http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=906
29 Juni 2007 08:23:05
SBY Dihadang Kabut, Disambut Banjir
Dalam Kunjungannya ke Ambon Kemarin
AMBON-Kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Kota Ambon
disambut dengan cuaca buruk. Kemarin, SBY yang menumpangi pesawat kepresidenan
terpaksa berputar-putar selama kurang lebih 30 menit sebelum berhasil lending
dengan sempurna di Bandara Internasional Pattimura. Di darat, SBY kembali
disambut banjir yang menggenangi hampir seluruh Kota Ambon.
Kedatangan orang nomor satu di republik ini, baru tiba sekitar pukul
13.40 Wit. Akibat cuaca buruk yang melanda Maluku selama tiga hari terakhir
menyebabkan kedatangannya molor satu jam dari jadwal sebelumnya sekitar pukul
12.55 Wit. "Pesawat saya sempat berputar-putar sekitar 30 menit, sambil
menunggu cuaca baik untuk pendaratan," ungkap SBY saat meresmikan penggunaan
Pasar Higiens di Tantui, Ambon, kemarin.
Sementara itu, di beberapa ruas Jalan dari Hative Besar sampai Waiheru
banjir sempat menutupi badan jalan dan mengganggu perjalanan presiden. Di
daerah LIPI, sebagian badan jalan mengalami longsor sebelum RI 1 melewati jalur
tersebut.
Sejumlah anggota TNI terlihat dibeberapa ruas jalan berupaya mengatasi
genangan air di badan jalan. Satu mobil truk dan satu bolduser juga terjerembab
dalam selokan. Beruntung puluhan anggota TNI membantu pengemudi mengeluarkan
dua mobil besar itu dari jebakan banjir.
Di Desa Passo sebuah pohon tumbang sebelum SBY melewati jalur tersebut.
Masyarakat bersama anggota TNI/Polri bahu membahu berusaha mengangkat batang
pohon yang menghalangi jalan tersebut.
Asisten teritorial Kodam XVI Pattimura Kolonel Yudi Zanibar, Kasrem
Letkol Untung Budiharto, dan Dandim 1504 juga terlihat di lokasi bencana untuk
membantu masyarakat membersihkan bekas pohon tumbang dari jalan, dan menutup
sebagian badan jalan yang terkena longsor.
Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon selama tiga hari itu juga,
menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Sejak pukul 08.00 Wit sampai pukul
13.00 Wit, kemarin, dua dari lima kecamatan di Kota Ambon kembali terkena
banjir, masing-masing Kecamatan Teluk Ambon Baguala dan Kecamatan Sirimau.
Pantuan koran ini sejak pagi hingga siang, dua desa di Kecamatan Teluk
Ambon, paling parah terkena musibah banjir, yaitu Desa Passo dan Desa Negeri
Lama. Kantor Desa Negeri Lama bahkan terendam banjir hingga mencapai ukuran
betis orang dewasa.
Sementara hampir sebagian Desa Passo tertutup banjir. Yang paling parah
terjadi di sekitar Pasar Passo. Seluruh badan jalan terendam air. Akibatnya
mobil yang ditumpangi SBY dan Nyonya Ani Yudhoyono harus melewati banjir yang
sudah mencapai ukuran selutut itu.
Ratusan rumah di Passo juga terendam banjir. di tiga Rukun Tetangga
seperti, RT 22/RW 05, dan sebagian di RT 23 dan RT 24 Desa Passo terendam
banjir sejak pagi. Hingga sore kemarin volume banjir belum juga surut. Kondisi
ini sama seperti saat banjir menggenangi ratusan rumah dikawasan itu 12 Juni
2007 lalu.
Ketinggian air yang merendam rumah warga rata-rata di atas lutut orang
dewasa. Bahkan, rumah yang tergenang air penghuninya mulai menyingkirkan
barang-barang mereka ke tempat yang lebih aman.
Sejumlah warga menuturkan, banjir yang melanda sebagian wilayah Passo,
hampir setiap tahunnya terjadi, namun hingga saat ini perhatian pemerintah
belum pernah ada. "Setiap tahun peristiwa seperti ini selalu terjadi," ungkap
warga.
Menurut sejumlah warga musibah banjir ini terjadi karena saluran yang ada
sekarang tidak lagi berfungsi lantaran telah tertutup saat pembongkaran jalan
menuju pelabuhan laut Passo dan lokasi industri pusat playwood. Saluran yang
ada pun kini tak lagi berfungsi. Ironisnya selama ini tidak pernah diperhatikan
oleh pemerintah.
Warga mengaku khawatir, jika musibah banjir yang menimpa mereka tidak
segera teratasi akan semakin menyulitkan mereka. Banjir juga melanda Desa Batu
Merah dalam, Kecamatan Sirimau. Kawasan ini menjadi salah satu wilayah
langganan banjir. Setiap kali hujan, pasti saja wilayah itu terendam. kemarin,
lokasi banjir meluas hingga menjangkau asrama TNI Kodam XVI Pattimura di Desa
Batu Merah.
Di dua ruas jalan yang berada di pusat kota, yaitu Jln Sam Ratulangi
depan Ambon Plaza, dan Jln AY Patty atau hanya beberapa meter dari Kantor
Walikota Ambon air juga menggenangi ruas jalan tersebut.
Di dua kawasan langganan banjir ini ketinggian air mencapai paha orang
dewasa. Drainase yang buruk menjadi penyebab utama meluapnya banjir. Banjir
yang terjadi di ruas jalan itu membuat pemilik kendaraan roda empat jenis sedan
dan sepeda motor harus berpikir dua kali melintasi jalan tersebut, jika tidak
ingin kendaraannya macet seketika terkena banjir. (SAO/CR1)
[Non-text portions of this message have been removed]