Tak Pernah Ada Agama Menghormati Akidah Agama Lainnya Menyebarkan kebohongan adalah ciri utama dalam kewajiban berdakwah didalam agama Islam. Hal ini bisa anda saksikan kata pertama yang diucapkan siapapun yang baru masuk Islam adalah kata2 yang bohong yaitu mengucapkan syahadat. Setiap umat wajib mengucapkan Syahadat dimana kata pertamanya adalah "Aku bersaksi", padahal maksudnya sama sekali bukan menyaksikan tapi cuma bohong2an saja se-olah2 benar bersaksi.
Tidak berbeda dengan ulama2 yang selalu berjualan dakwah tentang menghormati akidah agama lainnya sementara akidah sesama Islam sendiripun sama sekali tidak dihormati malah di-injak2 seperti halnya umat Jamaah Islam Ahmadiah, padahal umat Ahmadiah sama sekali tidak mengganggu akidah Islam lainnya meskipun mereka juga men-jelek2an akidah Islam lainnya dalam dakwah2nya. Demikianlah, Gereja dibakar sebagai penghormatan akidah agama Kristen, dan kepala pendeta Buddha dipenggal juga menghormati akidah mereka, demikianlah arti "menghormati akidah" dalam dakwah ulama2 Islam sama halnya dengan arti "Aku bersaksi.." yang artinya tidak menyaksikan, dan "menghormati akidah" juga sama artinya bahwa menghina akidah agama lainnya. Memang pada kenyataannya tidak pernah ada agama manapun yang mengajarkan umatnya untuk menghormati akidah agama lainnya, bahkan mereka justru memaksa umat lainnya menghormati akidah agama mereka. Hal ini gampang anda jumpai dibulan puasa, meskipun anda bukan Islam dan tidak berpuasa, maka anda diwajibkan untuk menghormati bulan puasa tentu dengan ikut berpuasa. Juga anda bisa menemui fatwa Islam yang mengharamkan mengucapkan "selamat Natal", apakah dengan mengharamkan ini bisa kita anggap sebagai penghormatan terhadai akidah agama Kristen??? Cuma kejujuran anda saja yang bisa menjawabnya. > Jingjing Arab <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Alangkah indahnya kalau satu kelompok menghormati > akidah kelompok lain. Dan sebagainya. Tentunya akan > mendatangkan lebih banyak kebaikan daripada > keburukan. Tidak perlu satu kelompok agama menghormati kelompok agama lainnya, karena hal itu jelas tidak mungkin. Bagaimana mungkin kelompok Islam bisa menghormati hari natal dari kelompok agama lainnya ???? Juga tidak mungkin bagi Islam untuk menghormati patung2 Buddha yang disembah umat agama Buddha. Dalam Islam kata2 "menghormati agama lain" adalah merupakan kata2 kiasan, sama halnya dengan kata "bersaksi" dalam Syahadat yang juga bukan dalam arti yang sebenarnya tapi hanya kiasan saja yang artinya bukanlah menyaksikan. Demikianlah "saling menghormati" dalam Islam artinya bisa dicontohkan dalam pembakaran mesjid Ahmadiah dan juga penjarahan harta benda umat Ahmadiah. Saling menghormati agama lain dalam Islam juga bisa dicontohkan dengan pembakaran gereja, penutupan jalan masuk ke Gereja, dll. Sebenarnya tidak penting dan sama sekali tidak perlu saling menghormati agama lainnya, cukup saja setiap umat Islam mendalami arti penegakkan HAM dan pelaksanaan Demokrasi dalam menyikapi agamanya sendiri, yaitu, menangkapi dan menghukum para pembakar mesjid Ahmadian dan juga yang terlibat penjarahan harta benda umat Ahmadiah. Memberi ganti rugi kepada para korban. Juga melepaskan ibu Lia dan uztad Rony yang tidak seharusnya dipenjara karena kepercayaan mereka tak perlu dihormati dengan cara mengurung mereka dipenjara 5 tahun. > Soal syariat saya tidak sependapat dengan > anda. Bagi kami umat Islam, syariat, sudah final. > Tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tapi itu diperuntukkan > bagi umat Islam semata. Tidak ada pemaksaan pada umat > beragama lainnya. Tidak ada pemaksaan kepada umat beragama lainnya tidak bisa dipisahkan bahwa juga terhadap sesama umat Islam juga tidak bisa dan tidak boleh dipaksakan. Setiap umat Islam, sama halnya dengan umat lainnya, harus dilindungi hak2nya baik dalam menjalankan ibadahnya maupun dalam memilih agamanya yang dirasa terbaik dirinya. Dengan menegakkan HAM hak setiap umat beragama tidak di-beda2kan, tidak bisa diartikan bahwa umat yang beragama Islam boleh dipaksa dan umat lainnya tidak boleh dipaksa. Semua umat tanpa mem-beda2kan agamanya tidak boleh dipaksa, demikianlah, umat Ahmadiah telah melaporkan pelanggaran HAM kepada lembaga HAM dan telah dimasukkan dalam agenda mereka sebagai bentuk pelanggaran HAM yang sangat serius. Islam Syiah, Islam Sunny, Islam Ahmadiah, Islam Kurdi, Islam Primbon, Islam Fatimid, The Nation of Islam, Islam Black Panther, dan berbagai bentuk Islam2 lainnya.... semuanya sama, yaitu sama2 wajib dilindungi hak azasi mereka dalam memilih, melakukan, dan cara2 mempercayai agama mereka. Inilah yang merupakan hal penting dalam mengamalkan deklarasi HAM yang telah ditanda tangani oleh semua negara diseluruh dunia !!! Oleh karena itu anda semua harus memahami pentingnya menegakkan HAM bukan menegakkan Syariah biadab karena Syariah Islam yang biadab belum pernah ada negara yang menandatanganinya, bahkan tidak satupun ada negara Islam bisa satu pendapat untuk menanda tangani Syariah Islam yang seragam sama untuk semua Islam. > Namun karena umat Islam mayoritas > sedangkan agama lain jumlahnya jauh lebih sedikit di > Indonesia, otomatis Pemerintahlah yang mengatur > semua, antara lain agar umat-umat beragama bisa > menjalankan ibadahnya dengan aman, damai dan penuh > kebahagiaan. Tidak bisa dijadikan alasan karena umat Islam mayoritas menjadikan umat lain yang minoritas bisa diperlakukan seperti para penyembah berhala yang direndahkan derajatnya lebih rendah daripada binatang. Meskipun dalam agama mereka minoritas tetapi dalam ekonomi, perdagangan, dan science mereka merupakan mayoritas. Agama adalah preferensi pribadi yang tidak bisa dijadikan kelompok mayoritas ataupun minoritas, karena seorang yang beragama Islam haris ini bisa menjadi beragama Kristen besoknya, dan seorang Kristen hari ini besoknya bisa jadi Hindu, demikianlah soal agama merupakan dinamika kehidupan yang bisa bebas berubah setiap detik sehingga tidak layak untuk membagi agama dalam bentuk mayoritas dan minoritas. Apalagi yang mayoritas bisa memaksakan cara2nya kepada sesama mayoritas dan minoritas, jelas hal itu salah dan merupakan pelanggaran HAM, meskipun Islam sebagai agama mayoritas namun hukum atau SYARIAH ISLAM TIDAK BOLEH DIPAKSAKAN KEPADA SESAMA UMAT ISLAM, APALAGI KEPADA UMAT YANG BUKAN ISLAM. Anda boleh bebas membantah pernyataan saya diatas, tapi ketahuilah, dunia yang sebenarnya bukan berada dipihak anda. Lebih baik anda menyiapkan diri untuk berpihak kepada kebenaran katimbang anda terlindas oleh ketidak adilan yang anda buat sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati.
