tidak mau, karena merasa tidak mampu, dan biarkan saja, kafilah berlalu

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Bukan pemerintah Indonesia tidak 
berdaya, tetapi tidak mau. Pengiriman TKI sudah lebih kurang lebih 30 tahun. 
Jadi, kalau mereka mau melakukan sesuatu, pasti sudah lama dilakukan berbagai 
peraturan guna melindungi TKI. Agaknya bila dibuat perataturn dan postif dalam 
tindakan berarti tambahan kerja dan juga yang terutama ialah bisa 
menghalang-halangi aliran duit ke kantong pribadi petinggi penguasa. 

----- Original Message ----- 
From: INDRA QONYEK 
To: [email protected] 
Sent: Friday, June 29, 2007 4:47 AM
Subject: Re: CiKEAS> Penyiksaan TKI Tiada Henti---->majikan ceriyati lepas

Pemerintah Malaysia telah melepaskan Majikan Ceriyati, dengan alasan tidak 
terdapat cukup bukti untuk mengadilinya, dan tentu saja setelah membayar uang 
jaminan. Lalu dimana Keadailan?

Indonesia kemudian tidak mampu melobi pemerintah malaysia untuk mencabut pasal 
dalam MoU mengenai penyanderaan Passport Buruh Migrant Indonesia oleh Majikan. 
Benar-benar negara ini telah tidak berdaulat

salam,
Indra

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Refleksi: Selama politik pemerintah Indonesia mengkulikan dan membabukan 
warganegarnya guna mendapatkan devisa dan selama tidak diciptkannya jumlah 
lapangan kerja dalam negeri yang dapat mengabsorvaikan tenaga kerja sesuai 
pertumbuhan demografi, selama itu penyiksaan TKI akan tetap berlangsung.

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=292072

Jumat, 29 Juni 2007,

Penyiksaan TKI Tiada Henti

Penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, khususnya 
Timur Tengah, Malaysia, dan Singapura, seperti tak ada habisnya. Mulai 
penyiksaan/kekerasan fisik, pemerkosaan, hingga gaji tidak dibayar. Bahkan, 
banyak yang bunuh diri karena depresi.

Saya heran, kasus tersebut terjadi berulang-ulang dan sudah puluhan tahun. 
Semestinya, kita banyak belajar dari kejadian sebelumnya, sehingga ada 
penanganan khusus bagi TKI, terutama perlindungan hukum bagi mereka di tempat 
kerja di negeri orang. Ternyata, tidak banyak perubahan.

Saya punya kesan -semoga kesan ini salah-, kepedulian pemerintah terhadap TKI 
sangat rendah. Padahal, dengan TKI di luar negeri, pemerintah diuntungkan 
karena banyak memperoleh manfaat berupa pemasukan devisa.

Karena itu, pemerintah harus sungguh-sungguh menangani TKI. Memang sulit 
mengontrol banyaknya TKI. Namun, kalau pemerintah serius, hal-hal negatif yang 
menimpa TKI setidaknya bisa diminimalkan. Dengan demikian, perlakuan 
semena-mena terhadap TKI bisa dikurangi.

Mudah-mudahan, pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan terbaik bagi 
TKI. Apalagi, di negeri ini, pemerintah tak mampu menyediakan lapangan kerja 
dan gaji yang memadai. Maka, perlakukan TKI dengan aman dan adil. 

Mukti Slamet, Jl Awikoen Madya Timur 8, Gresik

[Non-text portions of this message have been removed]

Ketika Nurani Harus di Korbankan, 
Ketika Ideologi Harus di Lupakan, 
Ketika Tujuan Mulia Tak Lagi Mampu Menjadi Pelurus Jalan, 
Lalu Apa yang akan di Perjuangkan?
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.9.12/878 - Release Date: 6/28/2007 5:57 
PM

[Non-text portions of this message have been removed]



         


Ketika Nurani Harus di Korbankan, 
Ketika Ideologi Harus di Lupakan, 
Ketika Tujuan Mulia Tak Lagi Mampu Menjadi Pelurus Jalan, 
Lalu Apa yang akan di Perjuangkan?
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke