Sesat tidaknya suatu kepercayaan agama sangat sulit untuk dinilai..
Karena hal tsb merupakan keyakinan didalam diri kita..Jadi entah kita
beraliran ahmadiyah, FPIyah, Nasraniyah, Hinduniyah, MUIyah dll itu
tergantung bagaimana kita mengimplementasikannya kan?
Karena jika ada seorang ulama atau pendeta atau biksu atau entah
apalagi sebutannya bagi pemuka agama, ia (pemuka agama) mengklaim
dirinya (ajaran)lah yang paling benar namun kelakuannya malah
bertentangan bahkan merugikan atau menindas orang lain. APakah itu
tidak sesat?
Lalu jika ada org yang tidak beragama, namun dalam kehidupannya
sehari-hari ia menolong org lain, menjaga alam serta melakukan hal-
hal kebaikan setiap hari..pantaskah ia disebut sesat?
Hmm menurut saya ya sesat tidaknya adalah tindakan buruk yg secara
nyata dilakukan, jadi bukan karena keyakinan karena jika ada org yg
berkeyakinan entah apa keyakinannya tapi dia merasa nyaman
menjalaninya dan malah membantu org2 yg sedang kesusahan ya sah2 aja
kan.
Yang sesat adalah yg mengklaim dirinya, alirannya atau golongannya
lah yang paling benar, karena ketika hal tersebut terjdi maka yang
ada ekslusifitas yg dampaknya bahwa yg bukan alirannya atau tidak
sepaham dengannya adalah sesat...mantab benar kalo kaya gitu
kan..memangnya masuk surga atau neraka yang menentukan dikau hehehe
--- In [email protected], adi setiawan wawan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Ahmadiyah, Benarkah Aliran Sesat?
>
> JUMAT 15 Juli lalu ribuan orang yang tergabung dalam
> Masyarakat dan Umat Islam Parung Bogor dan Jakarta
> mengepung Kampus Mubarak di Jalan Parung, Bogor, Jawa
> Barat. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan
> aparat keamanan setempat untuk segera membubarkan
> Jamaah Islam Ahmadiyah yang dinilai sesat. Mengapa
> Jamaah Islam Ahmadiyah dianggap sesat?
>
> Ahmadiyah pertama kali dicetuskan oleh Mirza Ghulam
> Ahmad (1835-1908) di Qadian, suatu desa kecil di
> daerah Punjab, India. Bagi kaum Ahmadiyah, Mirza
> Ghulam Ahmad adalah reinkarnasi Isa Al Masih atau Al
> Mahdi yang dijanjikan kemunculannya di akhir zaman.
> Keyakinan ini mereka jadikan sebagai prinsip akidah
> sekaligus ciri khas teologi aliran itu. Bahkan, untuk
> menopang kebenaran keyakinan itu, mereka tak ragu
> menggunakan ayat Alquran yang berkaitan dengan
> tanda-tanda hari kiamat dan hadis-hadis Nabi.
>
> Tentu ajaran ini menimbulkan protes dari seluruh umat
> Islam yang meyakini tak ada lagi nabi sesudah Nabi
> Muhammad SAW. Pada tahun 1974, pertemuan Liga Muslim
> Dunia di Makkah, Arab Saudi, yang dihadiri delegasi
> 140 negara, mengeluarkan deklarasi yang menilai
> Ahmadiyah sebagai aliran sesat. Pemerintah Arab Saudi
> menyatakan aliran ini kafir dan tidak boleh ke Makkah
> untuk menunaikan ibadah haji. Demikian pula Pemerintah
> Brunei Darussalam dan Malaysia yang sejak 1975
> melarang ajaran Ahmadiyah di wilayah masing-masing.
>
> Meski mendapat berbagai penolakan, gerakan Ahmadiyah
> masih tetap berdiri. Dalam perkembangannya, Ahmadiyah
> kemudian terpecah menjadi dua golongan, yaitu
> Ahmadiyah Qadiani dan Ahmadiyah Lahore. Perpecahan ini
> terjadi setelah khalifah pertama yang menggantikan
> Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia.
>
> Setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal, kepemimpinan
> Ahmadiyah menggunakan sistem kekhalifahan yang meniru
> kekhalifahan Khulafaur Rasyidin. Akan tetapi sistem
> ini hanya berjalan pada khalifah pertama, yakni Hakim
> Nurrudin. Setelah Hakim Nuruddin meninggal dunia
> terjadi perpecahan dalam tubuh Ahmadiyah. Maulana
> Muhammad Ali beserta para pendukungnya membentuk
> gerakan Ahmadiyah Lahore sebagai protes atas
> ketidakadilan yang terjadi dalam tubuh Jamaah
> Ahmadiyah. Mereka juga tidak mengakui Mirza Ghulam
> Ahmad sebagai nabi.
>
> Sementara itu, bagian lain dalam Jamaah Ahmadiyah
> menamakan diri Ahmadiyah Qadiani. Jamaah ini merupakan
> golongan terbesar dalam tubuh Ahmadiyah. Mereka sangat
> tunduk dan patuh terhadap khalifahnya. Setelah Hakim
> Nurrudin meninggal, kekhalifahan dalam Jamaah
> Ahmadiyah Qadiani dipegang oleh keturunan keluarga
> Mirza Ghulam Ahmad. Mereka dinamakan Khalifatul Masih
> (khalifah penerus Almasih).
>
> Berbeda dari Jamaah Ahmadiyah Lahore, Jamaah Ahmadiyah
> Qadiani lebih bersikap eksklusif dengan orang Islam
> lainnya. Mereka tidak boleh shalat berjamaah jika
> imamnya bukan dari golongan mereka. Mereka juga
> menolak menshalatkan jenazah orang Islam di luar
> jamaah mereka serta menolak menikahkan putrinya dengan
> putra Islam non-Ahmadi.
>
> Jamaah Ahmadiyah Qadiani berpusat di London, Inggris.
> Jamaah ini memiliki stasiun radio, web site, dan
> stasiun televisi yang dinamakan MTA (Muslim Television
> Ahmadiyya) yang menggunakan beberapa bahasa dunia,
> termasuk bahasa Indonesia.
>
> Saat ini Jamaah Ahmadiyah mengklaim memiliki pengikut
> lebih dari 150 juta orang. Mereka juga mengklaim
> memiliki cabang di 174 negara, termasuk Indonesia,
> Malaysia, dan Pakistan. Dengan kata lain, Jamaah
> Ahmadiyah tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika
> Selatan, Asia, Australia, dan Eropa. Adapun struktur
> organisasi Ahmadiyah dipusatkan di Kota Rabwah, di
> Pakistan bagian tengah di bawah pimpinan Hz Mirza
> Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V yang terpilih pada
> tahun 2003.
>
> Ahmadiyah di Indonesia
>
> Aliran Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia
> sejak 1920-an dengan menamakan diri sebagai Anjuman
> Ahmadiyah Qodiyan Departemen Indonesia, kemudian
> dinamakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang
> dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan
> Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan
> Ahmadiyah Lahore.
>
> Sejak keberadaannya di Indonesia, Jamaah Ahmadiyah
> banyak menuai protes. Para ulama Indonesia, baik
> tradisional maupun modernis terus menentang. Banyak
> perdebatan resmi terjadi antara Ahmadiyah dan ulama
> Islam lainnya, dan yang terbesar adalah di Jakarta
> pada tahun 1933. Setelah Indonesia merdeka, konflik
> antara kelompok Ahmadiyah dan kelompok Islam lainnya
> makin meruncing. Namun, pada tahun 1953, pemerintah
> mengesahkan Jamaah Ahmadiyah sebagai badan hukum dalam
> Republik Indonesia. Ini membuka pintu perkembangan
> Ahmadiyah di Indonesia. Pada tahun 1950-1970 banyak
> tokoh negara yang akrab dengan Ahmadiyah dan dekat
> dengan orang-orang Ahmadi.
>
> Keadaan ini berbalik seratus delapan puluh derajat
> pada tahun 1980, yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI)
> mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah aliran
> menyesatkan. Pemerintah tidak mengizinkan Jamaah
> Ahmadiyah Indonesia untuk mengadakan jalsah salanah
> atau KPA untuk Khuddam-Athfal dan lajnah imaillah.
> Banyak masjid Ahmadiyah dirobohkan oleh massa.
>
> Namun periode 1990-an menjadi periode perkembangan
> pesat Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Perkembangan itu
> menjadi lebih cepat setelah Khalifatul Masih IV,
> Hadhrat Tahir Ahmad, mencanangkan program Baiat
> Internasional dan mendirikan Moslem Television
> Ahmadiyya (MTA).
>
> Di Indonesia aliran ini bermarkas di Parung, Bogor,
> dan memiliki kampus yang dinamakan Kampus Mubarak. Di
> kampus inilah Jamaah Ahmadiyah mencetak kader mubalig
> Ahmadiyah. (Acik & Cessna/Pusdok SM-41t)
>
> Mengapa Ahmadiyah Dianggap Sesat
>
> * Meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan
> rasul.
> * Mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci
> "Tadzkirah".
> * Meniadakan berhaji ke Makkah dan menggantinya
> dengan berhaji ke Qadian dan Rabwah.
> * Menyerupakan Allah dengan manusia.
> * Mempercayai keyakinan tanasukh (menitisnya ruh)
> dan hulul (bersatunya manusia dengan Tuhan).
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
______________
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's
> Comedy with an Edge to see what's on, when.
> http://tv.yahoo.com/collections/222
>