihak bersatu untuk melawan Belanda hingga akhirnya dalam kesempatan yang sempit ini, raja Pagar Ruyung berhasil dibunuh sekeluarga dan kerajaannya dibakar habis. Berakhirlah sejarah "Matrilineal" keturunan aseli nabi Muhammad ditanah Pagar Ruyung. Banyak pembaca suku Minang terkejut membaca tulisan saya dan mereka bersedia mencari informasi mengenai budaya Padang yang sudah dilupakan oleh orang2 suku Minang itu sendiri. Mereka semuanya mendukung saya untuk membongkar rahasia dibelakang keluarga terakhir nabi Muhammad ini. Makin digali makin banyak bukti2 yang ditemukan, dan makin banyak kesimpulan yang berkembang berlawanan arah dengan kebohongan2 yang tercatat dalam alQuran. Itulah sebabnya, saya sudah berulang kali berkata, mempelajari Islam tidak cukup hanya bergantung kepada satu macam AlQuran, padahal AlQuran banyak sekali versi2nya yang ber-beda2 yang harus kita cari hubungan dan keterkaitannya untuk membongkar konspirasi yang berada dibelakangnya. Saya hanya memberi satu jenis jejak yaitu "Matrilineal", tapi masih ada jejak2 lainnya yang membuktikan bahwa nabi Muhammad sekeluarga memang secara terencana dibunuh oleh sebuah konspirasi perebutan kekuasaan yang sangat biadab. Saya masih banyak memiliki tulisan2 mengenai hal ini, namun tak mungkin saya tulis semuanya sekali gus, mungkin bisa secara bertahap disesuaikan dengan waktu saya yang tersedia. Ny. Muslim binti Muskitawati.
