Refleksi: Karena ditambah anggotanya 3 x lipat membuat banyak pendapat yang  
disantaikan, jadi barangkali tidak salah bila dinamakan: "Tim sedikit kerja 
banyak bicara". Hehehe

http://www.antara.co.id/arc/2007/6/28/tim-verifikasi-korban-lumpur-ditambah-jadi-tiga-kali-lipat/

28/06/07 22:21

Tim Verifikasi Korban Lumpur Ditambah Jadi Tiga Kali Lipat

Sidoarjo (ANTARA News) - Menindaklanjuti instruksi Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono untuk percepatan verifikasi tanah dan bangunan korban lumpur Lapindo 
Brantas Inc, personel Tim Verifikasi akan ditambah dari 24 orang menjadi 72 
orang terbagi dalam enam grup. 

Ketua Tim Verifikasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Yusuf Purnama 
di Sidoarjo, Kamis mengatakan, per harinya satu grup ditarget bisa 
menyelesaikan verifikasi tanah bersertifikat dan bangunan ber-IMB sebanyak 75 
hingga 100 bidang sehingga dalam satu hari, enam grup diharapkan bisa 
menyelesaikan verifikasi 450 hingga 600 bidang. 

"Sedangkan untuk tanah non sertifikat dan bangunan non IMB, ditargetkan bisa 
menyelesaikan verifikasi 5 hingga 10 bidang tiap grupnya, sehingga dalam satu 
hari diharapkan 30 bidang tanah non sertifikat dan 60 bidang bangunan non IMB 
bisa diloloskan verifikasinya," katanya. 

Menurut dia, timnya bakal menangani 14 ribu bidang lebih tanah dan bangunan 
terendam lumpur untuk diverifikasi. Dari 14 ribu bidang itu, 7.600 diantaranya 
sudah bersertifikat. Namun hingga kini, baru 705 bidang saja yang berkas 
pengajuannya sudah masuk. 

Ia mengatakan, waktu 10 minggu yang ditargetkan Presiden SBY untuk penuntasan 
proses ganti rugi tidak hanya tergantung pada tim verifikasi, namun juga sangat 
tergantung pada kesiapan warga memenuhi persyaratan verifikasi dan kebenaran 
klaim luasan tanah dan bangunan, terutama untuk pemilik tanah dan bangunan yang 
non sertifikat dan non IMB. 

Selain itu, kesuksesan memenuhi tenggat waktu dari Presiden itu juga sangat 
tergantung pada kesiapan cash flow PT Minarak Lapindo Jaya. "Kalau warga sudah 
penuhi persyaratan, sudah lolos verifikasi, tapi Minarak tak punya uangnya khan 
juga terhambat," katanya.

Untuk itu, Yusuf Purnama berharap semua pemangku kepentingan yang terkait 
dengan proses pembayaran jual beli ganti rugi ini memiliki visi dan itikad yang 
sama. 

Untuk memperlancar pemenuhan target tersebut, menurut dia, selain mendapat 
tambahan personel dari Kanwil BPN Jawa Timur, juga alokasi kantor tetap yang 
baru, yaitu di eks gedung BRI cabang Sidoarjo Jalan Diponegoro Sidoarjo, yang 
menurut rencana mulai dibuka Jumat (29/6).

Ia mengakui bahwa proses verifikasi tanah dan bangunan korban lumpur Sidoarjo 
memang masih belum menunjukkan hasil optimal.

Sampai sejauh ini dari 10.072 formulir yang disebar ke masyarakat korban lumpur 
baik yang memilik sertifikat maupun non sertifikat, hanya 705 formulir yang 
sudah dikembalikan ke tim verifikasi. Itu pun 300 formulir dikembalikan lagi ke 
warga, dengan alasan masih perlu dilengkapi persyaratannya. 

"Kami menunggu dari warga. Kalau formulir itu sudah masuk ke kami akan segera 
diproses secepatnya. Namun dari formulir yang kami sebar itu hanya sekitar 
tujuh persen saja yang masuk," katanya.

Ia yakin, dalam waktu satu minggu ke depan ini, pihaknya akan menyelesaikan 
berkas verifikasi sebanyak 1.000 lebih. Saat ini tim verifikasi sedang sibuk 
memproses berkas yang masuk dari warga. 

"Dua hari saja, kami sudah menerima hampir 400 berkas. Sekarang ini lebih mudah 
karena tidak perlu diteliti seperti yang diharapkan Minarak. Kami upayakan 
pencairan dilakukan untuk sertifikat dulu, sementara yang non sertifikat 
dimohon kesabarannya," tambah Yusuf.(*)


Copyright © 2007 ANTARA


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke