http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=34859&ik=6
Garuda Belum Bisa Bayar Utang Kamis 28 Juni 2007, Jam: 21:14:00 JAKARTA (Pos Kota) - PT Garuda Indonesia bertemu dengan pemegang surat berharga (Floating Rate Notes/FRN) di Singapura, guna membicarakan pembayaran pokok utang dan perkembangan kinerja perusahaan. Pada pertemuan ini, Garuda memberitahukan berbagai perkembangan kepada pemegang FRN menyangkut pencapaian kinerja keuangan dan operasional, serta prinsip-prinsip umum rencana restrukturisasi utang. Dalam pertemuan itu, Kamis (28/6), Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan saat, ini Garuda masih belum membayar pokok utang, namun maskapai BUMN ini akan terus melaksanakan pembayaran bunga utang kepada kreditor setelah revisi bisnis plan Garuda selesai pada bulan Juli ini. Pembayaran pokok utang terhadap biaya pendanaan pengadaan 6 pesawat A-330 juga masih belum dilakukan pada bulan ini. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Garuda mengajukan usulan skema restrukturisasi terdiri dua tahapan, pertama restrukturisasi hutang dengan pola pembayaran secara komersial dan langkah/alternatif kedua surat berharga (Floating Rate Notes) akan dibeli kembali dengan diskon melalui mekanisme lelang atau direstrukriksasi dengan perpanjangan waktu. Menurut Emirsyah Satar pada tahun 2006, Pemerintah Indonesia telah menyetujui utang Garuda kepada PT. Angkasa Pura I dan II sebesar 36 juta juta dolar AS untuk dikonversi menjadi penyertaan modal sebesar 145 juta dolar AS. Selain itu, Pemerintah dan DPR juga menyetujui memberikan PMN kepada Garuda sebesar Rp 1 trilyun (sekitar 109 juta juta dolar AS), yang realisasinya secara bertahap, di mana sejumlah Rp 500 milyar telah diterima Garuda, dan dana ini disimpan di rekening tersendiri. Selain itu, pemerintah juga telah memutuskan untuk memperpanjang masa konversi convertible bonds kepada Bank Mandiri sebesar Rp 168.409.087.446,40 dan 80 juta dolar AS selama 2 tahun hingga bulan November 2008. [Non-text portions of this message have been removed]
