Refleksi: Bangkit kembali? Windmil yang dibangun oleh perusahaan Scienmet Group 
dari Rusia sudah 6 bulan tidak  ma u dibayar oleh Pemerintah Propinsi. 
Akibatnya semua proyek yang dalam proses pelaksanaan   membangun propinsi yang 
miskin melarat dan terkebelakang ini terancam tidak dilaksanakan dan 
daswidania! 

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0706/29/sh04.html

Ada Hotel Terapung di Ambon 
Oleh
Izaac Tulalessy



AMBON - Dalam sebulan terakhir ini Kota Ambon terus berbenah diri sebagai 
tempat pelaksanaan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XIV 
tahun 2007, Jumat (29/6) ini. Momentum ini sekaligus menunjukkan kepada dunia 
luar bahwa Maluku telah bangkit kembali pasca konflik.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bahkan mengalokasikan anggaran miliaran 
rupiah guna menunjang kelancaran acara tersebut. Dana itu dipakai untuk 
membangun panggung yang sangat besar yang menutupi Lapangan Merdeka Ambon 
sebagai tempat pelaksanaan puncak peringatan Harganas.
Acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini ternyata sangat 
diminati. Buktinya, arus masuk delegasi dalam seminggu terakhir ini sangat 
banyak. Selain duta besar Pakistan dan Bangladesh, juga hadir 29 gubernur dan 
puluhan bupati/wali kota dari berbagai daerah.


Sayang, ada peserta yang kecewa tidak dapat datang ke Maluku karena terbatasnya 
transportasi udara. Maklum, hanya dua maskapai penerbangan yang melayani rute 
dari kawasan barat Indonesia ke Bandara Pattimura Ambon, yaitu Batavia Air 
dengan satu kali penerbangan yang melayani rute Jakarta-Surabaya-Ambon, dan 
Lion Air dengan tiga kali penerbangan yaitu dua kali penerbangan rute 
Jakarta-Surabaya-Makassar-Ambon, dan satu kali rute Jakarta-Ambon. 


Salah satu delegasi dari Provinsi Sumatera Selatan, Sofyan, mengemukakan sejak 
awal Pemprov Sumsel akan mengirimkan 80 delegasi, namun akibat terbatasnya 
penerbangan maka hanya dua delegasi yang berangkat. 

"Bagi kami ini sangat mengecewakan, apalagi ada dua bupati dari Sumsel yang 
rencananya akan menerima satya lencana dari Presiden SBY namun tidak bisa 
berangkat karena kesulitan tiket pesawat," ungkapnya.


Membludaknya peserta juga menyebabkan panitia mengalami kesulitan menyediakan 
akomodasi, seluruh hotel dan penginapan di Ambon terisi penuh. Akhirnya Pemprov 
Maluku menyewa kapal pelni KM Bukit Siguntang dan kapal milik TNI Angkatan 
Laut, KM Tanjung Nusaniwe yang merapat di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. 


"Kedua kapal ini dijadikan hotel terapung selama dua pekan hingga seluruh 
peserta Harganas kembali ke daerahnya masing-masing. Hal ini merupakan solusi 
masalah akomodasi, mengingat peserta yang telah terdaftar mencapai 3.000 
orang," jelas Ketua Panitia Daerah Peringatan Harganas XIV tahun 2007 yang juga 
Sekda Maluku, Said Assagaff, kepada SH. Peminat di hotel terapung juga sangat 
banyak. "Beberapa gubernur dan bupati/wali kota juga menginap di hotel 
terapung," ungkapnya.

Cuaca Buruk 
Kedatangan Presiden Yudhoyono Kamis (28/6) kemarin ke Ambon sempat terhalang 
cuaca buruk, sehingga pesawat kepresidenan jenis Boeing 737-500 terpaksa 
berputar selama 30 menit di atas Pulau Ambon sebelum mendarat di tengah hujan 
lebat. Rombongan Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono baru tiba di Bandara 
Internasional Pattimura pukul 12.45 WIT atau terlambat 45 menit dari jadwal 
semula pukul 12.00 WIT.


Usai beristirahat sekitar 45 menit di VIP Room Bandara Pattimura, Presiden 
melanjutkan perjalanan menuju Pasar Ikan Higienis di kawasan Tantui, Kecamatan 
Sirimau, Ambon. Di situlah diresmikan industri perikanan terpadu PT Pusaka 
Benjina


Resources, Pasar Ikan Higienis, dan Gedung Fakultas MIPA Universitas Pattimura 
(Unpatti). Saat meresmikan ketiga proyek Presiden menegaskan situasi dan 
kondisi keamanan di Maluku semakin membaik. "Setiap kali berkunjung ke Maluku 
dan alhamdullilah ketika saya mengembankan amanah sebagai Presiden. Ini 
kunjungan saya yang ketiga. Setiap kali saya bersyukur ke hadirat Tuhan Yang 
Maha Kuasa, karena situasinya terus membaik. Kita ingat hari-hari yang berat 
biarkanlah menjadi bagian dari sejarah. Kita petik pelajarannya dan marilah 
kita dalam menapaki dan merenungi masa depan dengan kearifan pembelajaran 
sejarah itu kita rakit, kita jalani hari esok yang lebih baik," ungkapnya.


Di sisi lain, karena Presiden hadir maka pengamanan diterapkan sangat ketat 
oleh TNI dan Polri. Beberapa ruas jalan di Kota Ambon telah ditutup sejak 
kemarin. Semoga dengan momentum puncak peringatan Harganas XIV tahun 2007 ini, 
publik semakin yakin bahwa masyarakat Maluku telah kembali hidup dalam suasana 
kebersamaan. n


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke